Alexandra Eala Tumbang di Ningbo Open, Rekor Buruk Lawan Pemain Kidal Kembali Terkuak

Foto: Istimewa

Alexandra Eala Tumbang di Ningbo Open, Rekor Buruk Lawan Pemain Kidal Kembali Terkuak

Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Petualangan Alexandra Eala di Ningbo Open 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Bintang tenis Filipina berusia 21 tahun itu tumbang di tangan unggulan keenam asal Rusia, Diana Shnaider, dengan skor 5-7, 4-6 pada babak 16 besar di Yinzhou Tennis Center, Kamis (22/10/2026). Kekalahan ini tidak hanya menghentikan langkah Alexandra Eala di turnamen China tersebut, tetapi juga kembali menyoroti salah satu kelemahan terbesar dalam permainannya: rekor buruk melawan sesama pemain kidal.

Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama. Eala sempat memegang kendali dengan mempertahankan servisnya di awal laga, namun Shnaider mampu bangkit dan memenangkan set pembuka 7-5. Di set kedua, keduanya saling berbalas poin, tetapi Shnaider kembali unggul dan menutup pertandingan 6-4. Menariknya, Shnaider membutuhkan tujuh match point untuk akhirnya mengunci kemenangan atas Eala, yang sempat menyelamatkan enam match point di game terakhir.

“Ini jelas lebih baik daripada penampilan saya sebelumnya. Saya sangat senang dengan cara saya bermain hari ini karena Alex adalah lawan yang sangat berbahaya dan tangguh,” ujar Shnaider usai pertandingan, seperti dikutip dari Rappler. Ia juga mengakui bahwa menghadapi sesama pemain kidal bukan perkara mudah. “Tidak pernah mudah melawan pemain kidal lain. Di beberapa game pertama, Anda harus terbiasa dengan spin bola, di mana zona pukulannya, apa kelemahannya. Anda butuh waktu untuk menyesuaikan diri, lalu permainan menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu,” tambahnya.

Bagi Alexandra Eala, kekalahan ini memperpanjang tren kurang menggembirakan di rangkaian turnamen Asia tahun ini. Sebelumnya, ia tersingkir di putaran pertama Singapore Open setelah kalah dari Tatiana Prozorova, lalu juga kandas di Wuhan Open usai takluk dari Shi Han yang saat itu berperingkat 177 dunia. Puncaknya, di Asian Games 2026, Eala yang diunggulkan harus puas meraih medali perunggu setelah dikalahkan Wang Xiyu di semifinal.

Yang paling menjadi sorotan adalah statistik buruk Eala melawan pemain kidal. Hingga saat ini, ia belum memiliki rekor head-to-head positif melawan satu pun pemain kidal yang berada di top 100 WTA. Satu-satunya kemenangan atas pemain kidal diraihnya atas Leylah Fernandez dalam perjalanan menuju gelar WTA pertamanya di Washington Open musim panas ini. Namun, Fernandez juga pernah mengalahkannya di Stuttgart Women’s Open pada musim clay tahun ini. Sementara itu, kekalahan dari Maja Chwalinska terjadi di Challenger Grenoble pada 2021, dan yang paling menyakitkan tentu saja kekalahan dari Wang Xiyu di Asian Games.

Meski demikian, perjalanan Alexandra Eala musim ini tetap patut diapresiasi. Ia kini menempati peringkat 20 dunia, naik pesat dari posisi 53 saat tampil di ASB Classic Auckland awal tahun. Di turnamen itu, ia menembus semifinal dan memukau penonton. Popularitasnya pun meledak, dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram dan hampir 900 ribu di TikTok. Tak heran, ASB Classic 2027 sudah mengonfirmasi kehadirannya kembali. “Alex bukan hanya pemain muda yang menarik, tetapi ia telah berkembang menjadi salah satu pemain paling dikenal di tenis dunia,” kata Direktur Turnamen ASB Classic, Nicolas Lamperin.

Setelah Ningbo, Alexandra Eala dijadwalkan tampil di WTA 500 Toray Pan Pacific Open di Tokyo pada 26 Oktober hingga 1 November mendatang. Ia berpeluang bangkit dan membuktikan bahwa catatan buruk melawan pemain kidal bukanlah vonis akhir. Dengan usia yang masih muda dan talenta yang dimiliki, Alexandra Eala masih memiliki banyak waktu untuk memperbaiki kelemahannya dan bersaing di level tertinggi.

Kekalahan dari Shnaider menjadi pengingat bahwa di level elite WTA, setiap detail kecil bisa menentukan hasil. Bagi Eala, mengatasi “alergi” terhadap pemain kidal akan menjadi kunci jika ingin konsisten bersaing di jajaran atas. Publik Filipina dan penggemar tenis dunia tentu berharap sang bintang segera menemukan solusi dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.