Drama Empat Gol di Carson: San Diego FC Tahan Imbang Galaxy 2-2, Peluang Playoff Makin Sengit
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Pertarungan sengit tersaji di Dignity Health Sports Park, Carson, ketika tuan rumah LA Galaxy harus puas berbagi angka dengan San Diego FC dalam laga lanjutan Major League Soccer (MLS) Wilayah Barat yang berakhir 2-2, Sabtu malam waktu setempat. Hasil ini menjadi pukulan sekaligus berkah bagi kedua tim yang tengah berjuang di jalur playoff, dengan San Diego FC kembali menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah meski sedang dalam tren negatif.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Galaxy membuka keunggulan pada menit keempat melalui João Klauss, yang memanfaatkan umpan matang Sergi Roberto. Itu merupakan gol kesembilan Klauss dalam 14 penampilan musim ini, menegaskan ketajamannya di lini depan. Namun, keunggulan tuan rumah hanya bertahan enam menit. San Diego FC menyamakan kedudukan pada menit ke-10 lewat penalti Anders Dreyer, setelah Cédric Bakambu dilanggar kiper Galaxy, JT Marcinkowski. Gol ke-13 Dreyer musim ini menjadi bukti kontribusinya yang konsisten bagi San Diego FC.
Galaxy kembali memimpin pada menit ke-17. Erik Thommy mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya musim ini berkat asist dari Harbor Miller dan Marco Reus. Namun, San Diego FC tak tinggal diam. Gabriel Pirani mencetak gol penyeimbang pada menit ke-39, menutup babak pertama dengan skor 2-2. Bagi Pirani, itu adalah gol keempatnya dalam 10 pertandingan musim ini, sekaligus menegaskan peran pentingnya di lini tengah San Diego FC.
Babak kedua berlangsung lebih tenang dibandingkan babak pertama yang penuh gejolak. Galaxy mencoba menekan dan menciptakan beberapa peluang, termasuk tendangan bebas Marco Reus dari jarak sekitar 30 yard yang masih melebar. Namun, rapatnya pertahanan San Diego FC membuat tuan rumah kesulitan menemukan gol kemenangan. Kiper San Diego FC, Pablo Sisniega, tampil gemilang dengan tujuh penyelamatan dalam start keduanya musim ini. Sementara itu, Marcinkowski mencatatkan lima penyelamatan untuk Galaxy.
Pelatih Galaxy, Greg Vanney, mengaku timnya mengincar enam poin dari dua laga kandang terakhir, tetapi satu poin tetap ia syukuri. “Saya pikir kami ingin meraih enam poin dari dua pertandingan kandang, tentu saja. Tapi melihat hasil di liga, ketika kami memasuki 5-10 menit terakhir, saya berpikir untuk memastikan kami setidaknya mengambil satu poin karena itu membuat kami unggul empat poin dari beberapa tim, tujuh poin dari yang lain. Itu poin yang sangat besar,” ujarnya.
Hasil imbang ini membawa Galaxy mengoleksi 40 poin dan tetap berada di posisi kedelapan Wilayah Barat, salah satu dari dua slot play-in. Mereka tertinggal dua poin dari Seattle Sounders di posisi ketujuh (42 poin) dan unggul empat poin dari Real Salt Lake di posisi kesepuluh, yang akan mereka hadapi di laga terakhir musim reguler pada 7 November mendatang. Sementara itu, San Diego FC masih tertahan di posisi ke-12 dengan 34 poin dan belum meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir (0-4-4).
Bagi San Diego FC, hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan sejak mengalahkan Galaxy 3-1 pada 29 Agustus lalu. Dalam rentang tersebut, San Diego FC telah kebobolan 21 gol dan hanya mencetak 10 gol, sebuah catatan yang mengkhawatirkan bagi pelatih Mikey Varas. Meski demikian, semangat juang pasukannya patut diapresiasi, terutama karena mampu dua kali menyamakan kedudukan di kandang lawan.
Di sisi lain, Galaxy telah menunjukkan peningkatan performa dengan catatan 4-2-2 sejak awal September. Kemenangan 2-0 atas Portland Timbers pada Rabu lalu sempat mengangkat moral pasukan Vanney setelah kekalahan telak 6-2 dari St. Louis City. Namun, kegagalan meraih poin penuh atas San Diego FC membuat persaingan menuju playoff semakin ketat dan menegangkan.
Dengan tiga pertandingan tersisa, Galaxy dituntut untuk tampil konsisten guna mengamankan tempat di babak play-in. Sementara itu, San Diego FC yang secara matematis masih memiliki peluang, harus segera bangkit dan mengakhiri tren negatif jika ingin menjaga asa bermain di postseason pada musim keduanya di MLS.
