Momen Pelantikan Wantimpres: Eks Ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab Merapat ke Istana

Foto: Istimewa

Momen Pelantikan Wantimpres: Eks Ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab Merapat ke Istana

Kalimantan Update – 03 Oktober 2026 | Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana [titlebase] menjadi sorotan publik Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan ini menandai babak baru dalam struktur kepresidenan, dengan menghadirkan sejumlah nama besar dari berbagai latar belakang, mulai dari ulama, akademisi, politikus, hingga tokoh lintas agama. Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden tentang pengangkatan para pejabat negara.

Dalam susunan baru tersebut, Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, didampingi Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Selain melantik jajaran Wantimpres, Prabowo juga menetapkan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menggantikan Qodari yang berpindah tugas. Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana [titlebase] ini pun menjadi penanda kuat bahwa Presiden Prabowo ingin merangkul seluruh elemen bangsa, terutama tokoh agama yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah KH Said Aqil Siroj. Ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953, ini dikenal sebagai mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjabat selama dua periode, yakni 2010–2021. Pria yang akrab disapa Kiai Said ini merupakan putra pasangan KH Aqil Siroj dan Hj. Afifah Harun, dan tumbuh di lingkungan Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon. Kiprahnya di NU dimulai ketika ia terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-32 di Makassar pada 2010 dengan perolehan 294 suara, mengalahkan Slamet Effendi Yusuf yang meraih 201 suara. Ia kembali terpilih pada Muktamar ke-33 di Jombang pada 2015 dengan 287 dari 412 suara muktamirin, dan memimpin hingga 2021.

Setelah menyelesaikan masa kepemimpinannya, Said Aqil tercatat sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2022–2027. Di bidang pendidikan, ia saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon. Selain aktif di organisasi keagamaan dan pendidikan, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Sejak 2010, namanya turut tercantum dalam daftar The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berbasis di Yordania. Dengan pengalaman panjang tersebut, kehadirannya di Wantimpres diharapkan mampu memberikan nasihat dan pertimbangan strategis kepada Presiden Prabowo.

Selain Said Aqil, sejumlah tokoh agama terkemuka juga turut dilantik. M Quraish Shihab, ulama dan cendekiawan Al-Qur’an yang pernah menjabat Menteri Agama pada 1998 serta Duta Besar untuk Mesir, menjadi salah satu nama yang paling dinanti. Kehadiran Quraish Shihab di jajaran Wantimpres diyakini akan memperkaya perspektif keagamaan dalam pengambilan kebijakan. Tak hanya itu, Shinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), juga dipercaya sebagai anggota. Shinta Nuriyah dikenal aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta pendampingan kelompok rentan. Ia juga merupakan Mustasyar PBNU masa khidmat 2026–2031.

Deretan tokoh NU lainnya yang masuk dalam barisan Wantimpres antara lain KH Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI yang juga menjabat Wakil Rais ‘Aam Syuriyah PBNU 2026–2031, serta KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mantan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2021–2026. Ada pula Jusuf Hamka, pengusaha keturunan Tionghoa yang pernah mencatat sejarah sebagai orang Tionghoa pertama di jajaran kepengurusan inti PBNU. Jusuf Hamka mengaku kaget saat dihubungi Sekretaris Kabinet. “Saya dikabarkan Seskab. Saya kaget, saya cuma bilang alhamdulillah, negara mempercayai saya. Bapak presiden minta, siap. Diminta negeri tidak boleh ditolak, dan kita harus berbakti buat negeri,” ujarnya kepada wartawan di Istana Negara.

Tokoh lintas agama juga mendapat tempat dalam struktur Wantimpres. Prabowo melantik Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, dan Ida Bagus Purwalaksana sebagai anggota. Sementara Jacky Manuputty dan Ignasius Jonan juga dilantik, meski tidak hadir langsung di Istana. Para anggota Wantimpres yang hadir membacakan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing, dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. “Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian bunyi sumpah yang mereka ucapkan.

Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana [titlebase] ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran para tokoh agama dan organisasi masyarakat besar seperti NU menunjukkan upaya pemerintah membangun legitimasi moral dan spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan. Pratikno, yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), kini dipercaya memimpin Wantimpres. Latar belakangnya sebagai akademisi dan guru besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), serta pengalaman sebagai Rektor UGM dan Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Joko Widodo, menjadi modal berharga. Sementara Hatta Rajasa, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah menduduki berbagai jabatan menteri, mulai dari Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, melengkapi komposisi kepemimpinan Wantimpres.

Dengan komposisi yang beragam ini, Wantimpres diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran ulama seperti Said Aqil Siroj dan Quraish Shihab memberikan bobot moral, sementara tokoh lintas agama memperkuat semangat kebinekaan. Momen pelantikan Wantimpres: eks ketum PBNU Said Aqil hingga Quraish Shihab merapat ke istana [titlebase] menjadi cermin bahwa kepemimpinan nasional membutuhkan sinergi dari semua elemen. Ke depan, publik akan menantikan kontribusi nyata dari para penasihat presiden ini dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Sebagai penutup, pelantikan 26 anggota Wantimpres ini menandai dimulainya tugas baru bagi para tokoh yang telah lama mengabdi pada bangsa. Mereka kini memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan masukan strategis kepada Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat berharap agar lembaga ini tidak hanya menjadi tempat menampung tokoh, tetapi benar-benar menjadi wadah pemikiran yang konstruktif bagi kemajuan Indonesia. Dengan pengalaman dan integritas yang dimiliki, para anggota Wantimpres diyakini mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, makmur, dan bermartabat.