Jalan Gatot Subroto Jadi Sorotan: Kemacetan Pagi, Kecelakaan Bus, hingga Antrean Pertalite
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Jalan Gatot Subroto kembali menjadi perhatian publik dalam sepekan terakhir. Ruas jalan yang membentang di sejumlah kota ini mencatat berbagai peristiwa penting, mulai dari kemacetan jam sibuk pagi di Jakarta, kecelakaan bus di Mamuju, insiden mobil listrik di Jakarta Selatan, hingga antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan Pertalite di Tabanan, Bali. Dinamika di Jalan Gatot Subroto ini menggambarkan betapa vitalnya peran ruas jalan tersebut dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.
Di Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta meluncurkan program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) pada Senin, 12 Oktober 2026. Sebanyak 1.420 personel gabungan diterjunkan ke 90 titik prioritas kepadatan lalu lintas yang tersebar di lima wilayah kota administrasi. Program bertajuk “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran” ini bergulir rutin setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat respons cepat instansi terhadap hambatan lalu lintas melalui peninjauan langsung di lapangan. “Kami ingin memastikan para pejabat turut melihat langsung kondisi lalu lintas, mengidentifikasi hambatan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” paparnya.
Pada koridor utama Jalan Jenderal Sudirman hingga Dukuh Atas, sebanyak 24 personel disiagakan. Konsentrasi pengamanan juga difokuskan pada area penyempitan jalan akibat proyek galian, seperti di Jalan Cideng Timur dan Cideng Barat yang dijaga 11 personel, serta kawasan Jalan Tanah Abang, Jalan Kesehatan, dan Jalan Abdul Muis dengan 18 personel. Jalan Gatot Subroto sendiri menjadi salah satu ruas yang kerap dilintasi kendaraan dari koridor tersebut, sehingga penanganan di titik-titik penyempitan menjadi kunci kelancaran arus.
Namun, tantangan di Jalan Gatot Subroto tidak hanya soal kepadatan. Pada Minggu, 27 September 2026 pagi, sebuah mobil listrik BYD mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kendaraan tersebut ringsek akibat insiden itu. Peristiwa ini menambah daftar panjang kejadian lalu lintas di ruas jalan yang sama.
Di sisi lain, Jalan Gatot Subroto juga menjadi lokasi kecelakaan maut di Mamuju, Sulawesi Barat. Bus Neo Trans dengan nomor polisi DD 7415 RP terguling di Jalan Gatot Subroto, tepatnya dekat gerbang Kota Mamuju, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, pada Minggu, 11 Oktober 2026 pagi. Bus berangkat dari Makassar menuju Palu dan mengangkut 26 orang, terdiri dari 4 kru dan 22 penumpang.
Kasat Lantas Polresta Mamuju AKP Agussalim Tahang membenarkan insiden tersebut. Kapolsek Kota Mamuju AKP Hamring menambahkan bahwa korban terdiri dari 6 luka berat, 8 luka sedang, dan 7 luka ringan. Seluruh korban dievakuasi ke RSUD Sulbar dan RS Bhayangkara. Dari video yang beredar, bus berwarna oranye dan kuning itu terguling di jalan turunan tajam menikung, dengan bagian atap dan depan ringsek. Polisi masih mendalami kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, di Tabanan, Bali, Jalan Gatot Subroto juga menjadi saksi antrean panjang kendaraan akibat kelangkaan bahan bakar minyak jenis Pertalite. Pada Minggu, 11 Oktober 2026, warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain. Antrean mengular hingga bahu jalan, salah satunya di SPBU Jalan Gatot Subroto, Sanggulan.
I Wayan Ega Antara, warga Banjar Pasekan Belodan, mengaku mendatangi empat SPBU, termasuk di kawasan Pesiapan, Grogak, Sanggulan, dan Jalan Gatot Subroto. Seluruhnya kehabisan Pertalite. “Rencananya mobil mau dipakai untuk persiapan pernikahan sepupu ke Karangasem. Sudah empat SPBU saya datangi, Pertalite kosong,” ujarnya. Seorang ibu rumah tangga, Lita, bahkan harus mencari bensin eceran hingga ke wilayah Kerambitan agar kendaraan anaknya siap menghadapi ujian tengah semester.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Polda Metro Jaya juga melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta pada 10-11 Oktober 2026, menyusul kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Sembilan jalan ditutup sementara saat rombongan melintas, dan Jalan Gatot Subroto menjadi salah satu ruas yang terdampak.
Kesimpulan: Dinamika di Jalan Gatot Subroto mencerminkan kompleksitas pengelolaan transportasi dan keselamatan berkendara di Indonesia. Mulai dari program Gebrak Pagi di Jakarta, kecelakaan bus di Mamuju, insiden mobil listrik, hingga antrean Pertalite di Tabanan, semuanya menuntut perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Diperlukan sinergi lintas sektor agar Jalan Gatot Subroto dan ruas jalan vital lainnya tetap aman, lancar, dan nyaman bagi semua pengguna.
