Kekalahan Man City dari PSG di Liga Champions: Posisi Klasemen Memburuk, Haaland Cetak Rekor Baru

Foto: Istimewa

Kekalahan Man City dari PSG di Liga Champions: Posisi Klasemen Memburuk, Haaland Cetak Rekor Baru

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Pertandingan man city vs psg standings menjadi sorotan utama dalam matchday kedua Liga Champions 2026/27 setelah Paris Saint-Germain sukses mempermalukan Manchester City dengan skor 4-2 di Etihad Stadium. Kekalahan ini membuat posisi The Citizens di klasemen Liga Champions merosot tajam, sementara PSG melesat ke puncak. Laga yang digelar pada Rabu, 14 Oktober 2026 waktu setempat itu menjadi bukti nyata bagaimana man city vs psg standings kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar sepak bola Eropa.

PSG tampil menggebrak sejak menit awal. Desire Doue membuka keunggulan pada menit ke-13, lalu dua menit berselang ia berperan sebagai pemberi umpan bagi Ousmane Dembele yang menggandakan skor menjadi 2-0. Vitinha kemudian menambah keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-32 melalui serangan yang dimulai oleh Warren Zaire-Emery. Tim tamu menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol tanpa balasan.

Memasuki babak kedua, Manchester City mencoba bangkit. Erling Haaland memperkecil ketertinggalan pada menit ke-53. Namun, Maghnes Akliouche kembali menjauhkan jarak dengan tembakan jarak jauhnya pada menit ke-63. Haaland sempat mencetak gol keduanya pada menit ke-75 sehingga skor berubah menjadi 4-2, tetapi upaya tuan rumah untuk bangkit lebih jauh selalu digagalkan oleh kiper PSG, Matvey Safonov, yang tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial.

Dampak pada Klasemen Liga Champions

Kemenangan ini membawa PSG ke puncak klasemen Liga Champions dengan enam poin dari dua pertandingan, diikuti Barcelona dan Aston Villa di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, kekalahan membuat Manchester City terpuruk di posisi ke-17 dengan koleksi tiga poin dari dua laga. Situasi ini menjadikan man city vs psg standings sebagai topik yang paling banyak dibicarakan menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya.

Pelatih Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan bahwa Luis Enrique secara pribadi mengakui keberuntungan yang diraih timnya. “Luis berkata kepada saya di akhir pertandingan bahwa mereka cukup beruntung sepanjang 95 menit, tetapi kami kalah dan harus melanjutkan perjalanan,” ujar Maresca usai laga.

Rekor Baru Erling Haaland

Di tengah hasil buruk tim, ada catatan manis yang diraih Erling Haaland. Dengan dua golnya ke gawang PSG, striker asal Norwegia itu resmi menjadi pemain termuda yang mencetak 60 gol di Liga Champions pada usia 26 tahun dan 85 hari, mengalahkan rekor sebelumnya milik Lionel Messi dengan selisih satu hari. Pencapaian ini menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Eropa.

Taktik Pressing PSG yang Menghancurkan City

Analisis pertandingan menunjukkan bahwa PSG menerapkan pola pressing yang sangat efektif. Meski bermain dengan formasi 4-3-3, mereka mengubah bentuk pertahanan secara drastis. Vitinha melebar untuk mengawal sisi sayap, winger kanan Doue masuk ke tengah untuk mengawal bek tengah, Fabian Ruiz mengawasi gelandang lawan yang menerima bola, dan Dembele menutup bek tengah lainnya. Mekanisme ini membuat City kesulitan membangun serangan dari belakang dan berkali-kali kehilangan bola di area berbahaya.

Pola serupa diperkirakan akan menjadi ancaman bagi Barcelona yang akan menghadapi PSG pada matchday ketiga. Jika Blaugrana gagal melewati pressing awal PSG, mereka berpotensi mengalami nasib serupa dengan Manchester City. Laga tersebut diprediksi akan ditentukan pada 15 menit pertama.

Jadwal Padat Menanti City

Bagi Manchester City, kekalahan ini menambah tekanan di tengah jadwal yang sangat padat. Setelah menghadapi PSG, mereka menjamu Ipswich Town di Premier League pada akhir pekan, lalu bertemu Aston Villa, Brighton dan Hove Albion di Carabao Cup, serta kembali menghadapi Brighton di liga. Maresca pun harus mengatur beban kerja pemainnya dengan hati-hati, terutama setelah Antoine Semenyo mengalami cedera lutut yang diperkirakan membuatnya absen hingga delapan minggu. Meski demikian, Maresca menyebut hasil pemindaian menunjukkan cedera tersebut tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Di sisi lain, PSG juga tidak luput dari masalah kebugaran. Nuno Mendes ditarik keluar pada laga melawan Strasbourg karena masalah otot, dan Akliouche sempat mengalami cedera pergelangan kaki meski dilaporkan berpeluang tampil melawan Barcelona. Kehadiran Ousmane Dembele, mantan pemain Barcelona yang memahami metode Flick, menjadi ancaman tersendiri bagi Blaugrana.

Secara keseluruhan, dinamika man city vs psg standings menunjukkan betapa cepatnya peta kekuatan di Liga Champions berubah. Kemenangan PSG tidak hanya mengangkat posisi mereka di klasemen, tetapi juga mengirim sinyal kuat bahwa tim asuhan Luis Enrique layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Sebaliknya, Manchester City dituntut segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Pertarungan man city vs psg standings akan terus menjadi perhatian seiring bergulirnya kompetisi, dan bagi City, memperbaiki posisi di klasemen kini menjadi prioritas utama di tengah padatnya jadwal dan badai cedera yang melanda skuad Maresca.