Maximo Quiles Rajai Mandalika dan Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026, Veda Ega Finis Keenam

Foto: Istimewa

Maximo Quiles Rajai Mandalika dan Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026, Veda Ega Finis Keenam

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Pembalap muda Spanyol Maximo Quiles resmi mengunci gelar Juara Dunia Moto3 2026 setelah tampil dominan dan memenangi balapan Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Maximo Quiles, yang baru berusia 18 tahun, karena ia berhasil menyegel mahkota juara dunia saat musim masih menyisakan lima seri.

Maximo Quiles, yang memperkuat CFMOTO Gaviota Aspar Team, menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik. Ia unggul 2,994 detik atas David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang finis di posisi kedua, sementara Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo melengkapi podium ketiga dengan defisit +5,156 detik.

Meski memulai balapan dari posisi keenam, pembalap bernomor 28 itu langsung mengambil alih jalannya lomba pada lap ketiga dan tak pernah lagi tersentuh. Sepanjang balapan, Maximo Quiles mampu menjaga ritme dan keunggulannya di bawah terik cuaca pesisir Lombok, meninggalkan para pesaingnya dalam duel sengit di belakang.

Dominasi Sepanjang Musim

Kemenangan di Mandalika menjadi kemenangan kesepuluh Maximo Quiles musim ini. Dari total seri yang telah dilakoni hingga GP Indonesia, ia mencatatkan statistik fantastis: sepuluh kali menang, empat kali finis runner-up, dan satu kali naik podium ketiga. Hingga seri Mandalika berakhir, Quiles bertengger kokoh di puncak klasemen dengan raihan 351 poin, unggul telak 132 poin atas David Almansa di posisi kedua yang mengoleksi 219 poin, serta Brian Uriarte di posisi ketiga dengan 203 poin.

Dengan lima seri tersisa, hanya 125 poin yang masih diperebutkan, sehingga Almansa dan pembalap lain sudah tak mungkin mengejar perolehan poin Maximo Quiles. Satu-satunya kegagalan Quiles meraih poin penuh musim ini adalah saat mengalami Did Not Start (DNS) pada satu seri di Inggris dan sekali finis di posisi ke-11 di Italia.

Veda Ega Pratama Curi Perhatian di Kandang

Di sisi lain, publik tuan rumah mendapat senyum manis lewat penampilan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu memulai balapan dari posisi ketujuh, namun sempat merangsek hingga posisi kedua di awal lomba. Veda akhirnya menyentuh garis finis di urutan keenam, terpaut 12,017 detik dari Quiles, dan membawa pulang 10 poin.

Aksi double overtake spektakuler di lap terakhir membuat tribun Mandalika bergemuruh. Tambahan sepuluh poin tersebut mengukuhkan posisi Veda di urutan ketujuh klasemen sementara dengan 115 poin, sekaligus mengungguli rival terdekatnya dari Malaysia, Hakim Danish, yang berada di posisi kesembilan dengan 107 poin.

Pesan Marc Marquez

Legenda MotoGP Marc Marquez turut memberi pesan kepada Maximo Quiles. Ia meminta pembalap muda itu untuk tetap membumi dan tidak cepat puas dengan pencapaiannya.

“Maximo Quiles memiliki bakat yang sangat besar. Sekarang ia mungkin masih berada di awang-awang selama beberapa hari setelah menjadi juara, tetapi ia harus tetap membumi dan terus bekerja keras,” kata Marc Marquez.

Klasemen Moto3 2026 Usai Mandalika

Posisi Pembalap Tim Poin
1 Maximo Quiles CFMOTO Gaviota Aspar 351
2 David Almansa Liqui Moly Dynavolt Intact GP 219
3 Brian Uriarte Red Bull KTM Ajo 203
7 Veda Ega Pratama Honda Team Asia 115

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Maximo Quiles dan tim Aspar, sekaligus menegaskan dominasinya sepanjang musim. Musim lalu, ia hanya finis di posisi ketiga dengan 274 poin, terpaut 89 poin dari Jose Antonio Rueda yang keluar sebagai juara. Kini, setelah finis ketiga di Moto3 2025, Maximo Quiles bangkit dan mengukir sejarah sebagai juara dunia jauh sebelum musim berakhir.

Quiles pulang dari Mandalika membawa dua hadiah sekaligus: kemenangan balapan dan gelar dunia. Sementara Veda belum naik podium, tetapi di depan pendukung sendiri ia tetap membawa pulang poin berharga. Di dunia balap, tepuk tangan memang menyenangkan, tetapi pada akhirnya waktu tempuh dan posisi finis yang berbicara.