Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi, Incar Perbankan hingga Infrastruktur

Foto: Istimewa

Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi, Incar Perbankan hingga Infrastruktur

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Koreksi yang tengah melanda pasar saham Indonesia tidak serta-merta dipandang sebagai sinyal negatif. Bagi Danantara, pelemahan indeks justru menjadi momentum strategis untuk memperbesar porsi investasi pada sektor-sektor yang dinilai memiliki fundamental kuat. Langkah Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi ini menegaskan posisi lembaga tersebut sebagai investor jangka panjang yang jeli membaca peluang di tengah gejolak pasar.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan optimismenya terhadap prospek pasar modal domestik. Menurutnya, koreksi harga saham saat ini membuka ruang bagi lembaganya untuk masuk pada level valuasi yang lebih menarik, dengan tetap mempertimbangkan fundamental emiten serta prospek jangka panjang. Sikap tersebut sejalan dengan strategi Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi yang tidak bersifat spekulatif, melainkan berbasis pada analisis mendalam terhadap nilai intrinsik perusahaan.

Perbankan Jadi Sektor Paling Dilirik

Rosan menilai sektor perbankan menjadi salah satu yang paling menarik untuk dicermati. Sejumlah emiten bank dinilai memiliki fundamental solid, namun diperdagangkan pada valuasi yang relatif rendah dibandingkan perusahaan sejenis. Ia bahkan mencontohkan kemungkinan adanya saham perbankan dengan rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) di bawah satu kali.

Tingkat valuasi tersebut, menurut Rosan, berada di bawah median industri perbankan secara keseluruhan. Kondisi ini menciptakan peluang bagi investor dengan horizon panjang untuk memperoleh potensi imbal hasil yang menarik, terutama jika kinerja emiten kembali pulih seiring membaiknya kondisi makroekonomi. Dalam konteks inilah Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi menjadi relevan, karena lembaga tersebut dapat memanfaatkan disparitas harga yang tidak mencerminkan kualitas aset dan prospek bisnis bank-bank tersebut.

Infrastruktur dan Telekomunikasi Masuk Radar

Selain perbankan, Danantara juga mempertimbangkan sektor infrastruktur dan telekomunikasi sebagai bagian dari pilihan investasi. Kedua sektor ini dinilai memiliki karakteristik defensif dengan arus kas yang relatif stabil, sehingga cocok untuk portofolio jangka panjang. Infrastruktur erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi nasional, sementara telekomunikasi memiliki permintaan yang cenderung resilient di berbagai kondisi pasar.

Strategi di Tengah Ketidakpastian Pasar

Koreksi pasar saham yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen global hingga dinamika domestik. Namun, bagi investor institusional seperti Danantara, volatilitas justru dapat menjadi kawan apabila disikapi dengan disiplin dan analisis yang matang. Alih-alih menghindari pasar, Danantara memilih untuk aktif memindai peluang pada emiten-emiten yang harga sahamnya telah terkoreksi namun fundamentalnya tetap terjaga.

Rosan menegaskan bahwa keputusan investasi akan selalu didasarkan pada pertimbangan fundamental dan prospek jangka panjang. Pendekatan ini mencerminkan strategi Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi yang tidak semata mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan nilai investasi.

Berikut ringkasan sektor yang menjadi fokus Danantara:

  • Perbankan: emiten dengan fundamental solid dan valuasi PBV di bawah satu kali, bahkan di bawah median industri.
  • Infrastruktur: sektor dengan arus kas stabil dan keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi.
  • Telekomunikasi: sektor defensif dengan permintaan yang relatif resilient.

Kesimpulan

Langkah Danantara Siapkan Investasi Saat Saham Indonesia Terkoreksi menjadi sinyal positif bagi pasar modal domestik. Alih-alih merespons koreksi dengan kepanikan, Danantara memilih untuk memanfaatkannya sebagai peluang menambah kepemilikan pada sektor-sektor strategis seperti perbankan, infrastruktur, dan telekomunikasi. Dengan pendekatan berbasis fundamental dan prospek jangka panjang, strategi ini diharapkan tidak hanya menguntungkan lembaga tersebut, tetapi juga memberikan dampak stabilisasi bagi pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Ke depan, kemampuan Danantara mengeksekusi rencana investasi ini akan menjadi indikator penting bagi kepercayaan investor terhadap pasar modal tanah air.

Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Suara Landak

Tags: