Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Laga Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan tipis tuan rumah. Bermain di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam WIB, Bhayangkara Presisi Lampung FC menaklukkan PSIM dengan skor 1-0. Gol tunggal Moussa Sidibe pada menit ke-59 menjadi pembeda dalam pertandingan yang diwarnai kartu merah gelandang PSIM, Ze Valente. Hasil Bhayangkara FC vs PSIM ini memperpanjang catatan kekalahan Laskar Mataram menjadi lima pertandingan beruntun di awal kompetisi musim ini.
PSIM sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Tim asuhan caretaker Guntur Cahyo Utomo itu berusaha memberikan perlawanan dan sempat menciptakan peluang melalui tendangan Ze Valente dari luar kotak penalti. Namun, kiper Bhayangkara, Muhammad Fahri, mampu menggagalkan upaya tersebut. Bhayangkara juga memperoleh kesempatan melalui situasi bola mati, tetapi tendangan bebas Moussa Sidibe yang menciptakan kemelut belum menghasilkan gol.
Momen penting terjadi pada babak pertama ketika Ze Valente menerima kartu merah langsung setelah kakinya mengenai kepala Wahyu Subo Seto saat berusaha memainkan bola. Wasit mengambil keputusan setelah meninjau insiden melalui Video Assistant Referee (VAR). Subo Seto pun tidak dapat melanjutkan pertandingan. Kehilangan Ze Valente membuat PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, sehingga perjuangan tim tamu untuk mengamankan poin semakin berat.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara meningkatkan tekanan dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tim besutan Oscar Bruzon lebih leluasa menguasai bola dan mencari celah di pertahanan PSIM. Akhirnya, pada menit ke-59, winger Moussa Sidibe berhasil memecah kebuntuan dan mencetak gol tunggal kemenangan Bhayangkara. Gol tersebut menjadi pahlawan bagi tuan rumah dan menjaga tren positif mereka di awal musim.
Pelatih caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, mengakui bahwa kartu merah mengubah jalannya pertandingan. “Pada 20 menit pertama, kita bisa main dengan bagus. Game plan berjalan. Namun, kemudian dapat kartu merah. Tapi setelah itu, kita masih menunjukkan bahwa pemain mau berjuang. Itulah sepakbola. Kesalahan minor menghadirkan hasil yang berbeda. Selamat untuk Bhayangkara FC,” kata Guntur seperti dikutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League).
Kekalahan ini menjadi pukulan tambahan bagi PSIM yang sebelumnya baru saja mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel. Kini tim berada di bawah penanganan caretaker Guntur Cahyo Utomo. Meski demikian, Guntur menegaskan timnya harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Isenmulang Kalteng FC.
Media Officer PSIM Yogyakarta, Irza Triamanda, menginformasikan bahwa rombongan tim langsung bertolak dari Bandar Lampung menuju Bali pada Rabu (21/10/2026) siang. “Menginformasikan, PSIM langsung bertolak dari Bandar Lampung menuju Bali pada siang ini untuk menjalani pertandingan tandang melawan Isenmulang Kalteng FC,” ujar Irza. Laskar Mataram dijadwalkan bersua Isenmulang FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Sabtu (24/10/2026). Persiapan singkat itu diharapkan bisa membantu tim meraih kemenangan perdana musim ini. “Kami latihan dulu tanggal 22-23 di Bali. Mohon doanya semoga PSIM bisa pulang membawa kemenangan pertama,” tambahnya.
Dalam lawatan ke Bali, PSIM membawa 23 pemain, termasuk gelandang asal Portugal, Ze Valente, yang mendapat kartu merah saat melawan Bhayangkara FC. Selain itu, striker PSIM Mauro Caballero juga memberikan klarifikasi setelah dituding melakukan tindakan rasis oleh winger Bhayangkara FC, Allano Lima. Melalui Instagram Story pada Rabu (21/10/2026) sore WIB, Mauro membantah tuduhan tersebut dan menegaskan sikap menentang segala bentuk rasisme. Ia menyebut insiden itu telah ditinjau melalui VAR dan pemeriksaan tersebut mengonfirmasi tidak adanya tindakan rasisme.
Dengan hasil Bhayangkara FC vs PSIM ini, Bhayangkara FC semakin memanaskan persaingan papan atas BRI Super League, sementara PSIM masih terpuruk di dasar klasemen tanpa meraih satu poin pun dari lima laga. Kekalahan kelima beruntun menjadi sinyal bahaya bagi Laskar Mataram yang harus segera bangkit jika ingin menghindari zona degradasi. Pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC di Bali menjadi kesempatan emas untuk memutus tren negatif dan meraih kemenangan perdana.
Secara keseluruhan, laga Bhayangkara FC vs PSIM menyajikan drama kartu merah dan gol penentu yang mengubah jalannya pertandingan. Bhayangkara membuktikan diri sebagai tim yang solid di kandang, sedangkan PSIM harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki performa. Dengan jadwal padat dan persiapan singkat, misi bangkit dalam empat hari menjadi tantangan berat bagi Guntur Cahyo Utomo dan anak asuhnya.

