CFR Cluj Dilanda Krisis: Investor Misterius Kabur, Masa Depan Klub di Ujung Tanduk
Kalimantan Update – 11 Oktober 2026 | CFR Cluj tengah menghadapi badai finansial yang kian mengkhawatirkan. Klub asal Gruia itu kini berada dalam status insolvensi, dan yang lebih mengejutkan, investor asal Swiss yang selama ini diharapkan menjadi penyelamat justru menghilang tanpa jejak. Răzvan Zăvăleanu, administrator judiciar CFR Cluj, mengungkapkan bahwa sosok investor tersebut tidak pernah muncul sejak klub dinyatakan pailit. “Elvețianul a dispărut!” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif.
Krisis keuangan yang melanda CFR Cluj bukanlah hal baru. Klub yang dimiliki oleh Nelu Varga ini harus berjuang keras untuk tetap beroperasi. Zăvăleanu menjelaskan bahwa pihaknya sedang menunggu daftar kreditor untuk mengetahui total utang yang harus ditanggung. “Ini mungkin massa kreditor terbesar yang pernah saya tangani di dunia sepak bola,” tambahnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa situasi masih terkendali dan klub saat ini mampu bertahan dengan pendapatan sendiri.
Di sisi lain, mantan pelatih CFR Cluj, Dan Petrescu, dikabarkan semakin dekat dengan comeback ke dunia kepelatihan. Setelah hiatus sejak musim panas 2025 karena masalah kesehatan, Petrescu kini dalam kondisi prima. Cristi Balaj, mantan presiden klub, menyatakan bahwa Petrescu sudah tidak sabar untuk kembali melatih. “Dia terlihat sangat baik dan bersemangat,” kata Balaj. Petrescu sendiri sempat menyatakan bahwa kemungkinan besar ia tidak akan melatih hingga musim panas 2027, namun sinyal-sinyal kepulangan mulai terlihat.
Sementara itu, di lapangan, CFR Cluj akan menghadapi laga sulit melawan Arges Pitesti pada 12 Oktober 2026. Kedua tim sedang dalam performa kurang baik. CFR Cluj baru mengoleksi 13 poin dari 10 pertandingan, sedangkan Arges Pitesti tertinggal dua poin. Menariknya, CFR Cluj memiliki rekor buruk dalam laga tandang, dengan hanya satu kemenangan dari lima pertandingan. Pertemuan terakhir kedua tim diprediksi berlangsung ketat dan berakhir imbang 1-1.
Di bursa transfer, CFR Cluj harus merelakan salah satu pemain sayapnya, Meriton Korenica, yang pindah ke FCSB dengan mahar 600.000 euro. Korenica mengaku tidak menyesali keputusannya dan menyebut FCSB sebagai tim terbaik di Rumania. “Saya memilih FCSB karena ini adalah langkah maju dalam karier saya. Mereka adalah juara dan selalu favorit untuk meraih gelar,” ujarnya. Kepergian Korenica tentu menjadi pukulan bagi CFR Cluj yang sedang berjuang di papan tengah.
Tidak hanya masalah finansial dan transfer, CFR Cluj juga harus menghadapi tekanan dari rival sekota, Universitatea Cluj. Dalam derby Ardeal yang berlangsung sengit, Universitatea berhasil mengalahkan CFR Cluj dengan skor 3-1. Issouf Macalou mencetak dua gol dan Oucasse Mendy menambah satu gol, sementara CFR Cluj hanya membalas melalui Stefan Drazic. Kekalahan ini semakin memperkeruh suasana di kubu CFR Cluj.
Meski demikian, Zăvăleanu tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa klub terus bekerja keras untuk mencari sumber pendanaan guna menutupi utang. “Kami memiliki waktu sekitar 9 bulan hingga 1 tahun. Kami harus mendapatkan suntikan modal atau dana dari pemilik untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditor,” jelasnya. Ia juga memuji pelatih Marius Șumudică yang dinilainya sebagai sosok yang berdedikasi dan mampu menjaga semangat tim.
Dengan berbagai permasalahan yang ada, masa depan CFR Cluj masih penuh ketidakpastian. Klub berjuluk “Feroviarii” ini harus segera menemukan solusi agar tidak semakin terpuruk. Dukungan dari para suporter dan manajemen yang solid menjadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan. Akankah CFR Cluj mampu melewati badai ini? Waktu yang akan menjawab.
