Mourinho Mengamuk: Daftar Hitam LaLiga, Wasit Aneh, hingga Kemarahan Fans Real Madrid

Foto: Istimewa

Mourinho Mengamuk: Daftar Hitam LaLiga, Wasit Aneh, hingga Kemarahan Fans Real Madrid

Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Real Madrid tengah dilanda badai ketidakpastian. Jose Mourinho, yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang kontroversial, semakin tertekan setelah serangkaian hasil buruk. Tekanan terhadap pelatih asal Portugal itu semakin memuncak setelah timnya hanya meraih kemenangan dramatis atas AS Roma di Liga Champions, sementara di LaLiga mereka tertinggal enam poin dari rival abadi Barcelona. Dalam situasi yang semakin panas, Mourinho melancarkan serangan verbal terhadap berbagai pihak, mulai dari LaLiga, wasit, hingga para penggemar Real Madrid sendiri.

Menurut laporan media Spanyol, Mourinho telah menyusun apa yang disebut sebagai ‘daftar hitam’ berisi sejumlah keluhan. Puncaknya terjadi ketika komite disiplin LaLiga mengumumkan hukuman empat pertandingan untuk Vinicius Jr akibat menarik rambut pemain Villarreal, hanya dua jam sebelum laga melawan Roma. Keputusan yang dianggap provokatif itu membuat Mourinho geram. “Apakah normal seorang pemain dari tim Spanyol, yang harus memainkan pertandingan penting bagi sepak bola Spanyol, mengetahui hukuman empat pertandingan dua jam sebelum kick-off?” tanyanya retoris kepada wartawan. “Anda tidak perlu menjawab, tapi itulah pertanyaannya. Apakah itu normal?”

Vinicius sendiri tampil buruk dalam laga melawan Roma. Ia hanya menyentuh bola 22 kali, tidak melepaskan satu pun tembakan, dan melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol kedua Roma. Mourinho kemudian menariknya keluar pada menit ke-59 dan digantikan oleh Endrick, yang langsung menjadi pahlawan kemenangan. Keputusan itu memicu kemarahan Vinicius, yang terlihat kecewa dan bertanya, “Mengapa saya diganti?” Meski demikian, Mourinho membela reaksi pemainnya. “Wajar jika dia tidak senang. Tapi jika dia melempar botol atau menendang sesuatu, itu yang tidak saya sukai,” ujarnya.

Di tengah gejolak di lapangan, Real Madrid juga bergerak di ranah korporasi. Klub resmi merekrut Bernd Reichart, mantan CEO RTL dan tokoh kunci di balik proyek Superliga Eropa. Reichart akan menempati posisi yang lama kosong sebagai kepala area bisnis, meliputi stadion, sponsor, dan merchandising. Ia akan melapor langsung kepada Jose Angel Sanchez, direktur umum klub. Kehadiran Reichart menimbulkan spekulasi bahwa kesepakatan damai global untuk sepak bola Eropa semakin dekat, setelah sebelumnya tercapai kesepakatan prinsip pada Februari lalu.

Namun, masalah tidak hanya seputar performa tim. Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, terseret dalam penyelidikan korupsi di Prancis. Mbappe diperiksa oleh pihak berwenang pada 30 September terkait transfer sebesar 60.300 euro kepada Mohamed Sanhadji, mantan kepala keamanan tim nasional Prancis. Uang tersebut berasal dari bonus Piala Dunia 2022 dan diduga terkait dengan jasa keamanan pribadi. Ibu Mbappe, Fayza Lamari, juga telah diperiksa pada 9 Oktober terkait permintaan bantuan visa. Sanhadji diduga menerima lebih dari 300.000 euro dari berbagai pesepakbola, termasuk Franck Ribery, Raphael Varane, dan Laurent Blanc. Hingga kini, belum ada vonis, dan asas praduga tak bersalah tetap berlaku.

Sementara itu, di Brasil, lembaga survei Real Time Big Data akan merilis hasil polling terbaru untuk putaran kedua pemilihan presiden antara Lula dan Flavio Bolsonaro. Survei ini dilakukan lima hari sebelum pemungutan suara, dengan 2.000 responden dan margin of error dua persen. Hasil sementara menunjukkan persaingan ketat, dengan Flavio Bolsonaro meraih 50% dan Lula 49%. Pada putaran pertama, Flavio mendapatkan 47,03% suara sah, sedangkan Lula 45,16%.

Kembali ke Madrid, tekanan terhadap Mourinho semakin besar. Kekalahan dari Barcelona dalam Clasico mendatang bisa menjadi pukulan telak. Mourinho dikenal sebagai sosok yang gemar mencari konflik untuk mengalihkan perhatian dari masalah tim. Namun, kali ini, kritik datang dari berbagai arah, termasuk dari pendukung Real Madrid sendiri yang mulai bersuara. Dengan jadwal padat dan performa yang belum stabil, masa depan Mourinho di Santiago Bernabeu dipertaruhkan. Apakah ia mampu membalikkan keadaan, atau justru semakin tenggelam dalam pusaran kontroversi? Waktu yang akan menjawab.