Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | Insiden kecelakaan yang menimpa pembalap Alex Rins pada sesi latihan bebas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, masih menjadi perbincangan hangat. Sorotan tajam tertuju pada prosedur evakuasi yang dilakukan petugas lintasan. Menanggapi hal tersebut, Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins secara gamblang. Mantan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) periode 2022–2026 yang akrab disapa Andhi Satria itu menegaskan bahwa kendaraan yang membantu pembalap tersebut adalah flying marshal, bukan moto taxi. Penjelasan ini sekaligus menjawab kritik warganet yang menilai bantuan tidak cukup cepat karena Rins tidak langsung kembali ke paddock.
Andhi Satria, yang juga merupakan salah satu dari empat pemegang lisensi FIM tingkat tertinggi di Indonesia, meminta publik memahami insiden ini berdasarkan prosedur operasional standar (SOP), fungsi kendaraan, serta pembagian tanggung jawab petugas. “Flying marshal adalah petugas yang diterjunkan untuk memberikan pertolongan pertama di lokasi kecelakaan. Mereka terlatih untuk mengevakuasi pembalap dengan aman dan cepat, sesuai dengan protokol yang ditetapkan FIM,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (18/3/2026).
Dalam penjelasan yang diterima redaksi, Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins dengan merinci tahapan evakuasi yang seharusnya dipahami oleh penggemar. Menurutnya, flying marshal memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan pembalap dan kelancaran balapan. Berikut adalah tahapan prosedur evakuasi yang dijelaskan oleh Andhi:
- Deteksi Cepat: Petugas marshal di sekitar tikungan langsung memberikan sinyal bahaya dan menginformasikan ke race control begitu terjadi kecelakaan.
- Pengamanan Area: Flying marshal segera menuju lokasi untuk mengamankan area dan memastikan tidak ada pembalap lain yang terancam.
- Pertolongan Pertama: Pembalap diperiksa kondisinya. Jika sadar dan tidak ada cedera serius, pembalap dapat dibantu untuk bangkit.
- Evakuasi: Jika diperlukan, pembalap dievakuasi menggunakan kendaraan khusus (flying marshal) menuju pusat medis di paddock atau rumah sakit terdekat.
- Pelaporan: Seluruh proses didokumentasikan dan dilaporkan ke race control untuk evaluasi lebih lanjut.
Andhi menambahkan bahwa dalam kasus Alex Rins, pembalap asal Spanyol itu tidak langsung kembali ke paddock karena harus menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. “Keselamatan pembalap adalah prioritas utama. Jika ada indikasi cedera, prosedur medis harus diikuti. Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa petugas lambat,” tegasnya.
Kritik warganet muncul setelah video penanganan Rins viral di media sosial. Banyak yang menyayangkan respons yang dianggap lambat. Namun, Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins dengan menekankan bahwa setiap tindakan telah sesuai dengan standar internasional. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman publik terhadap peran flying marshal yang berbeda dengan moto taxi. “Moto taxi biasanya digunakan untuk mengangkut pembalap yang masih bisa melanjutkan balapan, sedangkan flying marshal lebih fokus pada evakuasi darurat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andhi yang juga dikenal sebagai pengamat otomotif nasional itu mengajak semua pihak untuk melihat sisi positif dari penyelenggaraan event internasional di Mandalika. Menurutnya, kritik membangun tetap diperlukan, tetapi harus didasari oleh pengetahuan yang benar. “Kami selalu terbuka terhadap masukan. Namun, mari kita pahami dulu prosedur yang ada. Jangan sampai kritik justru menurunkan semangat para petugas yang telah bekerja maksimal,” imbuhnya.
Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins juga menyinggung soal koordinasi antara marshal, tim medis, dan race control. Ia menilai sinergi ketiga elemen ini sudah berjalan baik. “Flying marshal tidak bekerja sendiri. Ada tim medis yang siaga, ada race control yang memantau. Semua bergerak simultan,” paparnya.
Dalam kesempatan terpisah, sejumlah pengamat balap internasional turut memberikan pandangan. Mereka menilai insiden Rins adalah momentum untuk meningkatkan pemahaman tentang keselamatan di ajang MotoGP. Namun, Andhi enggan berkomentar banyak. Ia memilih fokus pada edukasi publik melalui penjelasan yang telah disampaikannya.
Sebagai informasi, Alex Rins sendiri telah kembali ke paddock setelah menjalani pemeriksaan. Tim LCR Honda belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pembalapnya. Sementara itu, pihak penyelenggara terus melakukan evaluasi internal guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga.
Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins menjadi bukti bahwa transparansi informasi sangat penting dalam dunia olahraga. Dengan penjelasan yang rinci, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman di kalangan penggemar. Andhi berharap, ke depan, komunikasi antara penyelenggara dan publik dapat semakin baik.
Kesimpulannya, insiden yang menimpa Alex Rins di Mandalika telah memicu diskusi tentang prosedur evakuasi. Priandhi Satria Jelaskan Prosedur Marshal Tangani Alex Rins dengan menegaskan bahwa flying marshal bekerja sesuai SOP dan mengutamakan keselamatan pembalap. Kritik yang muncul sebaiknya dijadikan bahan evaluasi, bukan ajang saling menyalahkan. Dengan pemahaman yang benar, semua pihak dapat berkontribusi pada penyelenggaraan balapan yang lebih aman dan profesional.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak

