Brest vs Nice: Ajorque Manfaatkan Blunder Fatal, Brest Kuasai Francis-Le Blé
Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Duel lanjutan pekan kedelapan Ligue 1 2026/2027 menyajikan laga menarik antara Stade Brestois 29 dan OGC Nice di Stade Francis-Le Blé, Jumat (23/10/2026) malam waktu setempat. Pertandingan brest vs nice ini menjadi sorotan karena kedua tim tengah berjuang keluar dari papan tengah klasemen, dengan Brest menempati posisi ke-10 dan Nice terpuruk di peringkat ke-13. Laga yang dipimpin wasit Guillaume Paradis tersebut berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal, dan tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang.
Brest yang dilatih Julien Lachuer tampil dengan formasi 4-3-3, menurunkan Selvik di bawah mistar, dengan kuartet Lala, Tousart, Lloris, dan Locko mengisi lini belakang. Sektor tengah dipercayakan kepada Chotard, Magnetti, dan Doumbia, sementara trisula Baldé, Mboup, dan Ajorque menjadi ujung tombak. Di kubu tamu, pelatih Olivier Pantaloni memilih Diouf sebagai penjaga gawang, didukung Seidu, Ndayishimiye, dan Abdelmonem di lini pertahanan, serta Clauss, Boudaoui, Witsel, dan Nkounkou di lini tengah, dengan Hein, Amoura, dan Wahi sebagai penyerang.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Brest tampil mendominasi. Selvik nyaris tidak mendapat gangguan berarti di paruh awal pertandingan. Sebaliknya, gawang Nice terus mendapat tekanan. Pada menit ke-30, statistik menunjukkan Brest benar-benar menguasai jalannya laga, sementara Nice tercatat telah melepaskan empat tembakan namun tak satu pun mengarah ke gawang. Keunggulan tuan rumah akhirnya terwujud melalui gol Ludovic Ajorque yang memanfaatkan kesalahan besar dari lini belakang Nice.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Aiglons. Pasalnya, itu merupakan kesalahan langsung keempat yang berujung gol bagi Nice musim ini di Ligue 1, jumlah terbanyak dibandingkan tim mana pun di kompetisi tersebut. Sebelumnya, Diouf kembali membuat kesalahan dalam distribusi bola, memberikan bola kepada Baldé yang langsung mengirim umpan silang ke Doumbia. Sayangnya, gelandang Brest itu tergelincir saat hendak mendorong bola ke gawang kosong, sehingga peluang emas untuk menggandakan keunggulan sirna.
Amoura menjadi ancaman tersendiri bagi pertahanan Brest dengan kecepatannya. Beberapa kali ia lolos dari jebakan offside dan menciptakan peluang, meski sering kali terhenti karena posisi offside yang terlalu cepat. Serangan balik cepat Nice sempat merepotkan Tousart dan rekan-rekannya, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang tersebut tidak berbuah hasil. Hingga menit ke-38, Brest masih memegang kendali permainan berkat penguasaan bola yang lebih baik.
Jalannya pertandingan brest vs nice ini sesungguhnya sudah diprediksi sejak sebelum laga. Analisis prapertandingan menunjukkan bahwa rekor kandang Brest menjadi fondasi kuat untuk meraih kemenangan, dengan odds kemenangan tuan rumah di kisaran 2,25. Catatan kemenangan telak 4-1 atas Nice di Stade Francis-Le Blé pada September 2025 serta kemenangan 5-1 atas Angers di laga kandang terakhir mempertegas ketajaman serangan Brest saat bermain di hadapan pendukung sendiri. Sementara itu, Nice datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Strasbourg yang memutus rentetan hasil buruk, namun konsistensi masih menjadi masalah dengan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.
Dari sisi taktik, struktur permainan Brest yang disiplin terbukti mampu mengeksploitasi kecenderungan Nice yang terlalu memadati area tengah, sehingga meninggalkan celah dalam transisi. Pertarungan di lini tengah antara Joris Chotard yang bertugas mengatur tempo bagi Brest dan Axel Witsel sebagai jangkar pertahanan Nice menjadi kunci. Simetri formasi 4-3-3 dari kedua tim membuat duel individu di seluruh lapangan menjadi penentu.
Menariknya, laga brest vs nice ini juga mendapat perhatian luas, termasuk siaran langsung berbahasa Portugis melalui kanal CNN Esports yang bekerja sama dengan Itatiaia, serta liputan live dari sejumlah media olahraga Eropa. Hal ini menunjukkan daya tarik tersendiri dari pertemuan dua tim yang sama-sama berambisi memperbaiki posisi di klasemen.
Bagi Brest, tiga poin penuh di kandang sangat penting untuk menjaga momentum positif dan menembus posisi yang lebih tinggi. Sementara Nice harus segera memperbaiki lemahnya penyelesaian akhir serta kesalahan individu di lini belakang jika ingin keluar dari tekanan. Prediksi bahwa kedua tim akan mencetak gol juga masih terbuka, mengingat kualitas serangan yang dimiliki Amoura dan Wahi di kubu tamu.
Secara keseluruhan, pertandingan brest vs nice menegaskan bahwa Brest memiliki keunggulan teritorial yang jelas di Francis-Le Blé. Gol Ajorque yang lahir dari kesalahan fatal pemain Nice menjadi bukti betapa rapuhnya lini belakang Aiglons musim ini. Jika tren ini berlanjut, Nice akan semakin sulit bersaing di papan tengah, sementara Brest berpeluang besar mengamankan hasil maksimal di hadapan pendukungnya sendiri.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: RMC Sport, CNN Brasil, TyC Sports, ToffeeWeb
