Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya menekan risiko kebakaran di kawasan permukiman. Pernyataan tersebut disampaikan Rendi dalam keterangannya di Tenggarong, Jumat (16/10/2026), yang menyoroti pentingnya kesiapan relawan serta kelengkapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
“Kami meminta pemerintah daerah memastikan dukungan terhadap petugas dan relawan berjalan seiring dengan penguatan pencegahan di lingkungan masyarakat,” tegas Rendi.
Ia menilai bahwa dukungan tersebut perlu menjadi bagian dari prioritas perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Penguatan itu mencakup penyediaan peralatan, pelatihan, perlindungan bagi relawan, hingga kesiapan operasional saat menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Balakarcana Jadi Ujung Tombak Pencegahan
Salah satu unsur yang menjadi perhatian ialah Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana). Keberadaan relawan dinilai penting dalam membantu penanganan kebakaran, sehingga kesiapan mereka perlu ditunjang dengan fasilitas dan kemampuan yang memadai. Rendi menekankan bahwa upaya mengurangi risiko kebakaran tidak cukup hanya dengan memperkuat penanganan ketika api sudah muncul.
Untuk itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan para camat mengintensifkan langkah pencegahan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Beberapa langkah yang diinstruksikan antara lain:
- Pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
- Patroli malam di kawasan rawan kebakaran.
- Mitigasi bencana hingga tingkat kelurahan dan rukun tetangga (RT).
- Koordinasi lintas sektor antara pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus RT, dan OPD teknis.
Pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus RT, dan OPD teknis diminta membangun koordinasi agar upaya pencegahan dapat berjalan terarah dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” tuturnya.
Peristiwa Kebakaran Jadi Pengingat
Rendi turut menyoroti kebakaran terakhir di Tenggarong yang menewaskan seorang ayah dan dua anaknya. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat upaya perlindungan terhadap masyarakat sebelum bencana terjadi. Duka mendalam atas peristiwa itu menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pencegahan dan kesiapsiagaan.
“Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.
Selain mengaktifkan siskamling dan patroli malam, pemerintah diminta memperluas edukasi mengenai penyebab kebakaran yang kerap muncul di lingkungan permukiman. Masyarakat perlu lebih waspada terhadap instalasi listrik, penggunaan kompor, serta sumber risiko lain yang dapat memicu kebakaran. Melalui keterlibatan pemerintah hingga tingkat RT, potensi bahaya diharapkan dapat dikenali lebih awal.
Edukasi dan kesiapsiagaan warga juga menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat. Dalam konteks ini, komitmen Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai perlu ditopang oleh kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Jangan Tunggu Musibah Terjadi
Rendi mengingatkan OPD dan camat agar tidak menunggu terjadinya kebakaran baru mengambil tindakan. Pencegahan, kesiapan sarana pemadam, serta dukungan kepada relawan harus berjalan beriringan untuk mengurangi risiko dan melindungi keselamatan warga Kukar. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman kebakaran.
“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” pungkasnya.
Dengan penekanan yang berulang mengenai pentingnya Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kutai Kartanegara semakin serius menempatkan pencegahan kebakaran sebagai agenda prioritas. Kesiapan peralatan, kapasitas relawan, dan partisipasi warga merupakan tiga pilar yang saling melengkapi dalam membangun ketahanan terhadap bencana kebakaran.
Ke depan, langkah konkret berupa alokasi anggaran yang memadai, pelatihan berkelanjutan bagi relawan, serta penguatan koordinasi hingga tingkat RT akan menjadi indikator keberhasilan komitmen tersebut. Tanpa dukungan nyata, upaya pencegahan hanya akan menjadi retorika belaka. Karena itu, pesan Rendi Solihin Peralatan Relawan Pemadam Kebakaran Harus Memadai layak menjadi pengingat bersama bahwa keselamatan warga adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa ditunda.
Penulis: Sukardi
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: UpdateKaltim.com

