Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | London, 25 Oktober 2026 — Mathys Tel menjadi nama yang paling dibicarakan setelah Tottenham Hotspur mempermalukan Chelsea 0-2 di Stamford Bridge pada pekan kedelapan Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Penyerang muda asal Prancis itu mencetak gol kedua Spurs pada menit ke-87, memastikan kemenangan bersejarah bagi tim tamu dan meninggalkan luka mendalam bagi tuan rumah. Gol Mathys Tel berawal dari akselerasi cepatnya di sisi kanan pertahanan Chelsea sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Mike Penders, meluncur deras ke sudut kanan bawah gawang.
Pertandingan sendiri berjalan sengit sejak awal. Chelsea yang dilatih Xabi Alonso berusaha mengendalikan permainan, namun Tottenham tampil agresif dan beberapa kali menembus pertahanan tuan rumah. Peluang emas didapat Tottenham pada menit ke-29 melalui umpan silang Andy Robertson kepada Omar Marmoush, tetapi Penders berhasil menggagalkan. Kiper asal Belgia itu juga sempat menepis tendangan Mathys Tel, meski penyerang tersebut berada dalam posisi offside. Chelsea merespons melalui Pedro Neto pada menit ke-35, namun kiper Tottenham, Antonin Kinsky, tampil gemilang dengan penyelamatan penting.
Babak kedua dimulai dengan kabar buruk bagi Tottenham setelah James Maddison ditarik keluar pada menit ke-51 akibat cedera dan digantikan Conor Gallagher. Namun, justru Chelsea yang kemudian kehilangan kendali. Pada menit ke-77, Mike Penders melakukan kesalahan fatal saat menghadapi sepak pojok. Tinjuannya meleset dan bola masuk ke gawangnya sendiri, membawa Tottenham unggul 1-0. Gol bunuh diri itu menjadi titik balik pertandingan.
Tiga menit berselang, Chelsea semakin terpuruk. Cole Palmer menerima kartu kuning kedua setelah menginjak Gallagher, sehingga wasit mengusirnya pada menit ke-80. Kartu merah itu tercatat sebagai kartu merah ke-100 Chelsea di Liga Inggris, menjadikan The Blues tim ketiga yang mencapai jumlah tersebut setelah Everton (113) dan Arsenal (110). Bermain dengan 10 pemain, Chelsea kesulitan mengejar ketertinggalan. Tottenham memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk terus menekan, dan pada menit ke-87, Mathys Tel kembali menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol kedua.
Xabi Alonso mengakui kekalahan ini sebagai pukulan berat. Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya tampil jauh di bawah standar dibandingkan saat mengalahkan Bournemouth dan Everton. “Kita semua bertanggung jawab atas hasil dan performa ini. Hari ini kami tidak dalam performa terbaik,” kata Alonso kepada media resmi klub. Ia juga menolak menyalahkan Penders atau Palmer secara individu. “Saya merasa di babak kedua pertandingan berjalan seimbang dan bisa berakhir dengan hasil apa pun. Setelah kebobolan gol pertama dan kemudian kartu merah, semuanya menjadi sulit,” tambahnya.
Kekalahan ini membuat Chelsea tertahan di peringkat empat dengan 13 poin, terpaut tiga angka dari Brighton di posisi ketiga. Sementara Tottenham naik ke peringkat 12 dengan enam poin, menjauh dari zona degradasi. Bagi Tottenham, kemenangan ini juga mengakhiri catatan panjang Chelsea yang tidak pernah kalah dari mereka di Stamford Bridge dalam pertandingan liga selama beberapa tahun terakhir.
Di kubu Chelsea, selain Penders dan Palmer, penampilan Geovany Quenda dan Morgan Rogers juga mendapat sorotan. Quenda yang mendapat kesempatan starter karena Joao Pedro cedera gagal memberikan dampak signifikan, sementara Rogers kesulitan menembus pertahanan rapat Tottenham. Xabi Alonso menegaskan timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami bisa berbuat lebih baik. Ini sesuatu yang perlu direnungkan setelah pertandingan besar ini. Performa kami perlu ditingkatkan,” tegasnya.
Kemenangan Tottenham tak lepas dari performa impresif Mathys Tel. Penyerang muda itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga beberapa kali merepotkan pertahanan Chelsea dengan kecepatan dan pergerakannya. Gol Mathys Tel pada menit ke-87 menjadi bukti kelasnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Liga Inggris saat ini. Kini, Tottenham berharap momentum ini bisa membawa mereka keluar dari papan bawah, sementara Chelsea harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Dengan hasil ini, persaingan di Liga Inggris semakin menarik. Chelsea wajib memperbaiki performa, terutama menjelang laga-laga berat berikutnya. Sementara Tottenham, dengan kemenangan atas rival sekota, semakin percaya diri untuk menghadapi sisa musim. Mathys Tel pun menjadi simbol kebangkitan Spurs di bawah asuhan pelatih mereka.
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: ANTARA, VIVA, Liputan6, Chelsea FC

