Shakhtar vs AEK Athena Jadi Peringatan: Man City Waspadai Kejutan di Etihad

Foto: Istimewa

Shakhtar vs AEK Athena Jadi Peringatan: Man City Waspadai Kejutan di Etihad

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kekalahan mengejutkan AEK Athena dari Shakhtar Donetsk pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026-27 menjadi pelajaran berharga bagi Manchester City jelang duel di Etihad Stadium. Laga shakhtar vs aek athena yang berakhir 3-1 untuk kubu Ukraina itu memperlihatkan bahwa tim asuhan Marko Nikolic bukan lawan yang bisa diremehkan, sekaligus membuka peluang bagi The Citizens untuk memanfaatkan celah yang sama ketika kedua tim bertemu, Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 02.00 WIB.

Manchester City sendiri datang dengan misi bangkit. Pasukan Enzo Maresca baru saja menelan kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain di kandang, hasil yang menghentikan rentetan delapan kemenangan beruntun mereka di awal musim. Meski demikian, City merespons dengan kemenangan 3-2 atas Ipswich Town di Premier League akhir pekan lalu, meski lini belakang mereka kembali kebobolan dua gol.

Menariknya, hasil shakhtar vs aek athena menjadi cermin bagaimana AEK bisa dirobohkan. Klub asal Yunani itu sebelumnya tak terkalahkan dalam waktu normal sepanjang musim, namun kehilangan momentum ketika menghadapi tim yang bermain disiplin dan efisien. Kekalahan tersebut mengakhiri catatan impresif mereka dan menjadi titik balik yang kini disorot publik sepak bola Eropa.

Rekor AEK di Liga Champions memang kurang berpihak. Mereka belum pernah menang dalam 16 pertandingan tandang di kompetisi utama, dengan lima hasil imbang dan 11 kekalahan. Selain itu, AEK kalah dalam tujuh dari delapan laga terakhir melawan klub Inggris. Catatan ini kontras dengan Manchester City yang tak terkalahkan dalam empat pertemuan melawan klub Yunani, dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kebobolan.

Namun, duel shakhtar vs aek athena juga menegaskan bahwa AEK memiliki kualitas menyerang yang patut diwaspadai. Duo Luka Jovic dan Barnabas Varga masing-masing mencetak empat gol di liga domestik, meski keduanya belum membuka rekening gol di fase liga Liga Champions. AEK juga datang dengan persiapan matang setelah laga melawan Atromitos ditunda, sehingga mereka punya waktu sepekan untuk berlatih.

Di kubu tuan rumah, kondisi skuad menjadi perhatian. Antoine Semenyo absen sekitar delapan pekan karena cedera lutut, sementara Erling Haaland yang sempat tertatih saat melawan Ipswich diperkirakan tetap tersedia meski berpotensi diistirahatkan. Phil Foden bisa mengisi posisi ujung tombak jika Haaland dicadangkan. Maresca juga mengonfirmasi bahwa kondisi Nico O’Reilly, Mateo Kovacic, dan Matheus Nunes relatif membaik.

Bagi City, laga ini menjadi kesempatan untuk merotasi pemain mengingat jadwal padat, termasuk lawatan ke Aston Villa yang sedang meningkat. Kemenangan atas AEK akan menjaga peluang mereka di fase liga sekaligus mengembalikan kepercayaan diri di kompetisi Eropa.

Pelatih AEK, Marko Nikolic, diyakini akan memakai pelajaran dari shakhtar vs aek athena untuk memperbaiki organisasi pertahanan. Jika AEK mampu menutup ruang dan memanfaatkan kelengahan lini belakang City yang kebobolan tujuh gol dalam tujuh laga liga domestik, kejutan di Etihad bukan mustahil. Namun secara kualitas skuad dan pengalaman, Manchester City tetap diunggulkan untuk meraih tiga poin penuh.

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama kedua klub di Liga Champions dan kunjungan perdana AEK ke Etihad Stadium. Bagi publik sepak bola Indonesia, duel ini tersaji sebagai ujian sesungguhnya bagi ambisi AEK untuk bersaing dengan elite Eropa, sekaligus pembuktian bahwa Manchester City masih layak diperhitungkan meski tengah dilanda persoalan pertahanan. Pelajaran dari shakhtar vs aek athena akan menjadi kunci: tim yang lebih disiplin dan efisien akan menuai hasil.