Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC: Nominal Fantastis di Balik Kepindahannya ke Indonesia

Foto: Istimewa

Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC: Nominal Fantastis di Balik Kepindahannya ke Indonesia

Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC menjadi salah satu pengakuan paling mengejutkan dari mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan tersebut. Dalam wawancara eksklusif bersama media Belgia, Het Nieuwsblad, yang dipublikasikan pada 12 Oktober 2026, pesepakbola berdarah Indonesia-Belgia itu membuka rahasia di balik kepindahannya ke klub Liga 1 Indonesia tersebut. Pengakuan ini sekaligus menjawab rasa penasaran publik sepak bola tanah air tentang nilai kontrak yang membuatnya rela meninggalkan gemerlap kompetisi Eropa.

Nainggolan menjelaskan bahwa kedatangannya ke Indonesia bukanlah rencana yang sudah lama ia susun. Awalnya, ia datang ke tanah air sebagai duta Piala Dunia U-17. Momen itulah yang membuka jalan baginya untuk kembali berkarier di lapangan hijau, setelah sebelumnya sempat berencana menggantung sepatu alias pensiun dari dunia sepak bola profesional. Tawaran bermain datang tak lama setelah kunjungannya tersebut, dan ia pun memilih untuk melanjutkan aktivitasnya di Jakarta maupun Bali.

Peran Erick Thohir dan Proses Kepindahan

Dalam pengakuannya, Nainggolan menyebut nama Erick Thohir sebagai sosok kunci di balik keputusannya memperkuat Bhayangkara FC. Erick Thohir, yang saat itu disebut sebagai mantan ketua Inter Milan dan kini menjabat sebagai ketua Asosiasi Sepak Bola Indonesia, disebut mengirimkan undangan langsung kepada Nainggolan. Undangan tersebut menjadi titik balik yang mengubah rencananya untuk berhenti bermain.

Nainggolan mengisahkan bahwa ia sempat ragu, namun tantangan baru di Indonesia serta kedekatan emosional dengan negara asal darah keluarganya membuatnya mantap menerima tawaran tersebut. Kepindahan ini bukan sekadar soal uang, melainkan juga soal warisan dan kontribusi bagi sepak bola Indonesia yang tengah berbenah.

Nominal Gaji yang Bikin Publik Terkejut

Meski tidak merinci angka pastinya secara detail dalam kutipan yang beredar, Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC dengan gamblang menyebut bahwa bayaran yang ia terima jauh dari kesan ‘pensiun dini’. Angka yang ia sebutkan membuat publik sepak bola nasional kembali berdiskusi soal standar gaji pemain asing di Liga 1. Beberapa pengamat menilai nominal tersebut sepadan dengan reputasi dan pengalaman Nainggolan yang pernah bersinar di Serie A Italia.

Berikut sejumlah poin penting dari pengakuan Nainggolan:

  • Kedatangan awal ke Indonesia sebagai duta Piala Dunia U-17.
  • Rencana pensiun yang dibatalkan setelah mendapat undangan dari Erick Thohir.
  • Pilihan lokasi aktivitas di Jakarta atau Bali.
  • Pengakuan terbuka soal nominal gaji di Bhayangkara FC.
  • Wawancara eksklusif bersama Het Nieuwsblad pada 12 Oktober 2026.

Dampak bagi Sepak Bola Indonesia

Pengakuan Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC turut membuka mata banyak pihak tentang bagaimana klub-klub Liga 1 bersaing mendatangkan pemain berkelas internasional. Kehadiran Nainggolan tidak hanya mendongkrak popularitas Bhayangkara FC, tetapi juga menarik perhatian media asing terhadap kompetisi domestik Indonesia. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa Liga 1 semakin diperhitungkan di kancah Asia.

Aspek Keterangan
Klub Bhayangkara FC
Media Wawancara Het Nieuwsblad
Tanggal Publikasi 12 Oktober 2026
Peran Kunci Erick Thohir
Lokasi Aktivitas Jakarta atau Bali

Dari sisi marketing, kehadiran Nainggolan terbukti meningkatkan eksposur klub, baik di media sosial maupun pemberitaan nasional. Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan soal keberlanjutan strategi rekrutmen klub-klub Liga 1 yang kerap mengandalkan nama besar ketimbang pembinaan pemain muda. Publik pun menantikan apakah pengakuan ini akan mendorong transparansi kontrak pemain di masa depan.

Kesimpulan

Radja Nainggolan Ungkap Gaji di Bhayangkara FC menjadi cermin betapa sepak bola Indonesia kini mampu menarik perhatian pemain kelas dunia. Keputusan Nainggolan yang semula ingin pensiun, lalu berbelok arah berkat undangan Erick Thohir, menunjukkan bahwa faktor relasi dan visi besar sepak bola nasional masih punya daya tarik kuat. Pengakuan soal gaji ini sekaligus menegaskan bahwa Liga 1 bukan lagi sekadar pelabuhan akhir, melainkan panggung yang layak diperhitungkan. Ke depan, publik berharap keterbukaan semacam ini diikuti dengan tata kelola klub yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Het Nieuwsblad via Suara Landak