Torino Bangkit: Tiga Kemenangan Beruntun Pertama Sejak 2019, Vlašić Jadi Pahlawan di Olimpico

Foto: Istimewa

Torino Bangkit: Tiga Kemenangan Beruntun Pertama Sejak 2019, Vlašić Jadi Pahlawan di Olimpico

Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Kota Torino kembali bergairah di pentas sepak bola Italia. Klub Serie A Torino FC menorehkan catatan istimewa dengan meraih tiga kemenangan beruntun dalam satu musim untuk pertama kalinya sejak Maret 2019. Prestasi ini diraih setelah Il Toro menundukkan Monza dengan skor dramatis 3-2 di Stadion Olimpico Grande Torino, dalam laga pekan kedelapan Serie A. Kemenangan tersebut menjadi bukti kebangkitan tim asuhan pelatih yang kini tampil konsisten dan mulai diperhitungkan kembali di kompetisi domestik.

Laga berlangsung sengit sejak menit awal. Tuan rumah yang sedang dalam performa terbaik langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang emas sempat hadir ketika Alessio Cacciamani gagal memanfaatkan umpan silang tajam meski berada dalam posisi bebas. Tak lama berselang, Ardian Ismajli nyaris membawa Torino unggul lewat sundulan, namun bola hanya menyentuh sedikit kepalanya dan meluncur tipis di samping gawang. Dominasi tuan rumah akhirnya terbayar enam menit sebelum jeda.

Berawal dari umpan buruk Fo Ondoa yang dipotong Giovanni Simeone di tengah lapangan, sang penyerang Argentina itu menggiring bola ke depan dan melepas umpan kepada Kian Fitz-Jim. Gelandang muda tersebut melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak sekitar sembilan meter yang menghantam bagian bawah mistar dan menjebol gawang, sekaligus mencatat gol pertamanya di Serie A. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.

Monza menyamakan kedudukan kurang dari dua menit setelah babak kedua dimulai. Kali ini Torino membuat kesalahan mahal. Gustavo Varela memanfaatkan umpan balik Pietro Comuzzo, keluar menghadapi kiper dan melepaskan lob yang tak mampu dihalau. Gol itu membuat Varela menyamai koleksi gol Antonio Raimondo dari Frosinone di puncak daftar pencetak gol. Tuan rumah sempat tertekan, tetapi kiper Noel Tornkvist tampil gemilang dengan menepis tembakan Rafik Belhaj dari jarak dekat pada menit ke-54.

Namun Tornkvist tak mampu berbuat banyak pada percobaan berikutnya. Winger asal Aljazair itu membawa Torino kembali unggul dengan cara spektakuler pada menit ke-61. Ia melepaskan diri dari penjagaan di tepi kotak penalti, lalu melepas tembakan kaki kanan dari jarak sekitar 23 meter yang melesat indah ke sudut gawang. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan dan mengukuhkan posisi Torino di jalur positif.

Di sisi lain, nama Torino juga mencuat dalam dunia industri. Raksasa ban asal Prancis, Michelin, memutuskan memindahkan kantor pusat komersialnya untuk Italia dari Milan ke Torino, tepatnya di kawasan industri Corso Romania. Langkah ini berjalan melawan tren umum dan akan melibatkan 99 karyawan, dengan proses pemindahan ditargetkan rampung pada 2028 sesuai kesepakatan dengan serikat pekerja. Sebanyak 250 tenaga penjualan yang aktif di seluruh Italia, termasuk sekitar 100 karyawan, tidak termasuk dalam skema relokasi ini.

Keputusan Michelin dilatarbelakangi keinginan memusatkan fungsi perusahaan di dekat struktur industri dan administrasi yang telah lama berdiri di Torino. Di Corso Romania, Michelin telah memiliki kantor pusat hukum untuk Italia, aktivitas industri produksi bahan setengah jadi, serta European Distribution Centre, pusat distribusi Eropa. Selain kedekatan geografis dengan Prancis, keberadaan dua pabrik di Piemonte turut menjadi pertimbangan, yakni pabrik di Cuneo yang fokus pada ban mobil penumpang dan pabrik di Alessandria yang mengkhususkan diri pada ban kendaraan berat.

Sementara itu, dari dunia olahraga nasional, pelatih Lazio Gennaro Gattuso menyoroti pentingnya performa timnya saat menghadapi Parma. Ia menegaskan bahwa Lazio harus tampil dengan intensitas dan semangat seperti ketika melawan Juventus di Torino. Menurutnya, penurunan intensitas bisa berakibat fatal dan meninggalkan luka yang sulit dilupakan. Gattuso menekankan pentingnya disiplin, ketepatan waktu, dan kerja keras agar tim tetap berada di jalur kemenangan.

Kebangkitan Torino FC menjadi cermin bagaimana sebuah kota bisa bergerak di dua arah sekaligus: prestasi di lapangan hijau dan kepercayaan dunia industri. Tiga kemenangan beruntun menjadi modal berharga bagi Il Toro untuk menjaga momentum di kompetisi yang panjang. Sementara itu, keputusan Michelin memindahkan pusat komersialnya menegaskan posisi Torino sebagai salah satu kutub industri otomotif dan manufaktur di Italia utara.

Dengan kombinasi performa tim yang membaik dan masuknya investasi korporasi, Torino berpeluang memperkuat identitasnya sebagai kota yang kompetitif, baik di sektor olahraga maupun ekonomi. Tantangan berikutnya adalah konsistensi, sebab menjaga momentum jauh lebih sulit daripada meraihnya. Jika mampu mempertahankan tren positif ini, bukan tidak mungkin Torino kembali diperhitungkan di papan atas Serie A sekaligus menarik lebih banyak investasi ke wilayah Piemonte.