Boy Thohir di Pusaran Bisnis dan Hukum: Saham Melaju, KPK Menggeledah

Foto: Istimewa

Boy Thohir di Pusaran Bisnis dan Hukum: Saham Melaju, KPK Menggeledah

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Nama pengusaha Garibaldi Thohir alias Boy Thohir kembali mencuri perhatian publik di tengah dinamika pasar modal dan penegakan hukum. Di satu sisi, saham-saham yang terafiliasi dengan Boy Thohir mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun ini, namun di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi perpajakan yang menyeret perusahaan tambang di bawah naungan grup usahanya.

Berdasarkan pantauan pasar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 73,48% secara year to date (ytd), jauh mengalahkan kinerja saham konglomerasi lain yang justru terpuruk. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga melesat 44,20% sejak awal Januari, meskipun PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi tipis 3,53%. Kinerja ini kontras dengan Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang sahamnya anjlok, seperti BRPT turun 54,13%, BREN keok 69,59%, dan TPIA rontok 74,86%.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry, menilai penguatan saham-saham Boy Thohir bukan sekadar efek Santa Rally di akhir tahun. Menurutnya, ada kombinasi tiga faktor yang bekerja bersamaan. “Saya masih melihat prospek positif sampai akhir tahun, ditopang fundamental grup, harga komoditas dan ekspektasi capital flow ke saham energi,” kata Elandry kepada Katadata, Selasa (6/10). Ia pun memberikan target harga AADI di kisaran Rp 14.000-15.000 per saham, ADRO Rp 3.000-3.300, dan ADMR Rp 1.900-2.100.

Dari sisi fundamental, AADI membukukan laba bersih US$ 473,76 juta atau setara Rp 8,47 triliun pada semester pertama tahun ini, naik 10,51% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 428,68 juta. Pendapatan AADI naik menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,39 miliar secara tahunan, didorong penjualan batu bara domestik yang meningkat 16,49% menjadi US$ 400,43 juta. Sementara itu, ADRO mencatat pertumbuhan laba paling agresif, melesat 76,83% menjadi US$ 309,36 juta dari US$ 174,94 juta, seiring kenaikan pendapatan perseroan menjadi US$ 999,24 juta.

BRI Danareksa Sekuritas turut merevisi naik proyeksi laba bersih ADRO menjadi Rp 600 miliar pada 2026, Rp 714 miliar pada 2027, dan Rp 731 miliar pada 2028. Analis Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta menaikkan asumsi harga batu bara kokas menjadi US$ 230 per ton pada 2026, US$ 220 pada 2027, dan US$ 200 pada 2028 dari sebelumnya US$ 170 per ton. Penguatan harga batu bara kokas sepanjang sembilan bulan 2026 dipicu gangguan pasokan dari China dan Mongolia. Namun, gangguan pengangkutan melalui Sungai Barito diperkirakan membatasi penjualan ADMR pada kuartal III-2026 menjadi 0,5 juta–0,7 juta ton.

Di sisi lain, Boy Thohir juga tengah menjadi sorotan dalam penyidikan KPK terkait dugaan korupsi perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. KPK menggeledah delapan lokasi di Banjarmasin dan Banjarbaru pada 26–28 Agustus 2026. Penggeledahan menyasar rumah dan kantor pihak swasta, dan penyidik menyita sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dokumen yang ditemukan akan dianalisis dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang dinilai mengetahui substansi perkara.

Sebelum penggeledahan, KPK telah memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak PT Adaro Energy Tbk, Jul Seventa Tarigan, pada 19 Agustus 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak. KPK juga mengonfirmasi bahwa salah satu dari delapan lokasi penggeledahan merupakan perusahaan pertambangan. Meski demikian, keterangan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pribadi Boy Thohir dalam tindak pidana yang sedang disidik. Proses hukum ini masih berjalan dan asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi.

Selain itu, dalam dunia olahraga, nama keluarga Thohir juga menuai prestasi. Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Selatan sekaligus Anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat Bidang Media dan Komunikasi, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Menurutnya, kepemimpinan Erick Thohir bersama jajaran PSSI telah membawa semangat baru dalam membangun sepak bola nasional.

Dengan fundamental yang kuat, prospek komoditas energi yang masih menjanjikan, serta ekspektasi capital flow ke saham energi, saham-saham Boy Thohir diprediksi masih memiliki ruang untuk tumbuh hingga akhir tahun. Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan penyidikan KPK yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Kombinasi antara kinerja keuangan yang solid dan risiko hukum menjadi dua sisi mata uang yang harus dicermati secara bijak. Pada akhirnya, transparansi dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci keberlanjutan usaha di tengah ketidakpastian global.

Tags: