Rahayu Saraswati: Dari Parlemen ke Kursi Komisaris Victoria Care, Simak Rekam Jejaknya
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo kembali menjadi sorotan publik setelah namanya diusulkan sebagai calon Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI). Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini dikenal memiliki pengalaman lintas sektor, mulai dari politik, kewirausahaan, hingga pemberdayaan sosial. Pencalonan tersebut menandai babak baru dalam karier Rahayu Saraswati di dunia bisnis, khususnya di industri manufaktur kosmetik dan produk perawatan tubuh.
Berdasarkan profil yang disampaikan perseroan, Rahayu Saraswati memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam advokasi kebijakan publik, kepemimpinan organisasi, serta pengembangan usaha. Ia juga aktif mengangkat isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan generasi muda. Pengangkatannya sebagai Komisaris Victoria Care masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Rekam Jejak Politik dan Organisasi
Dalam dunia politik, Rahayu Saraswati bukan sosok baru. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014–2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Di Partai Gerindra, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Nasional Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi kepemudaan partai tersebut. Selama berkiprah di parlemen, ia memiliki pengalaman dalam pengawasan kebijakan di sektor industri, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan penyiaran publik.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan dinamika kebijakan publik dan perkembangan dunia usaha. Selain aktif di legislatif, Rahayu Saraswati juga membangun sejumlah inisiatif di bidang kewirausahaan, pendidikan, dan sosial. Ia mendirikan Layar Digi, platform mikro-sinema yang bertujuan memperluas akses terhadap film Indonesia, serta Wira’s Playroom, inisiatif pembelajaran inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan beragam.
Pengunduran Diri dari Trinland
Di tengah kabar pencalonannya sebagai Komisaris Victoria Care, Rahayu Saraswati diketahui mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Trinland. Pengunduran diri tersebut diterima perseroan pada 7 Oktober 2026. Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menyatakan bahwa pengunduran diri itu akan diputuskan dalam RUPSLB sesuai ketentuan POJK No. 33/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan.
Meski mengundurkan diri, Rahayu Saraswati tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya hingga pengunduran diri berlaku efektif. Ia juga berkomitmen mendukung kelancaran proses transisi. Setelah efektif, ia tidak lagi menjabat dalam jajaran pengurus perseroan, namun tetap menjadi pemegang saham, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ishak menambahkan bahwa visi yang dibawa Rahayu Saraswati sejak bergabung, yakni mendorong pembangunan gedung dan pengembangan properti yang lebih sadar dan ramah lingkungan, akan tetap menjadi warisan.
Kiprah di Dunia Bisnis dan Sosial
Kiprah Rahayu Saraswati di dunia bisnis semakin memperkuat posisinya sebagai figur multi-talenta. Selain mendirikan Layar Digi dan Wira’s Playroom, ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak. Hal ini sejalan dengan visinya untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas. Pencalonannya sebagai Komisaris Victoria Care diharapkan dapat membawa perspektif baru, terutama dalam aspek tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial.
Dengan latar belakang yang kaya, Rahayu Saraswati diyakini mampu berkontribusi signifikan bagi Victoria Care Indonesia. Perusahaan manufaktur kosmetik ini tengah memperkuat posisinya di pasar nasional dan internasional. Kehadiran sosok seperti Rahayu Saraswati di jajaran komisaris dapat menjadi nilai tambah, terutama dalam menjembatani kepentingan bisnis dengan kebijakan publik yang mendukung pertumbuhan industri.
Menunggu Restu Pemegang Saham
Hingga berita ini diturunkan, proses pencalonan Rahayu Saraswati sebagai Komisaris Victoria Care masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB. Jika disetujui, ia akan resmi bergabung dengan jajaran komisaris perusahaan. Publik pun menantikan langkah selanjutnya dari perempuan yang telah malang melintang di berbagai sektor ini.
Karier Rahayu Saraswati menunjukkan bahwa seorang perempuan dapat berperan di banyak bidang sekaligus. Dari parlemen hingga dunia bisnis, ia terus membuktikan kemampuannya. Pencalonan ini menjadi cerminan bahwa pengalaman lintas sektor menjadi nilai jual tersendiri di era profesionalisme saat ini.
Dengan segala rekam jejak yang dimiliki, Rahayu Saraswati berpotensi membawa warna baru di Victoria Care Indonesia. Masyarakat pun menanti kontribusinya, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi kemajuan industri kosmetik nasional. Semua mata kini tertuju pada keputusan RUPSLB yang akan menentukan langkah berikutnya.
