PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala, Libatkan 330 Petani Cilacap

Foto: Istimewa

PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala, Libatkan 330 Petani Cilacap

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi meluncurkan program Biomassa dari Desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (3/10/2026). Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat pasokan energi bersih bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Melalui skema yang menggabungkan pemanfaatan lahan marjinal, limbah pertanian, dan tumpang sari tanaman energi, PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala yang diproyeksikan menjadi model transisi energi berkeadilan di tingkat akar rumput.

Program ini memanfaatkan lahan marjinal seluas 106 hektare yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Cilacap. Sebanyak 330 petani lokal bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan rantai pasok biomassa. Tidak hanya sebagai pemasok bahan bakar nabati, para petani juga didorong menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan produksi energi terbarukan di kawasan tersebut.

Dalam keterangan resminya, PLN EPI menyatakan bahwa inisiatif ini mampu menambah pasokan biomassa hingga 15.000 ton per tahun. Angka tersebut menjadi kontribusi signifikan bagi kebutuhan bahan bakar campuran (co-firing) di PLTU Adipala. Selain itu, program ini diprediksi menciptakan 25 lapangan kerja baru di tingkat desa, mulai dari tenaga pengumpul limbah pertanian, operator pengeringan, hingga petugas logistik dan distribusi.

Keberhasilan PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala tidak lepas dari pendekatan integratif yang digunakan. Limbah pertanian seperti sekam padi, tongkol jagung, dan batang tanaman pangan diolah menjadi pelet biomassa berkualitas. Sementara itu, lahan marjinal yang sebelumnya tidak produktif ditanami tanaman energi seperti kaliandra dan gamal melalui sistem tumpang sari. Pola ini memungkinkan petani memperoleh hasil dari dua sumber sekaligus dalam satu hamparan lahan.

Dari sisi ekonomi, pendapatan petani yang terlibat diproyeksikan meningkat hingga Rp100.000 per hari per pekerja. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penghasilan dari budidaya tanaman pangan konvensional di lahan kering. Dengan tambahan penghasilan tersebut, daya beli masyarakat desa di sekitar PLTU Adipala diharapkan ikut terangkat, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

Mendorong Transisi Energi Berbasis Desa

Langkah PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala sejalan dengan agenda nasional menuju bauran energi terbarukan. Pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi primer untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara. Program berbasis desa dinilai menjadi salah satu solusi paling realistis karena tidak memerlukan investasi besar dan langsung menyentuh masyarakat.

Selain aspek pasokan energi, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Setiap ton biomassa yang menggantikan batu bara berpotensi menurunkan jejak karbon pembangkit. Dengan target 15.000 ton per tahun, dampak pengurangan emisi yang dihasilkan cukup berarti bagi upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat regional.

Pengelolaan rantai pasok menjadi kunci keberlanjutan program. PLN EPI bersama BUMDes membangun sistem pengumpulan, pengeringan, dan penyimpanan biomassa yang terstandarisasi. Petani mendapatkan pendampingan teknis agar kualitas bahan baku tetap sesuai spesifikasi PLTU. Skema harga beli yang kompetitif juga disepakati untuk menjaga semangat produksi para petani.

Dampak Sosial dan Tantangan ke Depan

Kehadiran program ini disambut positif oleh sebagian warga. Mereka berharap PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala dapat diperluas ke desa-desa lain di Cilacap. Namun, sejumlah tantangan tetap membayangi, seperti fluktuasi musim panen, kebutuhan lahan tambahan, serta pentingnya regenerasi petani muda yang mau terlibat dalam rantai pasok biomassa.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN EPI berencana memperkuat kapasitas BUMDes sebagai pengelola harian. Pelatihan manajemen, pencatatan digital, dan akses pembiayaan mikro akan difasilitasi agar operasional program tidak bergantung pada pendampingan pusat. Dengan begitu, keberlanjutan pasokan biomassa dapat terjaga dalam jangka panjang.

Ke depan, model biomassa desa ini berpotensi direplikasi di berbagai wilayah lain yang memiliki PLTU dengan skema co-firing. Jika berhasil, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuktikan bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Secara keseluruhan, langkah PLN EPI Luncurkan Program Biomassa Desa Pasok PLTU Adipala merupakan contoh nyata kolaborasi antara perusahaan energi, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan pemberdayaan lokal ini patut menjadi rujukan bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Dengan komitmen yang kuat dan tata kelola yang transparan, biomassa dari desa dapat menjadi tulang punggung pasokan energi bersih sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak