Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas Usai Lolos Inspeksi Keselamatan

Foto: Istimewa

Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas Usai Lolos Inspeksi Keselamatan

Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas menjadi sorotan utama setelah klub asal Madrid itu meminta pemerintah regional Comunidad de Madrid untuk mencabut penangguhan sementara izin Stadion Vallecas. Desakan ini muncul setelah inspeksi teknis pada Rabu (2/9/2026) menyatakan stadion tersebut memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan. Klub berjuluk Los Franjirrojos itu ingin menjamu Real Racing Club de Santander di kandang sendiri pada Sabtu (5/9/2026), menurut laporan Bola.

Permintaan Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas disampaikan setelah pemeriksaan yang melibatkan jajaran pimpinan klub, termasuk presiden, wakil presiden, dan kapten tim utama. Teknisi dari Comunidad de Madrid serta auditor firma CEDIAL turut mengikuti inspeksi tersebut. Menurut hasil peninjauan yang disampaikan klub, auditor dan teknisi pendamping mengonfirmasi bahwa Stadion Vallecas memenuhi persyaratan keamanan dan kesehatan yang berlaku. CEDIAL juga dilaporkan telah menyerahkan laporan awal yang mendukung kelayakan stadion kepada pemerintah regional.

Manajemen Rayo Vallecano memublikasikan 10 dokumen resmi untuk mendukung klaim tersebut. Dokumen itu mencakup sertifikat inspeksi listrik tegangan rendah yang berlaku hingga Mei 2028 dan tegangan tinggi hingga Agustus 2029, serta hasil inspeksi proteksi kebakaran yang berlaku hingga Februari 2027. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa stadion berusia hampir satu abad itu layak digunakan untuk pertandingan resmi.

Kronologi Penangguhan Izin

Penangguhan sementara izin Stadion Vallecas sebelumnya diberlakukan oleh otoritas setempat karena kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur. Namun, setelah inspeksi teknis menyeluruh, Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas dengan menyerahkan seluruh bukti kelayakan. Klub menegaskan bahwa penangguhan tersebut tidak lagi memiliki dasar teknis yang kuat.

Dampak bagi Jadwal Pertandingan

Jika sanksi tidak dicabut, laga melawan Racing de Santander terancam dipindahkan ke venue lain. Hal ini tentu merugikan klub dari sisi sportif maupun finansial. Oleh karena itu, Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas agar dapat kembali menjamu lawan di hadapan pendukung sendiri. Stadion Vallecas dikenal sebagai salah satu markas dengan atmosfer paling intimidatif di Spanyol, sehingga kehadiran suporter menjadi faktor penting.

Respons Pemerintah Regional

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah regional Comunidad de Madrid belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan tersebut. Namun, laporan awal dari CEDIAL diharapkan menjadi pertimbangan utama. Klub berharap keputusan cepat dapat diambil mengingat jadwal pertandingan yang semakin dekat.

Data Pendukung Kelayakan Stadion

Berikut sejumlah dokumen yang diajukan manajemen Rayo Vallecano:

  • Sertifikat inspeksi listrik tegangan rendah berlaku hingga Mei 2028.
  • Sertifikat inspeksi listrik tegangan tinggi berlaku hingga Agustus 2029.
  • Hasil inspeksi proteksi kebakaran berlaku hingga Februari 2027.
  • Laporan auditor CEDIAL yang menyatakan stadion memenuhi standar keselamatan.
  • Dokumen pendukung lain terkait kesehatan dan keselamatan publik.

Dengan publikasi dokumen-dokumen tersebut, Rayo Vallecano Desak Pencabutan Sanksi Stadion Vallecas secara terbuka dan transparan. Klub ingin menunjukkan bahwa mereka kooperatif terhadap regulasi yang berlaku.

Kesimpulan

Desakan Rayo Vallecano untuk mencabut penangguhan izin Stadion Vallecas merupakan langkah logis setelah inspeksi teknis menyatakan stadion layak. Dukungan dari auditor independen dan kelengkapan dokumen menjadi bukti kuat bahwa stadion memenuhi standar keselamatan. Kini bola berada di tangan pemerintah regional Comunidad de Madrid untuk mengambil keputusan. Jika sanksi dicabut, Rayo dapat menjamu Racing de Santander di kandang sendiri sesuai jadwal. Sebaliknya, penundaan keputusan berpotensi mengganggu persiapan tim dan merugikan klub secara keseluruhan.