Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Nama Mirwan Suwarso kembali menjadi sorotan dunia sepak bola Eropa. Presiden klub Como 1907 asal Indonesia itu menyaksikan langsung bagaimana timnya yang berstatus debutan Liga Champions 2026/2027 mempermalukan raksasa Inggris Manchester United dengan skor telak 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan bersejarah ini menegaskan bahwa proyek ambisius yang dibangun Mirwan Suwarso bersama pelatih Cesc Fabregas bukanlah sekadar kejutan sesaat, melainkan ancaman nyata bagi klub-klub elite Benua Biru.
Pertandingan berjalan bak mimpi buruk bagi Manchester United sejak menit awal. Nico Paz membuka keunggulan Como pada menit kedua, memanfaatkan kelengahan lini belakang tim tamu. Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan pada menit ke-49, sebelum Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57. Jacobo Ramon melengkapi pesta gol tuan rumah pada menit ke-76, membuat kedudukan menjadi 4-0. Manchester United hanya mampu memperkecil kekalahan melalui Joshua Zirkzee pada menit ke-90+1, sebuah gol hiburan yang tak berarti apa-apa di tengah dominasi Como.
Bagi Mirwan Suwarso, momen ini terasa sangat emosional. Como yang ia kelola bersama keluarganya adalah klub yang sempat bangkrut tiga kali dalam 15 tahun dan baru promosi dari Serie C pada beberapa tahun silam. Bahkan pada musim 2023/24, Como masih berkompetisi di Serie B. Kini, klub berjuluk I Lariani itu berdiri sejajar dengan tim-tim raksasa Eropa di fase liga Liga Champions.
“Kami menyambut mereka dengan cuaca khas Inggris,” ujar Mirwan Suwarso sambil tersenyum di bawah payung saat hujan deras mengguyur tepi Danau Como, seperti dikutip dari Sky Sport Italia. “Situasi ini sangat aneh bagi saya, dan ini tidak wajar untuk klub seperti Como. Ini seperti hadiah yang kami coba nikmati hari demi hari, tetapi ini bukan tempat yang pernah kami bayangkan. Ini tidak nyata.”
Keberhasilan Como tak lepas dari tangan dingin Cesc Fabregas, mantan gelandang Arsenal dan Chelsea yang kini menjadi arsitek permainan tim. Fabregas disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menukangi Manchester United jika posisi Michael Carrick goyah. Menariknya, Mirwan Suwarso berulang kali menegaskan tidak akan menghalangi langkah Fabregas jika klub besar datang meminang.
“Jika itu membuatnya bahagia, silakan. Anda ingin karyawan bertahan selama mungkin, tetapi pada akhirnya kami tidak memiliki dia dan dia bebas pergi ke Chelsea jika menginginkannya,” kata Mirwan Suwarso dalam wawancara dengan City AM pada musim panas lalu. Ia bahkan menambahkan bahwa Fabregas “tidak perlu klausul untuk pergi ke mana pun yang ia inginkan” karena hubungan mereka lebih dari sekadar hubungan kerja.
Sementara itu, pada laga lain matchday ketiga Liga Champions, Inter Milan meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Shakhtar Donetsk meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Alessandro Bastoni mendapat kartu merah pada menit ke-69. Gol Carlos Augusto pada menit ke-77 menjadi penentu tiga poin bagi Nerazzurri. Real Madrid juga tampil meyakinkan dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1, memperkokoh posisi mereka di papan atas fase liga.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada Como dan Mirwan Suwarso. Kemenangan atas Manchester United menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang, kesabaran membangun klub dari akar rumput, serta kepercayaan pada pelatih muda berbakat mampu membalikkan hierarki sepak bola Eropa. Bagi pengusaha asal Indonesia tersebut, hasil ini bukan hanya kemenangan tiga poin, melainkan pengakuan bahwa klub kecil di tepi Danau Como kini layak diperhitungkan di panggung tertinggi.
Dengan modal kepercayaan diri yang membumbung, Como akan menghadapi tantangan berikutnya di fase liga. Perjalanan masih panjang, tetapi satu hal yang pasti: era Mirwan Suwarso di Como telah mengubah wajah sepak bola Italia dan menjadi inspirasi bagi banyak klub kecil yang bermimpi besar.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber: VOICE Indonesia, Sky Sport Italia, Daily Mirror

