Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Kabar terkini datang dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang kembali menghadapi tantangan operasional akibat kabut asap. Pada Kamis pagi, 8 Oktober 2026, jarak pandang di kawasan bandara menurun drastis hingga 1.000 meter, memaksa tiga pesawat menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II untuk melakukan holding atau berputar-putar di udara sebelum akhirnya diizinkan mendarat.
General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengungkapkan bahwa ketiga pesawat tersebut akhirnya mendarat secara berurutan dalam rentang waktu sekitar 15 menit. Citilink QG936 rute Jakarta-Pekanbaru mendarat pertama pada pukul 08.26 WIB, disusul Lion Air JT292 pada pukul 08.33 WIB, dan Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur pada pukul 08.41 WIB. “Ketiganya akhirnya mendarat secara berurutan dalam rentang waktu sekitar 15 menit,” ujar Achmad.
Meskipun sempat terjadi antrean di udara, operasional keberangkatan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II tetap berjalan normal. Beberapa penerbangan yang lepas landas dari Pekanbaru, seperti IP329 rute Pekanbaru-Jakarta, QG937 rute Pekanbaru-Jakarta, IU919 rute Pekanbaru-Jakarta, dan JT279 rute Pekanbaru-Yogyakarta, dilaporkan diberangkatkan sesuai jadwal. Pihak bandara menegaskan bahwa pemantauan kondisi operasional terus dilakukan secara berkala dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Sehari sebelumnya, Rabu, 7 Oktober 2026, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau juga mengganggu penerbangan. Dua pesawat dilaporkan gagal mendarat. Lion Air JT292 rute Jakarta-Pekanbaru terpaksa melakukan return to base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta karena jarak pandang saat itu hanya 600 meter. Sementara itu, pesawat Citilink dari Jakarta dialihkan ke Batam setelah sempat berputar-putar di wilayah udara Pekanbaru. Pesawat Pelita Air dari Jakarta berhasil mendarat setelah melakukan lima kali holding.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan di Riau. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II terus berupaya memitigasi dampak dengan memantau visibilitas secara ketat dan berkoordinasi dengan maskapai. “Kami terus memantau kondisi operasional bandara dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan,” pungkas Achmad.
Dampak kabut asap ini juga menjadi perhatian berbagai pihak, mengingat frekuensi penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II cukup tinggi, melayani rute domestik dan internasional. Penumpang diimbau untuk tetap memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing terkait potensi penundaan atau perubahan jadwal.
Secara keseluruhan, meskipun operasional di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II sempat terganggu, pihak otoritas bandara berhasil mengelola situasi dengan baik. Tiga pesawat yang sempat holding akhirnya mendarat dengan selamat, dan penerbangan keberangkatan tetap normal. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem, terutama kabut asap yang kerap melanda Riau pada musim kemarau. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II berkomitmen untuk terus mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah tantangan alam yang ada.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Editor: Syaifullah, Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: JPNN.com, RiauIN.com, MediaKampung.com

