Elliot Anderson, Mesin Baru Man City yang Disebut Mirip Steven Gerrard

Foto: Istimewa

Elliot Anderson, Mesin Baru Man City yang Disebut Mirip Steven Gerrard

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Nama Elliot Anderson tengah menjadi sorotan utama di jagat sepak bola Inggris. Gelandang Manchester City ini tampil mengesankan dalam dua laga besar terakhir, memicu pujian dari berbagai kalangan, termasuk dari mantan pemain top yang menyandingkannya dengan legenda Liverpool, Steven Gerrard. Penampilan Elliot Anderson yang dominan di lini tengah membuat The Citizens tampak semakin solid di bawah tekanan pertandingan-pertandingan berat.

Pujian tertinggi datang dari Owen Hargreaves, mantan gelandang Manchester City dan Manchester United. Ia secara terbuka menyebut gaya bermain Elliot Anderson menyerupai Steven Gerrard, sosok yang dianggapnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya. Menurut Hargreaves, kemampuan Anderson mengendalikan permainan, agresivitas tanpa bola, serta mentalitas yang tidak pernah menyerah menjadi kunci utama di balik performa impresifnya.

“Anderson tampil fantastis. Steven Gerrard mungkin adalah salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya, tetapi Anderson mencoba mengendalikan permainan seperti Stevie. Dia tidak pernah menyerah, dan saya sangat menyukai hal itu dari seorang pemain sepak bola,” ujar Hargreaves dalam wawancaranya dengan BBC.

Dominasi di Tengah Kerumitan Anfield

Penampilan Elliot Anderson paling mencolok terlihat saat Manchester City bertandang ke markas Liverpool di Anfield. Dalam laga yang berjalan alot dan penuh tekanan, keberadaan Anderson menjadi pembeda. Laga sebenarnya berjalan seimbang hingga Ryan Gravenberch menerima kartu merah pada menit ke-62. Keunggulan jumlah pemain lantas dimanfaatkan Man City untuk memecah kebuntuan lewat Erling Haaland pada menit ke-65, disusul gol Jeremy Doku dan Rayan Cherki pada menit ke-68 dan 78.

Di tengah tekanan intens suporter Liverpool, Elliot Anderson tampil sebagai sosok krusial. Duetnya bersama Enzo Fernandez di poros ganda memberikan keseimbangan yang amat bagus bagi Man City. Berdasarkan catatan Squawka, Anderson menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak (100), umpan terbanyak (71), paling sering memenangi duel (11), dan paling banyak dilanggar lawan (8). Ia juga menyumbang satu asis untuk gol Doku.

Menariknya, teriakan suporter Liverpool yang menyoraki Man City terkait kasus pelanggaran financial fair play justru direspons Anderson dengan penampilan dingin. “Saya menikmatinya. Saya menikmati kerumunannya, kebisingannya, saya malah makin bersemangat dan saat itulah saya merasa lebih hidup. Itu memberi saya kepercayaan diri,” kata Anderson kepada Sky Sports.

Kontroversi dan Reaksi Kubu Liverpool

Meski tampil gemilang, penampilan Elliot Anderson turut memicu polemik. Manajer Liverpool, Andoni Iraola, mengecam keras kartu merah yang diterima Gravenberch dan menuding Anderson melakukan diving pada insiden tersebut. Pelatih asal Spanyol itu menilai kartu merah menjadi titik balik yang merusak momentum positif timnya.

“Analisisnya sangat jelas. Kami memainkan dua pertandingan yang berbeda hari ini. Satu pertandingan hingga kartu merah, dan satu lagi dari kartu merah sampai selesai. Kami adalah tim yang lebih baik dalam 62 menit pertama, dan mereka jelas lebih baik dari kami setelah kartu merah lalu mencetak gol-gol tersebut,” tegas Iraola dalam konferensi pers.

Bukti Kualitas di Etihad

Kualitas Elliot Anderson kembali teruji ketika Manchester City menjamu Paris Saint-Germain di Etihad Stadium. Meski Man City harus menelan kekalahan 2-4, Anderson tetap menjadi pemain dominan di barisan gelandang. Ia bermain penuh dan tercatat oleh WhoScored mampu melepaskan 91 sentuhan, tiga umpan kunci, serta empat tekel saat membantu pertahanan.

Hargreaves pun menyoroti kemitraan potensial antara Anderson dan Bouaddi di lini tengah. Menurutnya, kombinasi keduanya bisa menjadi fondasi kuat bagi Man City ke depan, terutama dengan kemampuan bertahan dan agresivitas yang ditunjukkan keduanya.

Dari dua laga besar tersebut, Elliot Anderson membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di lini tengah Manchester City. Kemampuan mengendalikan tempo, mentalitas pantang menyerah, serta ketenangan di bawah tekanan menjadi modal berharga bagi kariernya. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin predikat sebagai penerus Steven Gerrard yang disematkan Hargreaves akan semakin melekat pada sosok Elliot Anderson.