Como vs Roma: Drama Tiga Gol di Menit Akhir dan Mimpi Buruk Vinicius di Olimpico

Foto: Istimewa

Como vs Roma: Drama Tiga Gol di Menit Akhir dan Mimpi Buruk Vinicius di Olimpico

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Pertandingan Como vs Roma yang berlangsung di Stadio Olimpico pada pekan ketujuh Serie A 2026 menyajikan drama luar biasa yang membuat publik sepak bola Italia tercengang. Duel Como vs Roma sejatinya berjalan ketat, namun laga ini juga menjadi saksi bagaimana Real Madrid berhasil bangkit dari ketertinggalan 1-3 menjadi kemenangan 4-3 atas tuan rumah Roma, sebuah hasil yang disebut-sebut sebagai titik balik musim bagi pasukan Jose Mourinho. Kemenangan dramatis ini tidak lepas dari peran pemain pengganti yang tampil heroik di menit-menit akhir, sekaligus menjadi panggung kelam bagi Vinicius Junior yang tengah diterpa badai kritik.

Kebangkitan Real Madrid di Kandang Roma

Roma sempat menguasai jalannya pertandingan dan unggul 3-1 hingga menit ke-82. Gol kedua Roma bahkan lahir dari kesalahan Vinicius Junior yang kehilangan bola di lini tengah, yang kemudian dimanfaatkan Malen untuk mencetak gol. Mourinho merespons dengan melakukan perubahan taktis besar-besaran, memasukkan pemain-pemain yang selama ini jarang mendapat menit bermain. Keputusan tersebut terbukti jitu. Arda Guler mengirim tiga umpan silang matang dari tendangan sudut yang berbuah gol untuk Espi, Endrick, dan Rudiger. Hanya dalam rentang tujuh menit, Real Madrid berbalik unggul 4-3 dan memastikan kemenangan yang sangat berharga.

Kemenangan ini menegaskan bahwa kedalaman skuad menjadi faktor krusial dalam kompetisi sepanjang musim. Beberapa pengamat menilai bahwa laga Como vs Roma sebelumnya, yang berakhir imbang 0-0, sempat menjadi gambaran betapa sulitnya Roma mempertahankan konsistensi. Namun, performa melawan Real Madrid justru memperlihatkan karakter tim yang mampu bangkit dari keterpurukan, meski harus dibayar dengan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.

Vinicius Junior: Antara Sanksi dan Kritik

Di tengah euforia kemenangan, sorotan tajam tertuju kepada Vinicius Junior. Penyerang asal Brasil itu menerima hukuman larangan bermain empat pertandingan akibat menarik rambut William Saliba dan melakukan protes berlebihan. Dalam laga Como vs Roma, ia tampil jauh dari performa terbaiknya, kehilangan bola berkali-kali, dan terlibat dalam gol kedua Roma. Kritik pun mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk dari program El Primer Palo yang menilai bahwa perlakuan terhadap Vinicius sudah keterlaluan. Maria Trisac, salah satu panelis, menyatakan bahwa secara deportif Vinicius memang sedang tidak baik, tetapi perlakuannya seperti terhadap seekor anjing patut untuk ditolak.

David Sanchez justru menyoroti sikap Vinicius yang dianggap terlalu banyak berbicara di zona campuran dan menggunakan kata ganti orang ketiga. Sementara itu, Paco Rabadan menilai Vinicius salah karena menyalahkan pemain muda di lapangan, dan Dani Blanco menegaskan bahwa sanksi empat pertandingan merupakan hal yang memalukan. Terlepas dari pro dan kontra, situasi ini menjadi pelajaran penting bahwa tekanan mental dan fisik dapat memengaruhi performa seorang pemain di lapangan.

Dampak bagi Persaingan Serie A dan LaLiga

Bagi Roma, kekalahan dari Real Madrid menjadi pukulan telak setelah sebelumnya menorehkan hasil positif di Serie A. Kini mereka mengoleksi 14 poin dan bersiap menghadapi Genoa pada laga berikutnya di Stadio Olimpico. Sementara itu, Real Madrid menunjukkan bahwa mereka masih tim yang berbahaya meski tengah dilanda masalah internal. Kemenangan atas Roma dan Inter Milan menjadi sinyal bahwa Mourinho mulai menemukan formula yang tepat untuk mengarungi musim yang panjang.

Pertandingan Como vs Roma juga menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal siapa yang lebih dominan sejak awal, tetapi juga soal siapa yang mampu memanfaatkan momentum di menit-menit krusial. Kualitas bangku cadangan, keberanian pelatih dalam mengambil risiko, serta ketenangan pemain dalam situasi tertekan menjadi faktor penentu hasil akhir.

Kesimpulan

Duel Como vs Roma di Serie A dan laga Roma melawan Real Madrid menyajikan dua wajah berbeda dari sepak bola Italia. Di satu sisi, hasil imbang 0-0 menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Serie A, sementara kekalahan 3-4 dari Real Madrid memperlihatkan bahwa Roma masih memiliki celah dalam menjaga konsistensi. Bagi Real Madrid, kemenangan dramatis ini bisa menjadi titik balik menuju performa yang lebih stabil. Namun, bayang-bayang masalah Vinicius Junior tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Mourinho dan manajemen klub.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Libertad Digital, LA NACION, El Mundo, Diario de Morelos, Marca