Alex Eala Tersingkir dari WTA Finals 2026 Usai Pilih Asian Games, Rela Bayar Denda Rp179 Juta
Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | JawaPos.com – Kabar mengecewakan datang dari dunia tenis Filipina. Alex Eala tersingkir dari WTA Finals 2026 setelah memilih Asian Games daripada China Open [titlebase]. Keputusan yang diambil dengan berat hati itu membuat petenis berusia 21 tahun tersebut kehilangan kesempatan meraih poin besar dan memupus harapannya tampil di turnamen akhir musim bergengsi tersebut.
Sebelumnya, Eala berada di peringkat ke-15 Race to the WTA Finals dengan koleksi 2.181 poin. Sementara itu, posisi kedelapan yang menjadi batas kualifikasi ditempati Linda Noskova dengan 4.234 poin. Selisih yang cukup jauh itu sebenarnya masih bisa dikejar andai Eala tampil di China Open, turnamen WTA 1000 yang menyediakan hingga 1.000 poin peringkat. Namun, ia memutuskan untuk membela Filipina di Asian Games yang tidak menawarkan poin WTA sama sekali.
Keputusan tersebut membawa konsekuensi ganda. Selain kehilangan poin, Eala juga terancam denda sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp179 juta karena China Open merupakan turnamen WTA 1000 yang wajib diikuti. Meski demikian, Eala mengaku tidak menyesali pilihannya. Baginya, kesempatan membela negaranya di Asian Games jauh lebih berarti dibandingkan mengejar poin peringkat.
Peluang Eala untuk lolos ke WTA Finals 2026 sebenarnya sudah mulai menipis sejak ia tersingkir dini di Singapore Open. Pada turnamen yang digelar di OCBC Arena tersebut, Eala yang memasuki babak awal dengan status favorit harus mengakui keunggulan Tatiana Prozorova melalui pertarungan tiga set 4-6, 7-5, 6-3. Kekalahan itu terasa menyakitkan karena Eala sempat memenangi set pertama dan unggul 4-2 di set kedua sebelum Prozorova bangkit dan membalikkan keadaan dalam pertandingan yang berlangsung sekitar tiga jam.
Padahal, Eala datang ke Singapura dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjalani musim yang mengesankan. Ia tercatat pernah mengalahkan sejumlah juara Grand Slam seperti Iga Swiatek, Naomi Osaka, dan Elena Rybakina. Prestasi puncaknya adalah meraih gelar WTA pertama di DC Open pada Agustus lalu, sekaligus menjadi petenis Filipina pertama yang menembus peringkat 20 dunia. Dukungan besar dari penggemar Filipina di Singapura pun tidak cukup mengantarkannya ke perempat final.
Setelah tersingkir dari Singapore Open, Eala langsung bertolak ke Jepang untuk memperkuat Filipina di Asian Games. Ia menyatakan akan memproses kekalahan tersebut sebelum kembali bekerja dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya. Namun, langkahnya di Asian Games harus dibayar mahal dengan tersingkirnya ia dari persaingan WTA Finals 2026.
Dengan sisa jadwal di Wuhan Open dan Hong Kong Open, Eala masih bisa mengumpulkan poin. Akan tetapi, tambahan poin maksimal dari kedua turnamen tersebut tidak akan cukup untuk mengejar selisih 2.053 poin dari Linda Noskova. Secara matematis, Alex Eala tersingkir dari WTA Finals 2026 setelah memilih Asian Games daripada China Open [titlebase] menjadi kenyataan yang tak terhindarkan.
Keputusan Eala memang menuai pro dan kontra. Sebagian pengamat menilai ia seharusnya memprioritaskan karier individu dengan tampil di China Open, sementara yang lain memuji semangat patriotisme-nya. Terlepas dari itu, Alex Eala tersingkir dari WTA Finals 2026 setelah memilih Asian Games daripada China Open [titlebase] tetap menjadi sorotan utama di dunia tenis internasional.
Bagi Eala, ini bukan akhir dari segalanya. Pengalaman di Asian Games bisa menjadi modal berharga untuk mengasah mental dan kemampuan teknisnya. Dengan usia yang masih muda, ia masih memiliki banyak peluang untuk kembali bersaing di level tertinggi pada musim-musim mendatang. Yang terpenting, ia telah menunjukkan bahwa membela negara adalah prioritas yang tak bisa ditawar.
Ke depan, Eala dijadwalkan kembali ke lapangan untuk mengikuti sisa turnamen musim ini. Fokusnya kini adalah memperbaiki peringkat dan menyiapkan diri menyambut musim 2027. Kisah Alex Eala tersingkir dari WTA Finals 2026 setelah memilih Asian Games daripada China Open [titlebase] akan menjadi pelajaran berharga tentang arti sebuah pilihan dan konsekuensinya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: JawaPos.com, Tennis World USA, Flashscore
