Jorge Martín Tertekan: Mengapa Pembalap Aprilia Ini Kalah Cepat di Mandalika?

Foto: Istimewa

Jorge Martín Tertekan: Mengapa Pembalap Aprilia Ini Kalah Cepat di Mandalika?

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Jorge Martín harus menerima kenyataan pahit di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Meski Aprilia mendominasi dengan menempatkan empat pembalap di posisi teratas pada balapan Minggu, pembalap Spanyol itu hanya finis sebagai pembalap RS-GP terbaik ketiga, tertinggal 6,9 detik dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang keluar sebagai pemenang. Hasil ini membuat Jorge Martín tetap memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan dua poin atas Marc Márquez dari Ducati, sama seperti sebelum balapan dimulai.

Dalam sesi wawancara usai balapan, Jorge Martín mengungkapkan penyebab utama defisitnya. Ia menilai kurangnya pengalaman mengendarai motor Aprilia di beberapa balapan sebelumnya menjadi faktor krusial. “Sepertinya di tikungan cepat mereka bisa membawa kecepatan lebih tinggi dengan spin yang lebih sedikit, sementara saya berputar seperti orang gila,” ujarnya. Martín mengidentifikasi dua tikungan cepat di mana Bezzecchi dan Raul Fernandez mampu mempertahankan kecepatan tanpa mengalami wheelspin berlebihan yang menghambat lajunya.

“Ada dua tikungan di mana saya tidak bisa menyamai kecepatan mereka. Saya mencoba menganalisis bagaimana mereka melakukannya, tetapi saya kehilangan satu persepuluh detik di masing-masing tikungan,” jelas Jorge Martín. Ia pun berusaha menutupi kerugian di sektor lain, namun data telemetri menunjukkan bahwa rival-rivalnya terus melakukan peningkatan. “Ketika saya melihat data, mereka melakukan langkah lain! Dan itu terjadi sepanjang akhir pekan. Tentu saja saya meningkat pesat dibandingkan hari pertama, tetapi saya rasa saya kurang banyak lap. Mungkin musim lalu pembalap lain sudah melakukan peningkatan, dan musim ini saya berusaha mengejar mereka,” tambahnya.

Selain masalah kecepatan di tikungan, Jorge Martín juga sempat mengalami kendala tekanan ban dan kesalahan di akhir Sprint, yang semakin memperlebar jaraknya dari para rival. Meski demikian, ia tetap optimistis menghadapi seri berikutnya di Phillip Island, Australia. Sirkuit Phillip Island dikenal memiliki karakter tikungan cepat yang menuntut stabilitas dan kepercayaan diri tinggi, sehingga menjadi ajang pembuktian bagi Jorge Martín untuk bangkit dan mempertahankan posisinya di puncak klasemen.

Persaingan gelar musim ini semakin memanas. Marc Márquez, yang kini hanya terpaut dua poin, mengaku kagum dengan kemampuan Jorge Martín. “Untuk saya, Martín adalah pembalap yang sangat bertalenta. Musim lalu dia mengalami cedera parah, tetapi ketika saya bergabung dengan Ducati dan bisa melihat data semua pembalap, Jorge adalah salah satu yang paling mengesankan saya. Gaya balapnya sangat mirip dengan saya, sangat agresif dalam pengereman. Dia pembalap yang tidak pernah mundur, seorang pejuang,” puji Márquez. Sementara itu, Max Biaggi, duta Aprilia, menyoroti kesalahan yang dilakukan duet Aprilia, terutama insiden di Balaton Park, Hungaria, yang membuat Jorge Martín terjatuh dan menabrak Bezzecchi. “Ketika Martín menjatuhkan Bezzecchi, klasemen mulai menipis; jika tidak, selisihnya akan lebih besar,” kata Biaggi.

Dengan lima balapan tersisa, Jorge Martín dituntut untuk segera menemukan solusi atas kelemahannya di tikungan cepat. Dukungan dari tim Aprilia dan adaptasi yang lebih baik terhadap motor RS-GP akan menjadi kunci. Jika ia mampu mengatasi masalah wheelspin dan memaksimalkan potensi motor, peluang untuk meraih gelar juara dunia tetap terbuka lebar. Namun, tekanan dari Marc Márquez dan Marco Bezzecchi yang terus mengintai membuat setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Publik MotoGP pun menantikan apakah Jorge Martín mampu membalikkan keadaan di Phillip Island dan membuktikan bahwa ia layak menjadi yang terbaik musim ini.

Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Crash.net, Marca, Infobae, Tiempo de San Juan, El Diario de Chihuahua