Chery Omoda 5 di Ambang Krisis: Izin Edar Dibekukan, 8.878 Unit Di-recall Akibat As Belakang Patah

Foto: Istimewa

Chery Omoda 5 di Ambang Krisis: Izin Edar Dibekukan, 8.878 Unit Di-recall Akibat As Belakang Patah

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia resmi membekukan Vehicle Type Approval (VTA) dan menghentikan sementara penjualan Chery Omoda 5. Langkah tegas ini diambil setelah insiden viral lepasnya poros roda belakang saat kendaraan melaju di jalan raya. Peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober 2026 di Jalan Pandan, Johor Bahru, itu memicu gelombang kritik publik terhadap keselamatan Chery Omoda 5. Rekaman kamera dasbor memperlihatkan sebuah unit berwarna hitam terhenti dengan seluruh rakitan suspensi belakang terpisah dari bodi. Tidak ada korban luka, namun insiden ini menjadi pukulan telak bagi produsen otomotif asal Tiongkok tersebut.

Menanggapi pembekuan izin edar, Chery Auto Malaysia pada 12 Oktober 2026 mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) yang melibatkan 8.878 unit Chery Omoda 5 varian C dan H versi pra-facelift. Model yang terdampak adalah unit yang diproduksi hingga September 2025 dan menggunakan suspensi belakang torsion beam berlas. Sementara itu, versi facelift terbaru yang telah beralih ke suspensi multi-link independen dan transmisi DCT enam percepatan diklaim bebas dari potensi masalah serupa. Omoda E5 listrik juga tidak termasuk dalam kampanye ini.

Dalam pernyataan resminya, Chery Auto Malaysia menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen menangani masalah secara bertanggung jawab. Perusahaan mengidentifikasi kendaraan terdampak dan akan menghubungi pemilik secara proaktif. Pemilik dapat memeriksa status VIN melalui situs web Chery Malaysia. Semua kendaraan dalam kampanye berhak mendapatkan inspeksi dan penggantian komponen gratis di pusat layanan resmi. Pengiriman pertama komponen pengganti telah dikirim dan akan didistribusikan bertahap. Chery juga membuka layanan Careline di nomor 03-9388 0888 untuk pertanyaan terkait recall.

Kasus ini bukan yang pertama bagi Chery Omoda 5 di Malaysia. Pada 2024, Chery pernah melakukan recall sukarela terhadap 600 unit setelah menemukan potensi cacat pengelasan pada komponen gandar belakang. Saat itu, 60 unit terbukti mengalami cacat manufaktur akibat ujung las otomatis yang tidak dikalibrasi ulang. Namun, dalam kampanye terbaru, Chery menyatakan hasil tinjauan teknis menemukan kekuatan las yang tidak memadai pada sambungan lengan belakang as belakang (trailing-arm joints) di batch produksi tertentu. Perusahaan belum menjelaskan secara rinci apakah kedua temuan ini memiliki akar penyebab yang sama.

Dampak dari insiden ini juga terasa hingga Indonesia. Chery Sales Indonesia menyatakan masih menunggu hasil investigasi dari kantor pusat Chery global. Hingga 14 Oktober 2026, belum ada laporan kejadian serupa di Indonesia. Meski demikian, Chery Indonesia membuka kesempatan bagi pemilik Omoda 5 untuk memeriksa kondisi kendaraan di bengkel resmi. Sebelumnya, pada 2024, Indonesia menjalankan kampanye terpisah untuk 420 unit Omoda 5 1.5T Z dan RZ yang berpotensi terdampak.

Spesifikasi Chery Omoda 5 pra-facelift Malaysia menggunakan mesin bensin turbo empat silinder 1,5 liter, transmisi CVT, dan as belakang torsion beam berlas. Versi pasar lain memiliki konfigurasi berbeda. Australia: Chery C5 terbaru yang diperkenalkan Mei 2025 memakai suspensi belakang multi-link independen dan DCT enam percepatan. Eropa: spesifikasi terbitan untuk model Omoda 5 bensin mencantumkan mesin turbo 1,6 liter dan suspensi belakang multi-link independen. Malaysia: Chery O5 facelift dan Omoda E5 listrik memakai suspensi belakang multi-link.

Keputusan JPJ dan pola penanganan Chery Malaysia menuai kritik tajam. Insiden patah as pertama kali diunggah konsumen ke media sosial pada 6 Oktober 2026, tetapi respons resmi Chery baru keluar enam hari kemudian, tepat setelah pemerintah menjatuhkan sanksi pembekuan izin jual. Publik mempertanyakan komitmen keselamatan produsen. Regulator transportasi Malaysia menegaskan akan melakukan investigasi teknis menyeluruh untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai kesimpulan, insiden as belakang patah pada Chery Omoda 5 telah memicu tindakan tegas dari otoritas Malaysia. Pembekuan VTA dan recall 8.878 unit menjadi tamparan keras bagi Chery. Perusahaan harus segera menyelesaikan investigasi dan memperbaiki sistem produksi agar kepercayaan konsumen pulih. Sementara itu, pemilik Omoda 5 di berbagai negara, termasuk Indonesia, disarankan segera memeriksa kondisi kendaraan masing-masing di bengkel resmi.