Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | PERBASI Ganti Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia menjadi sorotan publik setelah Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, mengumumkan bahwa David Singleton tidak lagi menangani skuad Garuda. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan baru yang melarang pelatih tim nasional merangkap sebagai pelatih klub. Langkah tegas ini bertujuan untuk menjaga netralitas pelatih dalam memilih dan menangani pemain timnas, terutama menjelang agenda internasional seperti ronde kedua Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029.
Dalam pernyataannya, Nirmala Dewi menegaskan bahwa PERBASI ingin menciptakan ekosistem timnas yang profesional dan bebas dari konflik kepentingan. “Coach Dave sudah tidak menangani timnas basket Indonesia. Kita sudah punya kesepakatan kita tidak mau ada pelatih yang juga melatih di klub. Pelatih harus netral,” ujarnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas seleksi pemain dan menghindari bias dalam pengambilan keputusan teknis.
Keputusan PERBASI Ganti Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia ini bukan tanpa alasan. Selama ini, pelatih yang merangkap di klub sering kali dihadapkan pada situasi sulit ketika harus memilih pemain dari klub yang sama atau bersaing. Netralitas menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pemain yang dipanggil ke timnas adalah yang terbaik, tanpa memandang afiliasi klub. Hal ini juga sejalan dengan visi PERBASI untuk membangun timnas yang kompetitif di kancah internasional.
David Singleton sendiri dikenal sebagai pelatih yang memiliki pengalaman menangani klub di Indonesia. Namun, dengan adanya aturan baru, ia harus memilih antara tetap melatih klub atau fokus menangani timnas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Singleton terkait keputusan tersebut. PERBASI diyakini telah menyiapkan kandidat pengganti yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Pergantian pelatih ini menjadi yang kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, timnas basket putra Indonesia juga sempat mengalami pergantian pelatih menjelang turnamen besar. Meski demikian, PERBASI optimistis bahwa perubahan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan tim. Ronde kedua Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 menjadi ajang pembuktian bagi para pemain dan pelatih baru nantinya.
Pengamat basket nasional menilai langkah PERBASI Ganti Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia sudah tepat. Menurut mereka, netralitas pelatih adalah hal fundamental yang sering diabaikan. Dengan aturan ini, diharapkan tidak ada lagi tudingan favoritisme dalam pemilihan pemain. Selain itu, pelatih timnas dapat lebih fokus dalam merancang strategi dan program latihan tanpa terganggu jadwal klub.
Namun, ada pula yang mengkhawatirkan dampak jangka pendek dari pergantian ini. Proses adaptasi antara pelatih baru dan pemain membutuhkan waktu, sementara agenda internasional semakin dekat. PERBASI perlu memastikan transisi berjalan mulus, termasuk dalam hal komunikasi dan penyusunan tim pelatih pendukung. Dukungan dari seluruh stakeholder basket Indonesia sangat diperlukan.
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan ini mencerminkan upaya PERBASI untuk meningkatkan tata kelola organisasi. Langkah serupa juga dilakukan oleh beberapa federasi olahraga lain di Indonesia yang mulai menerapkan aturan ketat soal rangkap jabatan. Hal ini sejalan dengan semangat profesionalisme dan akuntabilitas di dunia olahraga.
Ke depan, PERBASI dijadwalkan menggelar rapat untuk menentukan pelatih pengganti David Singleton. Beberapa nama pelatih lokal dan asing dikabarkan masuk dalam radar. Kriteria utama adalah kemampuan melatih, visi jangka panjang, dan komitmen untuk tidak merangkap di klub. Masyarakat basket Indonesia menantikan sosok yang mampu membawa timnas berprestasi.
Dengan segala dinamika yang ada, PERBASI Ganti Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia menjadi babak baru dalam perjalanan timnas. Netralitas dan profesionalisme menjadi fondasi penting untuk meraih sukses di FIBA Asia Cup 2029 dan kompetisi internasional lainnya. Semua pihak berharap keputusan ini membawa angin segar bagi prestasi basket Indonesia.
Sebagai kesimpulan, pergantian pelatih timnas basket putra Indonesia oleh PERBASI merupakan konsekuensi dari kebijakan baru yang mengedepankan netralitas. Meskipun menuai pro dan kontra, langkah ini diyakini sebagai upaya strategis untuk membangun tim yang lebih solid dan kompetitif. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk penggemar dan pengamat, akan sangat menentukan keberhasilan agenda besar di depan mata.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

