Alaves vs Malaga: Duel Hidup-Mati di Mendizorrotza, Mariano Jadi Andalan Tuan Rumah
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Laga pembuka pekan ke-10 LaLiga EA Sports 2026-27 menyajikan pertarungan sarat kepentingan ketika Alaves menjamu Malaga di Stadion Mendizorrotza, Jumat malam waktu setempat. Dua tim datang dengan kebutuhan berbeda: tuan rumah ingin menghentikan paceklik demi menjaga asa menembus zona Eropa, sementara sang tamu berjuang mati-matian keluar dari dasar klasemen. Pertemuan ini menjadi sorotan karena mempertemukan tim yang tengah kehilangan momentum dengan juru kunci yang belum sekalipun merasakan kemenangan.
Alaves saat ini menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 11 poin dari sembilan pertandingan, hasil dari tiga kemenangan, dua imbang, dan empat kekalahan. Catatan tersebut sejatinya merupakan modal awal yang cukup baik bagi klub asal Vitoria itu. Namun, tren belakangan ini justru mengkhawatirkan. Anak asuh Quique Sanchez Flores hanya mampu meraih satu poin dari lima laga terakhir dan menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Atletico Madrid dan Celta Vigo.
Di kubu seberang, Malaga berada di posisi paling bawah klasemen dengan empat poin. Tim besutan Juan Francisco Funes itu menjadi satu-satunya klub di kasta tertinggi Spanyol yang belum meraih kemenangan, dengan rincian empat hasil imbang dan lima kekalahan. Bahkan, Malaga termasuk salah satu dari tiga tim di lima liga top Eropa yang belum menang, bersama Borussia Monchengladbach dan Le Havre.
Buruknya performa lini belakang menjadi momok utama Malaga. Mereka telah kebobolan 18 gol, menjadikannya sebagai pertahanan terburuk kedua di LaLiga musim ini, sementara lini depan hanya mampu mencetak enam gol. Kekalahan telak 2-5 dari Real Sociedad di kandang menjadi pukulan terbaru, sekaligus menandai tiga kekalahan dalam empat pertandingan terakhir. Kini jarak mereka dari zona aman yang ditempati Racing terpaut empat poin, sementara Valencia berada dua angka di atasnya.
Mariano Kembali Jadi Tumpuan Lini Depan
Untuk menghadapi laga krusial ini, Quique Sanchez Flores memilih pendekatan ofensif. Nama Mariano kembali dipercaya menjadi starter, berduet dengan Lucas Boye di lini depan. Di belakang keduanya, Antonio Blanco mendapat dukungan dari Carles Alena dan Pablo Ibanez untuk mengatur tempo permainan. Formasi lima bek tetap dipertahankan dengan Sivera di bawah mistar, dibantu Angel Perez dan Abde Rebbach di sektor sayap, serta trio Tenaglia, Koski, dan Valentini di jantung pertahanan.
Quique mengakui timnya tengah menghadapi masa sulit, namun ia menolak panik. Menurutnya, skuad telah duduk bersama untuk mengevaluasi kesalahan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa rapor buruk saat ini tidak sejalan dengan kualitas permainan yang ditampilkan anak asuhnya. Pelatih berkepala dingin itu juga menyoroti pentingnya bermain di hadapan pendukung sendiri sebagai pijakan untuk bangkit.
Menariknya, Quique sempat menyinggung potensi memainkan Hugo Novoa dan Angel Perez secara bersamaan. Ia menyebut keduanya sebagai pemain yang layak tampil berdampingan, meski belum memastikan kapan hal itu akan terwujud. Pernyataan ini menegaskan bahwa Alaves tidak akan mengubah identitas permainan ofensifnya meski tengah terpuruk.
Dari sisi historis, kedua tim terakhir bertemu pada musim 2022-23 di Segunda Division. Saat itu Malaga menang 1-0 di kandang, sedangkan Alaves membalas dengan kemenangan 2-1 di Mendizorrotza. Rekor pertemuan ini memberi sedikit angin segar bagi tuan rumah yang ingin mengulang memori manis tersebut.
Malaga diprediksi akan bermain lebih defensif dengan tiga bek tengah untuk membendung agresivitas sayap Alaves. Strategi menumpuk pemain di sektor sayap kanan menjadi senjata utama tuan rumah, kendati sang tamu telah mengantisipasinya dengan menempatkan dua pemain di area tersebut. Duel individual antara Angel dan Aznou di sisi lapangan menjadi salah satu titik panas yang berpotensi memicu gesekan.
Secara keseluruhan, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Bagi Alaves, kemenangan menjadi harga mati untuk menghentikan kemerosotan dan menjaga peluang bersaing di papan atas. Sementara bagi Malaga, hasil positif adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari jurang degradasi yang semakin menganga. Mendizorrotza akan menjadi panggung pembuktian siapa yang lebih lapar akan kemenangan.
