Kustomfest 2025 Tutup Festival Kustom di Yogyakarta, Cetak 26.787 Pengunjung dan Kirim Pesan Kreativitas Sosial
Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Kustomfest 2025 Tutup Festival Kustom di Yogyakarta menjadi penanda berakhirnya perhelatan akbar budaya kustom terbesar di Indonesia yang telah memasuki edisi ke-15. Acara yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, resmi ditutup pada Minggu malam (11/10/2026) setelah dua hari penuh menyajikan berbagai atraksi, pameran, dan pertunjukan yang memukau. Sejak pembukaan yang dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG, bersama KPH. Purbodiningrat, antusiasme pengunjung terus mengalir hingga malam penutupan.
Direktur Kustomfest, Lulut Wahyudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini mengusung pesan mendalam tentang pengembangan kreativitas dan kepedulian sosial. Menurutnya, festival bukan sekadar ajang pamer kendaraan modifikasi, tetapi juga ruang ekspresi bagi para pelaku dunia kustom untuk menunjukkan karya terbaik mereka. “Kami ingin Kustomfest menjadi wadah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Sepanjang dua hari penyelenggaraan, tercatat sebanyak 26.787 pengunjung memadati area festival. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budaya kustom, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga mancanegara. Berbagai konten menarik disajikan, mulai dari pameran motor dan mobil modifikasi, bazar produk kreatif, hingga sesi jumpa penggemar dengan para builder terkenal. Penutupan rangkaian kegiatan ditandai dengan pengundian hadiah utama berupa perjalanan ke Jepang pada Desember mendatang, yang disambut antusias oleh para pengunjung.
Keberhasilan Kustomfest 2025 Tutup Festival Kustom di Yogyakarta tidak lepas dari kerja keras panitia dan dukungan berbagai pihak. Lulut menambahkan bahwa tahun ini pihaknya menghadirkan lebih banyak konten edukatif, seperti lokakarya dan diskusi panel, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kustom di Indonesia. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa, baik dari peserta maupun pengunjung. Ini menjadi energi positif untuk terus berkembang,” tambahnya.
Festival ini juga menjadi ajang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Berbagai stan makanan, minuman, dan kerajinan tangan turut meramaikan acara. Tidak hanya itu, Kustomfest juga menggandeng komunitas lokal untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti donor darah dan penggalangan dana untuk korban bencana. Hal ini sejalan dengan pesan kepedulian sosial yang diusung oleh penyelenggara.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan Kustomfest memberikan dampak signifikan bagi perputaran roda ekonomi di Yogyakarta. Selama dua hari, hotel, restoran, dan transportasi lokal merasakan lonjakan permintaan. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wali Kota Hasto Wardoyo mengapresiasi penyelenggaraan acara ini dan berharap dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Kustomfest adalah salah satu event yang mampu menarik wisatawan dan memperkenalkan Yogyakarta di kancah internasional,” ujarnya.
Meski demikian, panitia mengakui masih ada beberapa catatan untuk perbaikan, seperti pengaturan lalu lintas dan area parkir yang sempat padat. Namun secara keseluruhan, Kustomfest 2025 Tutup Festival Kustom di Yogyakarta berjalan lancar dan sukses. Lulut berjanji akan terus melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih baik lagi.
Para pengunjung yang hadir mengaku puas dengan pengalaman yang mereka dapatkan. “Saya datang dari luar kota khusus untuk melihat festival ini. Sangat keren, banyak inspirasi untuk modifikasi motor saya,” ujar Rizky, salah satu pengunjung. Hal senada disampaikan oleh Sarah, pengunjung asal Jakarta. “Acaranya tertata rapi, banyak tenant makanan enak, dan yang pasti bisa melihat langsung karya-karya kustom terbaik,” tuturnya.
Kustomfest 2025 Tutup Festival Kustom di Yogyakarta juga menjadi momen bagi para juara untuk menerima penghargaan. Berbagai kategori lomba, seperti Best of Show, Best Engine, dan Best Paint, diumumkan pada malam penutupan. Para pemenang mendapatkan trofi, hadiah uang tunai, serta kesempatan untuk tampil di ajang internasional. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi para builder untuk terus berkarya.
Sebagai penutup, penyelenggaraan Kustomfest tahun ini membuktikan bahwa budaya kustom di Indonesia semakin matang dan diakui. Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap tahunnya, festival ini berpotensi menjadi ikon wisata tahunan di Yogyakarta. Diharapkan, edisi berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak inovasi dan kolaborasi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat budaya kustom di Asia Tenggara. Kustomfest bukan hanya tentang kendaraan, tetapi tentang komunitas, kreativitas, dan kepedulian yang menyatu dalam satu panggung.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
