Kualitas Udara Jambi Hari Ini Memburuk! ISPU Tebo 576, Warga Diminta Waspada

Foto: Istimewa

Kualitas Udara Jambi Hari Ini Memburuk! ISPU Tebo 576, Warga Diminta Waspada

Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Kualitas udara Jambi hari ini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Sabtu (10/10/2026) pukul 09.00 WIB, stasiun pemantauan Bedaro Rampak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, mencatat angka 576 yang masuk kategori berbahaya. Angka ini jauh di atas ambang batas aman dan menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat Jambi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan dan jantung.

Kualitas udara Jambi hari ini yang buruk tidak terlepas dari maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pada Jumat (9/10), terdapat 4.127 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatra. Sumatra Selatan mendominasi dengan 3.328 titik, disusul Lampung 330 titik, Kepulauan Bangka Belitung 225 titik, dan Jambi 224 titik. Sebaran hotspot yang masif ini menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara Jambi hari ini.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, mengatakan bahwa pihaknya membagikan ratusan masker kepada petugas dan warga binaan sebagai langkah antisipasi. “Pembagian masker ini merupakan upaya pencegahan agar petugas dapat menjalankan tugas dan warga binaan menjalani pembinaan dengan lebih aman,” ujarnya. Langkah ini juga sebagai pemenuhan hak warga binaan atas pelayanan kesehatan.

Warga Tebo, Syahrul, mengeluhkan kondisi udara yang semakin pekat. “Kami sebagai warga tentu khawatir dengan kondisi udara seperti ini. Apalagi kalau asap semakin pekat, aktivitas di luar rumah menjadi tidak nyaman,” keluhnya. Ia berharap kondisi ini segera membaik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Sabtu pagi, sekitar 156 hektare lahan masih dalam penanganan petugas. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyebutkan bahwa titik api masih terpantau di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. “Tiga ini sangat intens sekali. Di samping ada juga Kalimantan Barat maupun Jambi,” ujarnya. Meski titik api di Riau sudah padam, kabut asap dari Sumatera Selatan dan Jambi masih menyeberang ke Riau.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 14 Tahun 2020, ISPU pada rentang 0-50 berarti baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Dengan angka 576, kualitas udara Jambi hari ini berada pada level berbahaya yang dapat merugikan kesehatan secara serius dan memerlukan penanganan cepat.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kegiatan fisik berat. Jika terpaksa keluar, gunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel polutan. Selain itu, tutup pintu dan jendela rumah ketika asap pekat masuk ke lingkungan permukiman. Warga juga perlu mewaspadai gejala gangguan kesehatan seperti batuk yang semakin parah, sesak napas, atau keluhan lain setelah terpapar kabut asap. Jika mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara Jambi hari ini dan mengambil langkah strategis untuk mengatasi karhutla. Upaya pemadaman titik api, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, serta sosialisasi kesehatan kepada masyarakat harus terus digalakkan. Kualitas udara Jambi hari ini menjadi cerminan betapa seriusnya dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan publik.

Dengan kondisi kualitas udara Jambi hari ini yang masih dalam kategori berbahaya, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah. Kesehatan adalah prioritas utama. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penanggulangan karhutla agar kualitas udara Jambi hari ini dan ke depannya dapat kembali bersih dan sehat.