Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi demi Jaga Aset Rakyat

Foto: Istimewa

Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi demi Jaga Aset Rakyat

Kalimantan Update – 16 Oktober 2026 | Jakarta — Langkah Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi menjadi sorotan dalam tata kelola perusahaan pelat merah. Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa posisi Chief Financial Officer (CFO) di lingkungan BUMN harus memiliki kewenangan yang kuat dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Penegasan itu disampaikan saat ia bertemu para CFO BUMN di Menara BRILian, Jakarta, pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Dony menyoroti peran strategis CFO sebagai penjaga perusahaan yang aset dan dananya bersinggungan langsung dengan kepentingan rakyat Indonesia. Menurutnya, independensi bukan sekadar wacana, melainkan prasyarat agar tanggung jawab profesional dapat dijalankan tanpa tekanan. “Saya betul-betul berharap CFO itu punya power yang kuat, tidak bisa diintervensi siapa pun. Kalau ada yang mengintervensi kalian, pasti saya akan belain karena CFO itu menjaga perusahaan yang dimiliki rakyat Indonesia,” ujar Dony.

Dorongan Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi ini menjadi angin segar bagi para pengelola keuangan perusahaan negara. Selama ini, posisi CFO kerap dihadapkan pada dilema antara tuntutan bisnis dan tekanan kepentingan tertentu. Dengan penguatan kewenangan, diharapkan CFO dapat mengambil keputusan berbasis prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta akuntabilitas.

Mengapa Independensi CFO Menjadi Krusial?

Independensi CFO memiliki dampak langsung terhadap kesehatan finansial BUMN. Perusahaan-perusahaan negara mengelola aset strategis di sektor energi, perbankan, infrastruktur, hingga telekomunikasi. Nilai aset tersebut sangat besar dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Tanpa kemandirian, risiko penyimpangan, kolusi, dan pengambilan keputusan yang tidak sehat akan meningkat.

Dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik, CFO berperan sebagai penjaga gerbang (gatekeeper) atas setiap arus kas dan laporan keuangan. Independensi memungkinkan mereka menolak permintaan yang bertentangan dengan prinsip akuntansi dan peraturan. Selain itu, CFO juga bertanggung jawab memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Penguatan posisi CFO sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem BUMN yang bersih dan kompetitif. Dony Oskaria menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada upaya intervensi terhadap kinerja CFO. Komitmen perlindungan itu menjadi sinyal positif bahwa profesionalisme diutamakan di atas kepentingan jangka pendek.

Langkah Nyata dan Harapan ke Depan

Pertemuan di Menara BRILian menjadi momentum konsolidasi para CFO BUMN untuk menyamakan persepsi. Beberapa agenda yang dibahas antara lain penguatan sistem pengendalian internal, optimalisasi manajemen risiko, serta percepatan transformasi digital di bidang keuangan. Semua itu membutuhkan keberanian dan kemandirian dari para pemimpin keuangan.

Dorongan Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi juga sejalan dengan praktik terbaik di perusahaan global. Di banyak negara, CFO memang diberi perlindungan khusus agar tidak mudah diintervensi oleh pemegang saham atau manajemen yang memiliki konflik kepentingan. Perlindungan tersebut biasanya diatur dalam kode etik, kebijakan whistleblowing, dan mekanisme pelaporan yang aman.

Bagi BUMN, penguatan independensi CFO dapat menjadi katalis peningkatan kepercayaan investor dan publik. Laporan keuangan yang kredibel akan menarik minat investasi, menurunkan biaya modal, dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu, masyarakat sebagai pemilik akhir BUMN berhak mendapatkan kepastian bahwa dana mereka dikelola secara bertanggung jawab.

  • Penguatan kewenangan CFO untuk menolak intervensi yang merugikan perusahaan.
  • Perlindungan dari pihak manajemen jika terjadi tekanan yang tidak semestinya.
  • Penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
  • Peningkatan pengawasan internal dan manajemen risiko yang adaptif.
  • Percepatan digitalisasi pelaporan keuangan untuk akurasi dan kecepatan.

Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan BUMN, para CFO diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal. Mereka tidak hanya menjadi pengelola angka, tetapi juga mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis. Sinergi antara CFO, direksi, dan pemegang saham menjadi kunci keberhasilan transformasi BUMN menuju entitas kelas dunia.

Kesimpulan

Dorongan Dony Oskaria Dorong CFO BUMN Perkuat Independensi mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola perusahaan negara yang bersih dan profesional. Independensi CFO bukan sekadar simbol, melainkan fondasi untuk menjaga aset rakyat dari penyalahgunaan. Dengan kewenangan yang kuat dan perlindungan yang jelas, CFO BUMN dapat bekerja tanpa rasa takut dan mengutamakan kepentingan nasional. Ke depan, langkah ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam menciptakan BUMN yang sehat, transparan, dan berdaya saing global.

Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suaralandak.co.id