Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Manchester City F.C. menghadapi badai terbesar dalam sejarah klub setelah sebuah komisi independen menyatakan mereka bersalah atas 114 pelanggaran aturan keuangan Premier League. Keputusan ini mengejutkan dunia sepak bola dan menempatkan Manchester City F.C. di ambang sanksi berat, termasuk pengurangan poin, larangan transfer, hingga kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi. Klub dilaporkan telah mengajukan banding, namun banyak pihak memperkirakan upaya tersebut akan gagal.
Investigasi mengungkap bahwa Manchester City F.C. terlibat dalam skema kontrak palsu dengan mitra komersial untuk menyembunyikan dana rahasia senilai lebih dari £830 juta. Komisi juga menemukan bahwa klub berusaha keras menghalangi proses investigasi. Jika banding ditolak, City bisa kehilangan tiga gelar domestik yang diraih antara 2009 dan 2018, serta menghadapi hukuman finansial yang besar.
Reaksi dari Dalam dan Luar Klub
Striker Erling Haaland menjadi pemain pertama yang angkat bicara. Menjelang laga melawan Liverpool di Anfield, ia menyerukan kepada para penggemar dan seluruh tim untuk tetap bersatu. “Kita harus tetap bersama, saling mendukung, dan tetap positif. Apa pun yang terjadi, kita harus tersenyum dan menatap ke depan,” ujarnya. Pelatih kepala Enzo Maresca, yang menggantikan Pep Guardiola musim panas lalu, juga menegaskan bahwa ia dan para pemain masih mempercayai manajemen klub. “Saya sangat tenang. Klub sudah jelas, kami sepenuhnya percaya pada klub. Kami hanya fokus pada hal yang bisa kami kendalikan, yaitu sepak bola,” kata Maresca.
Namun, tekanan dari luar semakin besar. Pelatih Nottingham Forest, Oliver Glasner, mendesak agar investigasi segera diselesaikan karena integritas liga dipertanyakan. Mantan manajer Blackpool, Ian Holloway, bahkan menuntut Manchester City F.C. tidak hanya dikeluarkan dari Premier League tetapi juga dari EFL. “Saya merasa dicurangi. Tim saya bermain sangat baik melawan mereka, tetapi keputusan wasit merugikan kami,” kenang Holloway.
Dampak pada Laga Melawan Liverpool
Laga antara Liverpool dan Manchester City F.C. di Anfield pada Minggu mendatang akan menjadi sorotan utama. Ini adalah pertandingan pertama City sejak vonis bersalah dijatuhkan. Liverpool, yang pernah menjadi runner-up di bawah City pada musim 2013/14, diprediksi akan memberikan sambutan keras. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, akan menggelar konferensi pers pra-pertandingan yang dinanti-nantikan, membahas strategi menghadapi City di tengah situasi pelik ini.
Di sisi lain, masa depan Haaland juga menjadi spekulasi. Tiga raksasa Eropa dikabarkan siap menampungnya, dan sang pemain disebut telah memberikan lampu hijau untuk transfer. Meski begitu, Haaland menegaskan cintanya pada Manchester City F.C. dan Inggris. “Saya sangat peduli pada tempat ini dan Inggris secara umum,” tambahnya.
Kesimpulan
Vonis bersalah terhadap Manchester City F.C. tidak hanya mengguncang klub, tetapi juga seluruh ekosistem Premier League. Dengan banding yang masih berjalan, masa depan City, para pemain, dan staf pelatih berada dalam ketidakpastian. Sanksi yang mengancam bisa mengubah peta persaingan sepak bola Inggris secara permanen. Sementara itu, pertandingan melawan Liverpool akan menjadi ujian mental dan solidaritas bagi The Citizens. Publik sepak bola dunia menantikan babak selanjutnya dari saga ini.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: Express Sport, FanSided, Football365, Liverpool FC News

