Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Hasil liga 1 kembali menjadi sorotan utama setelah operator kompetisi I League resmi menggelar drawing dan pembagian grup Piala Liga atau League Cup musim 2026/27. Dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Rabu (7/10/2026), dipastikan bahwa juara Super League musim lalu, Persib Bandung, bersama runner-up Borneo FC, langsung melaju ke babak 8 besar tanpa harus melewati fase grup. Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi Maung Bandung yang tengah bersiap menghadapi jadwal padat. Sementara itu, sebanyak 36 tim lainnya harus berjuang lebih keras karena harus memulai perjalanan dari babak penyisihan grup.
Kompetisi baru yang akan bergulir pada 3 November 2026 hingga 19 Mei 2027 ini diikuti oleh 38 tim dari berbagai zona. Fase grup akan mempertemukan 36 tim yang terbagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi tiga tim. Sistem yang digunakan adalah single round robin, di mana setiap tim hanya akan menjalani dua pertandingan. Hanya juara grup yang berhak melaju ke babak 12 besar, ditambah enam tim yang berstatus sebagai tuan rumah berdasarkan perolehan poin terbaik di fase grup. Menariknya, League Cup juga menerapkan aturan ketat terkait pemain asing, di mana setiap tim hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal tiga pemain asing. Aturan ini tentu akan menguji kedalaman skuad masing-masing klub, sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk unjuk gigi.
Pembagian grup sendiri terbagi ke dalam empat zona besar: Zona Barat 1, Zona Barat 2, Zona Timur 1, dan Zona Timur 2. Di Zona Barat 1, Grup A dihuni oleh Persija, Sumsel United, dan PSMS. Grup B diisi Bhayangkara FC, Semen Padang, serta PSPS Pekanbaru. Sementara Grup C mempertemukan Dewa United, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh. Zona Barat 2 menyajikan Grup D yang berisi Java United, Adhyaksa FC, dan PSS Sleman; Grup E dengan PSIM Jogjakarta, Persikad, dan Persiku; serta Grup F yang dihuni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan PSGC. Menariknya, PSS Sleman tercatat dua kali dalam daftar grup yang berbeda, hal ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi operator kompetisi.
Beralih ke Zona Timur 1, Grup G mempertemukan Persebaya, PSBS Biak, dan Kendal Tornado FC. Grup H diisi Persik Kediri, Persis Solo, dan Deltras FC. Sedangkan Grup I menghadirkan Persijap, Madura United, dan Persela Lamongan. Terakhir, Zona Timur 2 menampilkan Grup J yang berisi Bali United, Barito Putera, dan Persiba; Grup K dengan PSM Makassar, Persipura, dan de Red FC; serta Grup L yang mempertemukan Arema FC, Isenmulang FC, dan RANS FC. Hasil liga 1 edisi kali ini memang berbeda dari biasanya karena formatnya berubah menjadi turnamen piala, namun gaungnya tetap terasa hingga ke pelosok daerah.
Di sisi lain, hasil liga 1 juga turut menyita perhatian penggemar sepak bola Eropa, khususnya Bundesliga Jerman 2026/2027. Borussia Moenchengladbach menjadi sorotan setelah menelan lima kekalahan beruntun di awal musim. Die Fohlen takluk 0-3 dari RB Leipzig, 3-4 dari SV Elversberg, 0-5 dari SC Freiburg, 3-4 dari Mainz 05, dan 1-2 dari FC Koeln. Rentetan hasil buruk ini membuat Gladbach menjadi satu-satunya tim yang belum meraih poin hingga pekan kelima. Manajemen pun memecat Eugen Polanski, lalu menunjuk Alexander Blessin sebagai pelatih permanen setelah Jan-Moritz Lichte sempat menjadi interim. Debut Blessin sendiri berakhir pahit saat kalah dalam Rhine Derby melawan Koeln.
Pekan kelima Bundesliga juga mencatatkan debut enam pemain muda. Empat di antaranya tampil dalam laga Union Berlin melawan Elversberg. Kastriot Imeri dan Mekhi Gray membantu Union Berlin menang 1-0, sementara Tom Zimmerschied dan Frederik Schmahl debut bersama Elversberg yang kalah. Juma Bah debut saat Augsburg menahan Bayern Muenchen 2-2 sebelum akhirnya cedera, sedangkan Dennis Seimen mencatat clean sheet dalam kemenangan Stuttgart 2-0 atas Paderborn. Menarik untuk menyimak apakah para debutan ini mampu konsisten di kompetisi seketat Bundesliga.
Kembali ke Tanah Air, hasil liga 1 edisi League Cup 2026/27 diprediksi akan berlangsung sengit. Dengan hanya juara grup yang lolos otomatis, setiap pertandingan akan menjadi laga hidup dan mati. Tim-tim seperti Persija, Persebaya, Bali United, dan Arema FC jelas tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Sementara Persib Bandung dan Borneo FC sudah bisa sedikit bersantai sambil memantau kekuatan calon lawan di babak 8 besar. Namun, status langsung lolos bukan jaminan juara. Sebab, tim yang lolos dari fase grup akan membawa momentum dan kepercayaan diri tinggi. Ajang ini juga menjadi kesempatan emas bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas, mengingat aturan maksimal tiga pemain asing per tim.
Secara keseluruhan, hasil liga 1 melalui ajang League Cup 2026/27 menjadi babak baru bagi sepak bola Indonesia. Format yang lebih ringkas dan kompetitif diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan serta daya tarik liga di mata penggemar. Dengan jadwal yang sudah pasti, para klub kini tinggal melakukan persiapan matang, termasuk meracik strategi dan memaksimalkan pemain lokal. Bagi Persib, lolos langsung ke 8 besar adalah keuntungan, tetapi tetap harus waspada. Sebab, di atas kertas, tim-tim lain akan datang dengan ambisi besar untuk menumbangkan sang juara bertahan. Kompetisi ini pun menjadi ajang pembuktian bagi operator dalam mengelola turnamen yang lebih rapi dan profesional.

