Kemenangan 2-0 Liverpool atas Brentford Tanpa Hadiah Penalti, Ini Penjelasan Aturan VAR

Foto: Istimewa

Kemenangan 2-0 Liverpool atas Brentford Tanpa Hadiah Penalti, Ini Penjelasan Aturan VAR

Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Pertandingan pekan kesepuluh Premier League yang mempertemukan Brentford melawan Liverpool berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tim tamu pada Sabtu (17/10/2026). Meski bermain di markas lawan, Liverpool Menang 2 0 atas Brentford meski Tanpa Penalti, sebuah hasil yang tetap menuai sorotan karena serangkaian keputusan kontroversial dari wasit John Brooks yang menangani laga tersebut.

Kemenangan Liverpool Menang 2 0 atas Brentford meski Tanpa Penalti ini tidak lepas dari momen penting ketika gelandang tuan rumah, Yehor Yarmolyuk, harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Pemain asal Ukraina itu diganjar kartu merah langsung setelah melakukan tindakan kekerasan berupa menanduk bek Liverpool, Jeremy Jacquet, dalam situasi sepak pojok.

Insiden tersebut terjadi di dalam kotak penalti Brentford, sehingga banyak pihak menduga Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah tendangan penalti. Namun, keputusan wasit Brooks justru sebaliknya. Ia hanya mengusir Yarmolyuk tanpa memberikan penalti kepada tim tamu, sebuah keputusan yang kemudian menjadi perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola.

Penjelasan Aturan di Balik Absennya Penalti

Absennya tendangan penalti dalam laga Liverpool Menang 2 0 atas Brentford meski Tanpa Penalti ternyata memiliki dasar hukum yang jelas. Keputusan wasit Brooks merujuk pada Laws of the Game Pasal 12 yang mengatur tentang pelanggaran dan tindakan tidak sportif. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa tendangan bebas langsung, tendangan bebas tidak langsung, maupun tendangan penalti hanya dapat diberikan apabila bola sedang dalam permainan.

Pada saat insiden terjadi, bola belum kembali masuk ke area permainan karena sepak pojok belum dieksekusi. Dengan demikian, meskipun tindakan kekerasan Yarmolyuk terjadi di dalam kotak penalti, Liverpool tidak berhak atas hadiah penalti. Kartu merah tetap dapat dijatuhkan sebagai sanksi atas tindakan kekerasan, terlepas dari status bola pada saat kejadian.

Wasit Brooks sendiri sempat meninjau rekaman melalui Video Assistant Referee (VAR) sebelum mengambil keputusan akhir. Setelah memeriksa ulang tayangan, ia memastikan bahwa Yarmolyuk memang melakukan tindakan kekerasan yang layak diganjar kartu merah langsung, namun tidak ada dasar untuk memberikan penalti kepada Liverpool.

Keputusan VAR yang Berulang Kali Mengubah Arah Laga

Insiden kartu merah Yarmolyuk bukan satu-satunya momen di mana teknologi VAR berperan besar dalam pertandingan ini. Sebelumnya, Liverpool sempat mendapatkan hadiah penalti setelah Alexis Mac Allister dilanggar di dalam kotak penalti. Namun, keputusan tersebut kemudian dianulir oleh Brooks setelah ia meninjau monitor VAR di pinggir lapangan.

Pembatalan penalti tersebut sempat memicu kekecewaan di kubu Liverpool. Meski demikian, tim asuhan pelatih tetap menunjukkan mentalitas juara dengan terus menekan pertahanan Brentford. Dua gol yang tercipta akhirnya memastikan kemenangan Liverpool Menang 2 0 atas Brentford meski Tanpa Penalti tetap terealisasi tanpa bantuan hadiah penalti.

Dari sisi Brentford, keputusan-keputusan wasit Brooks jelas merugikan tim tuan rumah. Bermain dengan sepuluh pemain sejak insiden Yarmolyuk membuat mereka kesulitan mengimbangi permainan Liverpool. Meski begitu, tim tuan rumah tetap berusaha memberikan perlawanan hingga peluit akhir dibunyikan.

Dampak bagi Persaingan di Papan Atas

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Liverpool dalam menjaga posisi mereka di papan atas klasemen Premier League. Tiga poin penuh dari markas Brentford semakin mempertegas konsistensi performa tim tamu di musim ini. Terlebih lagi, kemenangan tersebut diraih dengan cara yang tidak biasa, yaitu tanpa hadiah penalti meskipun lawan bermain dengan sepuluh orang.

Bagi Brentford, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri. Selain kehilangan poin di kandang, mereka juga harus kehilangan Yarmolyuk untuk pertandingan berikutnya akibat kartu merah yang diterimanya. Pelatih Brentford diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap disiplin pemainnya agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Secara keseluruhan, laga ini kembali menegaskan pentingnya pemahaman terhadap aturan permainan bagi para pemain, pelatih, dan juga penggemar. Keputusan wasit Brooks yang mengacu pada Laws of the Game Pasal 12 menunjukkan bahwa integritas aturan tetap dijunjung tinggi, bahkan dalam situasi yang penuh tekanan.

Kesimpulan

Kemenangan Liverpool Menang 2 0 atas Brentford meski Tanpa Penalti menjadi bukti bahwa hasil pertandingan tidak selalu ditentukan oleh hadiah penalti. Keputusan wasit John Brooks yang tidak memberikan penalti meski terjadi tindakan kekerasan di dalam kotak penalti memiliki dasar hukum yang kuat sesuai Laws of the Game Pasal 12, karena bola belum dalam permainan saat insiden terjadi. Kartu merah untuk Yehor Yarmolyuk tetap sah dijatuhkan, sementara Liverpool harus puas meraih kemenangan tanpa bantuan hadiah penalti. Laga ini sekaligus menjadi pengingat bahwa teknologi VAR dan pemahaman aturan yang tepat adalah kunci terciptanya pertandingan yang adil dan profesional.

Penulis: Syaifullah
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak