Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Jakarta Running Festival (JRF) 2026 Siapkan Penghentian Lomba dan Whoosh Tambah Layanan sebagai langkah antisipatif menjelang perhelatan internasional yang akan digelar di Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Panitia menegaskan bahwa keselamatan lebih dari 37 ribu pelari dari 49 negara menjadi prioritas utama, terutama dengan tantangan cuaca terik dan tingkat polusi udara yang tinggi di ibu kota. Untuk mendukung mobilitas peserta, PT KCIC juga menyediakan 62 perjalanan kereta cepat Whoosh per hari.
Race Director JRF 2026, Donny Tjahyandikarta, menjelaskan bahwa panitia akan menggunakan sistem Web Bulb Globe Temperature (WBGT) untuk memantau kondisi lingkungan secara langsung di sepanjang rute. Alat ini mengukur suhu dan kelembapan sebagai indikator untuk menentukan langkah keselamatan, termasuk kemungkinan penghentian lomba jika kondisi dinilai membahayakan. “Kami tidak akan ragu menghentikan lomba jika indikator WBGT menunjukkan angka yang berisiko bagi peserta,” ujar Donny dalam keterangan resminya.
Keputusan JRF 2026 Siapkan Penghentian Lomba dan Whoosh Tambah Layanan ini merupakan bagian dari komitmen penyelenggara untuk mengutamakan keselamatan. Selain pemantauan cuaca, panitia juga menyiapkan tim medis dan posko kesehatan di beberapa titik strategis. Para pelari diimbau untuk menjaga hidrasi dan mengenali tanda-tanda heat exhaustion.
Dukungan Transportasi Whoosh
PT KCIC selaku operator kereta cepat Whoosh menambah frekuensi perjalanan menjadi 62 kali per hari selama periode JRF 2026. Langkah ini diambil untuk memudahkan mobilitas peserta, terutama yang datang dari luar kota, menuju lokasi start dan finish. Dengan tambahan layanan ini, diharapkan para pelari dapat tiba tepat waktu dan mengurangi kemacetan di sekitar area lomba.
JRF 2026 Siapkan Penghentian Lomba dan Whoosh Tambah Layanan juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk komunitas pelari. Mereka menilai sinergi antara penyelenggara dan penyedia transportasi publik seperti Whoosh dapat menjadi contoh untuk event olahraga besar lainnya di Indonesia.
Antisipasi Cuaca dan Polusi
Jika WBGT mencapai level berbahaya, panitia akan mengaktifkan prosedur penghentian lomba secara bertahap, mulai dari pengalihan rute hingga penghentian total. Peserta akan mendapat notifikasi melalui aplikasi resmi dan pengumuman di sepanjang rute.
Dengan persiapan matang, JRF 2026 Siapkan Penghentian Lomba dan Whoosh Tambah Layanan diharapkan dapat berjalan aman dan sukses, sekaligus meningkatkan citra Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional yang peduli keselamatan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A
Sumber Berita: Suara Landak

