Spalletti di Ujung Tanduk: Juventus Dipermalukan Lazio, Fans Desak Conte Kembali

Foto: Istimewa

Spalletti di Ujung Tanduk: Juventus Dipermalukan Lazio, Fans Desak Conte Kembali

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Tekanan terhadap Luciano Spalletti kian memuncak setelah Juventus dipermalukan Lazio 0-3 di Allianz Stadium, Turin, dalam lanjutan Serie A, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri itu membuat posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih Bianconeri berada di bawah sorotan tajam, dengan desakan pemecatan mulai bermunculan dari kalangan suporter.

Gawang Juventus dibobol oleh Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, dan Fisayo Dele-Bashiru. Ironisnya, Juventus sebenarnya menguasai bola hingga 58 persen berbanding 42 persen milik Lazio. Namun, tuan rumah tampak tak berdaya menghadapi efektivitas Lazio yang mengubah tiga percobaan ke gawang menjadi tiga gol.

Hasil ini membuat Juventus tertahan di peringkat kedelapan klasemen dengan 11 poin dari tujuh laga, tertinggal delapan poin dari Inter Milan dan Lazio yang berada di puncak. Catatan tiga kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan itu bahkan lebih buruk satu angka dibandingkan periode awal musim lalu di era Igor Tudor, yang akhirnya kehilangan pekerjaan setelah laga kedelapan.

Kritik Keras dari Eks Pemain

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, tak melihat adanya perbaikan di era Luciano Spalletti. Ia menilai Si Nyonya Tua kehilangan identitas yang jelas selama satu tahun terakhir.

“Mereka tersesat, Juve yang memalukan malam ini,” ujar Tacchinardi. “Terlepas dari fakta bahwa mereka main di hari Kamis di Liga Europa, saya kira ini bukan tim yang kelebihan beban fisik atau mental.”

Senada dengan itu, analisis statistik menunjukkan laju Juventus bersama Luciano Spalletti sangat mirip dengan era Thiago Motta dan hanya sedikit lebih baik daripada era Tudor. Dari 36 pertandingan liga, Spalletti memenangi 18 laga atau tepat separuhnya, dengan koleksi 65 poin dari 108 poin yang tersedia, rata-rata 1,81 poin per pertandingan.

Angka itu terpaut jauh dibandingkan para pendahulu seperti Antonio Conte yang rata-rata mengumpulkan 2,39 poin per laga, atau Massimiliano Allegri dengan 2,20 poin. Bahkan Andrea Pirlo tercatat tampil jauh lebih baik secara proporsional.

Pelatih Rata-rata Poin per Laga
Antonio Conte 2,39
Massimiliano Allegri 2,20
Luciano Spalletti 1,81

Respons Spalletti

Usai laga, Luciano Spalletti mengakui timnya tampil jauh dari standar. Ia menyebut ada dua kemungkinan yang harus dianalisis, yakni soal tim atau metode kerja.

“Jelas, kami perlu menganalisis dan hanya ada dua kemungkinan. Kami bisa membahas secara tim atau metode kerja. Sesuatu harus dimodifikasi, jelas,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.

“Saya juga terkejut dengan penampilan ini, jadi saya perlu memikirkannya dengan matang, karena saya tidak mengubah cara komunikasi kepada para pemain,” sambungnya. “Mungkin saya perlu menganalisis hubungan saya sendiri dengan tim, karena hubungan itu jujur dan adil.”

Di sisi lain, sindiran datang dari maskapai Ryanair yang menyebut Juventus sebagai “Tottenham baru” dan menyerukan agar Luciano Spalletti menandatangani surat pengunduran diri. Meski begitu, manajemen Juventus belum mengambil keputusan soal pergantian pelatih.

Nama Antonio Conte kembali mencuat sebagai sosok yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Bianconeri. Desakan pemecatan terhadap pelatih berusia 67 tahun itu pun semakin kencang seiring rentetan hasil buruk yang terus berlanjut.

Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk keterlibatan di kompetisi Eropa, Luciano Spalletti memiliki waktu terbatas untuk membalikkan keadaan. Laga-laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi masa depannya di Turin, sekaligus penentu arah musim Juventus yang kini berada di persimpangan jalan.