Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Kemenangan Manchester City dengan skor 3-0 atas Liverpool di Anfield pada Minggu (11-10-2026) berlangsung di tengah tekanan terkait perkara finansial klub. Seperti dilansir dari Bola, hasil tersebut turut memunculkan desakan agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City, tim yang masih menjalani proses banding. Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki mencetak gol yang membawa tim asuhan Enzo Maresca meraih kemenangan.
Hasil itu sekaligus mempertahankan rekor sempurna Manchester City di Premier League musim ini. Meski demikian, pertandingan tersebut menjadi sorotan karena merupakan penampilan pertama Manchester City sejak dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran aturan finansial liga. Sejumlah pihak mempertanyakan kelanjutan partisipasi klub dalam kompetisi selama persoalan tersebut belum tuntas.
Presenter televisi sekaligus jurnalis Inggris, Piers Morgan, termasuk tokoh yang menyampaikan kritik terhadap situasi tersebut. Ia menganggap aktivitas Manchester City yang tetap berjalan seperti biasa di tengah perkara finansial sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Kritik ini semakin menguatkan seruan agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City, bukan hanya sekadar membiarkan klub berlaga tanpa konsekuensi.
Desakan agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City bukanlah hal baru. Sejak kasus 114 pelanggaran finansial mencuat, berbagai pihak—mulai dari pengamat, mantan pemain, hingga suporter rival—telah menuntut kejelasan. Mereka menilai bahwa proses hukum yang berlarut-larut menciptakan ketidakadilan bagi klub-klub lain yang mematuhi aturan. Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak integritas kompetisi dan mengurangi kepercayaan publik terhadap Premier League.
Di sisi lain, Manchester City tetap menunjukkan performa impresif di lapangan. Kemenangan atas Liverpool menjadi bukti bahwa tim asuhan Enzo Maresca masih memiliki kualitas untuk bersaing di puncak klasemen. Namun, keberhasilan di lapangan tidak serta-merta menghapus masalah di ruang sidang. Justru, kombinasi antara prestasi dan pelanggaran menciptakan dilema etis bagi liga: apakah harus memberi sanksi tegas atau menunggu proses banding selesai?
Pengamat hukum olahraga menilai bahwa Premier League memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi sementara, seperti pengurangan poin, larangan transfer, atau bahkan degradasi, jika klub terbukti melanggar aturan secara serius. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil banding yang masih bergulir. Sementara itu, tekanan publik terus meningkat, terutama setelah kemenangan kontroversial di Anfield. Banyak yang berharap agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City sebagai bentuk keadilan dan efek jera.
Piers Morgan, melalui cuitannya di media sosial, menyatakan bahwa situasi ini “tidak masuk akal” karena Manchester City seolah-olah tidak terpengaruh oleh proses hukum yang sedang berjalan. Ia menyerukan agar liga bertindak cepat dan transparan. Kritik serupa juga datang dari sejumlah klub Premier League yang merasa dirugikan oleh dominasi Manchester City dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mendesak agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Manchester City terkait desakan sanksi tersebut. Klub masih fokus pada proses banding dan persiapan pertandingan berikutnya. Namun, jika Premier League memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berat, hal ini bisa menjadi preseden penting dalam sejarah sepak bola modern. Kasus ini juga akan menguji sejauh mana liga mampu menegakkan aturan finansial yang selama ini dianggap lemah.
Kesimpulannya, kemenangan Manchester City atas Liverpool tidak hanya menjadi sorotan karena kualitas permainan, tetapi juga karena konteks pelanggaran finansial yang membayangi. Desakan agar Premier League Pertimbangkan Sanksi Berat untuk Manchester City semakin kuat, terutama dari pihak-pihak yang menginginkan keadilan kompetitif. Bagaimana pun, keputusan akhir ada di tangan liga dan proses banding. Yang jelas, publik sepak bola menanti langkah tegas untuk menjaga integritas Premier League.

