Enzo Fernández Buka Suara soal Era Tanpa Messi, Soroti Pemimpin Baru dan Dukungan untuk Scaloni

Foto: Istimewa

Enzo Fernández Buka Suara soal Era Tanpa Messi, Soroti Pemimpin Baru dan Dukungan untuk Scaloni

Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Gelandang Manchester City, Enzo Fernández, menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir setelah membuka suara mengenai masa depan Timnas Argentina tanpa Lionel Messi. Dalam wawancara eksklusif, Enzo Fernández mengakui bahwa kepergian sang kapten akan meninggalkan ruang yang sulit diisi, namun ia menegaskan bahwa tim harus melangkah maju dengan identitas baru. Ia juga menyoroti sosok-sosok yang berpotensi memikul tanggung jawab kepemimpinan serta memberikan dukungan penuh terhadap kelanjutan karier Lionel Scaloni sebagai pelatih kepala.

Menurut Enzo Fernández, pengalaman bermain bersama Messi merupakan sebuah keistimewaan yang tidak akan pernah ia lupakan. Ia menyebut bahwa dirinya bukan hanya belajar dari kemampuan teknis sang kapten, tetapi juga dari cara Messi menjalani kehidupan sepak bola dengan kerendahan hati yang luar biasa, bahkan setelah meraih berbagai gelar bergengsi. Pengalaman itu, kata dia, akan semakin ia hargai seiring berjalannya waktu.

Soal transisi kepemimpinan, Enzo Fernández menegaskan bahwa tidak ada yang bisa menggantikan Messi secara langsung. Menurutnya, tim harus membangun sejarah baru dengan pembagian tanggung jawab yang lebih merata. Ia menyebut beberapa nama yang dinilai siap mengambil peran lebih besar, mulai dari Emiliano Martínez, Cristian Romero, Lautaro Martínez, Julián Álvarez, hingga Lisandro Martínez. Masing-masing, katanya, memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda namun saling melengkapi.

Terkait posisi pelatih, gelandang berusia 25 tahun itu memberikan pembelaan kuat terhadap Scaloni. Ia menilai sang juru taktik telah membangun lebih dari sekadar tim, yakni sebuah cara kerja dan kelompok yang memiliki identitas jelas. Dukungan ini menjadi sinyal penting di tengah spekulasi mengenai masa depan kursi pelatih Timnas Argentina.

Di sisi lain, Enzo Fernández juga mencuri perhatian lewat kepindahannya dari Chelsea ke Manchester City dengan nilai transfer yang fantastis, dilaporkan mencapai 145 juta euro. Langkah ini menjadikannya salah satu gelandang termahal dalam sejarah, sekaligus mencatatkan dua transaksi di atas 100 juta euro sepanjang kariernya setelah sebelumnya dibeli Chelsea dari Benfica. Ia kini berupaya beradaptasi dengan cepat di bawah arahan Enzo Maresca dan mulai membangun kemitraan dengan Erling Haaland.

Meski demikian, perjalanan di Inggris tidak selalu mulus. Dalam laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, ia sempat menjadi pusat perdebatan setelah mendorong wasit Sven Jablonski hingga terjatuh, tanpa menerima kartu apa pun. Insiden tersebut memicu diskusi mengenai interpretasi aturan dan konsistensi pengambilan keputusan pengadil lapangan.

Di luar lapangan, Enzo Fernández tetap menunjukkan kedekatannya dengan River Plate. Ia mengaku selalu mengikuti perkembangan klub yang membesarkannya, meski perbedaan waktu menjadi tantangan. Ia juga memuji Leonardo Ponzio, mantan rekannya, yang kini meniti karier sebagai pelatih.

Kombinasi antara pernyataan visioner soal masa depan Timnas Argentina, performa di level klub, serta berbagai dinamika di lapangan menjadikan Enzo Fernández sebagai salah satu nama paling diperbincangkan dalam dunia sepak bola belakangan ini. Ia tidak hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga diuji sebagai calon pemimpin generasi baru.

Dari seluruh rangkaian pernyataan dan peristiwa tersebut, terlihat jelas bahwa transisi Argentina menuju era pasca-Messi membutuhkan sosok-sosok yang mampu menjaga budaya kerja dan mentalitas juara. Enzo Fernández tampaknya siap mengambil peran itu, sembari tetap rendah hati mengakui besarnya warisan sang kapten. Bagi publik sepak bola, perjalanan gelandang ini akan menjadi salah satu cerita menarik untuk diikuti, baik bersama Manchester City maupun bersama Timnas Argentina di kompetisi mendatang.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Sukardi
Sumber: La Nación, Elonce, La 100, Goal, Kickfootball