Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028, AFC Diminta Antisipasi Risiko Keamanan Arab Saudi

Foto: Istimewa

Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028, AFC Diminta Antisipasi Risiko Keamanan Arab Saudi

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Wacana Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 mencuat ke permukaan publik sepak bola Asia setelah penyelenggaraan turnamen paling bergengsi di Benua Kuning itu menghadapi ketidakpastian serius. Tokoh senior sepak bola Indonesia yang juga mantan anggota Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan FIFA itu menilai situasi keamanan di Arab Saudi sebagai tuan rumah perlu menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan final diambil.

Piala Asia 2027 semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Namun, meningkatnya konflik regional membuat agenda tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai hal yang pasti. Dalam pandangannya, Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 sebagai salah satu opsi paling logis, di samping alternatif lain berupa pemindahan lokasi penyelenggaraan ke negara Asia lain yang dinilai lebih aman.

Dua Alternatif yang Ditawarkan

Gagasan Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 tidak berdiri sendiri. Ia merangkai usulan tersebut ke dalam dua skenario besar yang menurutnya layak dipertimbangkan AFC:

  • Penundaan jadwal: Menggeser pelaksanaan turnamen dari awal 2027 menjadi 2028 agar situasi keamanan di kawasan dapat lebih stabil dan terkendali.
  • Relokasi tuan rumah: Memindahkan lokasi penyelenggaraan ke negara Asia lain yang memiliki infrastruktur memadai serta tingkat risiko keamanan yang lebih rendah.

Kedua opsi itu, menurutnya, harus dibahas secara terbuka oleh para pemangku kepentingan. Sebab, keputusan menyangkut keselamatan ratusan pemain, ofisial, dan suporter dari berbagai negara tidak bisa diambil hanya berdasarkan pertimbangan komersial semata.

AFC Masih Memantau Situasi

Konfederasi Sepak Bola Asia disebut akan terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi hingga November 2026 sebelum menentukan langkah selanjutnya. Tenggat waktu itu memberi ruang bagi AFC untuk mengumpulkan data intelijen, laporan keamanan, serta masukan dari asosiasi anggota. Namun, bagi kalangan yang mendukung Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028, jendela waktu tersebut justru menuntut kesiapan mitigasi sejak dini.

Laporan yang beredar menyebutkan peningkatan pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman dalam beberapa hari terakhir. Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada akhir pekan sebelumnya dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Insiden itu menjadi alarm bagi penyelenggara event olahraga internasional yang biasanya menuntut jaminan keamanan berlapis.

Dampak bagi Timnas Indonesia dan Asia

Bila usulan Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 benar-benar diadopsi, maka seluruh agenda persiapan tim peserta ikut berubah. Federasi-federasi nasional perlu menyusun ulang kalender pemusatan latihan, uji coba internasional, hingga strategi kualifikasi. Bagi Timnas Indonesia, penundaan satu tahun bisa menjadi berkah sekaligus tantangan, karena memberi waktu tambahan untuk pembinaan pemain muda, tetapi juga memperpanjang ketidakpastian kompetisi domestik.

Dari sisi penyelenggaraan, pemindahan tuan rumah bukan perkara sederhana. Arab Saudi telah berinvestasi besar dalam pembangunan stadion, akomodasi, dan infrastruktur pendukung. Relokasi mendadak berpotensi memicu konsekuensi hukum serta finansial, termasuk klaim dari sponsor dan pemegang hak siar. Karena itu, opsi penundaan sering dianggap sebagai jalan tengah yang lebih realistis dibandingkan pembatalan total.

Pelajaran dari Sejarah Turnamen

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia olahraga memang beberapa kali menghadapi situasi serupa. Penundaan dan relokasi pernah terjadi pada sejumlah turnamen internasional akibat konflik bersenjata, wabah penyakit, maupun krisis politik. Pengalaman itu menunjukkan bahwa keselamatan peserta harus berada di atas kepentingan lain. Prinsip inilah yang tampaknya menjadi dasar mengapa Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 sebagai langkah preventif.

Pengamat sepak bola menilai, AFC perlu segera membangun komunikasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi, otoritas keamanan setempat, serta perwakilan negara peserta. Transparansi informasi akan membantu meredam spekulasi yang dapat merugikan citra turnamen. Selain itu, skenario cadangan harus disiapkan secara paralel, bukan menunggu hingga detik terakhir.

Kesimpulan

Gagasan Dali Tahir Usulkan Penundaan Piala Asia 2027 ke 2028 menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan turnamen besar tidak pernah lepas dari faktor nonteknis, terutama keamanan. Dengan tenggat pemantauan AFC hingga November 2026, masih ada waktu bagi semua pihak untuk mencari solusi terbaik. Penundaan atau relokasi bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan insan sepak bola Asia. Keputusan akhir nanti akan menjadi cermin sejauh mana AFC menempatkan nyawa dan keamanan sebagai prioritas utama di atas gengsi dan agenda komersial.