Foto: Istimewa

Geger French Open 2026: Juara Denmark Open, Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian Tumbang Tragis di 32 Besar

Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Langkah ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus terhenti lebih awal di babak 32 besar French Open 2026. Bertanding di Arena Grand Paris, Tremblay-en-France, Prancis, pada Rabu (21/10/2026), pasangan yang akrab disapa Fajar/Fikri itu takluk dari wakil Taiwan, Wang Chi-Lin/Chiu Hsiang Chieh, melalui dua gim langsung dengan skor 24-26 dan 13-21. Kekalahan ini terasa mengejutkan mengingat Muhammad Shohibul Fikri dan rekannya baru saja meraih gelar juara Denmark Open 2026 pekan lalu.

Laga berlangsung berat bagi Fajar/Fikri sejak gim pertama bergulir. Kedua pasangan sempat bermain imbang 6-6 sebelum Wang/Chiu mengambil keunggulan menjadi 8-6 dan 11-8. Fajar/Fikri berusaha mengejar dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 12-12. Kejar-kejaran angka berlanjut hingga memasuki fase krusial. Setelah kedudukan kembali imbang 15-15, pasangan Taiwan sempat menjauh dengan keunggulan 19-15 dan mencapai game point pada skor 20-17.

Fajar/Fikri tidak menyerah begitu saja dan terus memberikan perlawanan hingga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Drama semakin memanas ketika kedua pasangan saling mengejar poin di penghujung gim pertama. Wang/Chiu beberapa kali berada di posisi unggul, tetapi Fajar/Fikri mampu membalikkan keadaan dan bahkan sempat memimpin 23-22 serta 24-23. Sayangnya, momentum itu gagal dipertahankan. Muhammad Shohibul Fikri sempat dua kali mendapatkan game point, namun akhirnya kehilangan gim pertama 24-26 setelah salah memperhitungkan jatuhnya kok di area belakang.

Kekalahan di gim pertama tampaknya menjadi pukulan bagi Fajar/Fikri. Pada gim kedua, Fajar/Fikri langsung tertinggal 2-6 dan kesulitan mengimbangi permainan pasangan Taiwan yang semakin percaya diri. Wang/Chiu terus menjaga tekanan hingga memperlebar keunggulan menjadi 13-6. Fajar/Fikri mencoba bangkit, tetapi lawan mampu mempertahankan kendali permainan. Memasuki pertengahan gim kedua, pasangan Taiwan unggul 18-11 dan semakin dekat dengan kemenangan. Sebuah kesalahan netting dari Fajar memberi lawan keunggulan 19-12, sebelum Wang/Chiu menutup gim kedua 21-13 setelah pengembalian Fajar melebar.

Hasil ini menjadi antiklimaks bagi Muhammad Shohibul Fikri dan Fajar Alfian yang tengah dalam tren positif. Pada French Open 2025, pasangan ini bahkan mampu melangkah hingga final kendati harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Kini, performa apik di Denmark Open seolah sirna dalam sekejap di Paris.

Kejutan di French Open 2026 tidak hanya dialami sektor ganda putra. Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie juga harus angkat koper lebih awal setelah bertekuk lutut di tangan juniornya sendiri, Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed, di babak pembuka. Kendati demikian, sejumlah wakil Indonesia lainnya berhasil meraih hasil positif, salah satunya Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang sukses melaju usai menundukkan pasangan dari Taiwan.

Bagi Muhammad Shohibul Fikri, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting. Konsistensi di poin-poin krusial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Kemampuan Fajar/Fikri memaksakan adu setting di gim pertama menunjukkan kualitas mereka, namun kegagalan memanfaatkan peluang emas di momen-momen kritis menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Dengan gugurnya Fajar/Fikri, harapan Indonesia di sektor ganda putra French Open 2026 kini bergantung pada pasangan lain yang masih bertahan. Perjalanan panjang turnamen Super 750 ini masih menyisakan banyak cerita, dan bagi Muhammad Shohibul Fikri bersama Fajar Alfian, pelajaran pahit di Paris harus dijadikan cambuk untuk bangkit pada turnamen-turnamen berikutnya.