Vasco vs Corinthians: Drama Dua Comeback dan Mimpi Buruk Seedorf di São Januário

Foto: Istimewa

Vasco vs Corinthians: Drama Dua Comeback dan Mimpi Buruk Seedorf di São Januário

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pertandingan vasco vs corinthians pada pekan ke-32 Campeonato Brasileiro 2026 benar-benar menyajikan drama yang tak terlupakan. Bermain di Stadion São Januário, Rio de Janeiro, pada Sabtu malam (24/10/2026), Vasco da Gama berhasil membalikkan keadaan dan menundukkan Corinthians dengan skor 3-2. Kemenangan ini tidak hanya menjadi pukulan telak bagi ambisi Corinthians keluar dari zona degradasi, tetapi juga menjadi malam kelam bagi pelatih anyar mereka, Seedorf, yang gagal meraih hasil positif pada laga debutnya.

Pertandingan vasco vs corinthians berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Vasco, yang tampil di hadapan pendukung sendiri, membuka keunggulan pada menit ke-34 babak pertama melalui gol Puma Rodríguez. Keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum. Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Vasco ketika Corinthians bangkit dan berhasil membalikkan keadaan lewat gol Gustavo Henrique dan Matheus Bidu. Corinthians yang saat itu membutuhkan kemenangan untuk keluar dari zona merah tampak akan membawa pulang tiga poin.

Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan. Ketika kekalahan tampak di depan mata, Marino Hinestroza muncul sebagai pahlawan tak terduga. Pemain asal Kolombia itu mencetak dua gol dalam waktu singkat, pada menit ke-42 dan ke-45 babak kedua, memastikan kemenangan dramatis bagi Vasco. Dua gol tersebut tidak hanya menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan, tetapi juga mengangkat moral tim yang tengah berjuang menghindari jerat degradasi.

Pelatih Vasco, Pedro Emanuel, dalam konferensi pers usai pertandingan menyebut hasil ini sebagai “kemenangan khas Vasco”. Ia mengakui bahwa timnya sempat kehilangan fokus dan membuat kesalahan sendiri, terutama karena kelelahan fisik. “Kami menjalani 23 hari tanpa libur, dengan perjalanan dan pertandingan besar yang juga menguras tenaga. Saya merasakan tim ini kelelahan,” ujarnya. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu sangat mengapresiasi semangat juang para pemain pengganti yang mampu mengubah jalannya pertandingan. “Saya sangat senang dengan kapasitas tim ketika kami butuh energi baru, mereka yang masuk bisa menjawab tantangan. Ini adalah kemenangan untuk Vasco,” tambahnya.

Kemenangan ini membawa Vasco mengumpulkan 38 poin dan menempati peringkat ke-13 klasemen sementara, menjauh lima poin dari zona degradasi. Sementara itu, bagi Corinthians, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka menjadi 10 pertandingan tanpa kemenangan di liga. Tim asuhan Seedorf kini terpuruk di dasar zona degradasi dengan 33 poin, tertinggal dua poin dari Internacional yang berada di peringkat pertama di atas zona merah. Peluang Corinthians untuk bertahan di kasta tertinggi semakin mengecil, dengan persentase kemungkinan degradasi melonjak dari 43,1 persen menjadi 62,5 persen menurut data dari institusi pemantau sepak bola.

Pertandingan vasco vs corinthians juga menjadi sorotan karena debut Seedorf sebagai pelatih Corinthians. Legenda sepak bola Belanda itu sempat memberikan harapan ketika timnya berbalik unggul, tetapi kekecewaan akhirnya menghampiri. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Corinthians yang tengah berjuang keras untuk tetap bertahan di Serie A Brasil.

Bagi Vasco, kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang laga klasik melawan Flamengo pada Kamis (29/10/2026) mendatang di Stadion Nilton Santos. Sementara Corinthians akan menjamu Mirassol pada Jumat (30/10/2026) di Neo Química Arena. Laga vasco vs corinthians ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis musim ini, di mana dua kali comeback terjadi dan seorang pahlawan tak terduga muncul dari bangku cadangan.

Dengan hasil ini, persaingan di papan bawah Campeonato Brasileiro semakin memanas. Vasco vs Corinthians bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan hidup dan mati yang menyajikan emosi luar biasa bagi para penggemar sepak bola. Kedua tim masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi, tetapi bagi Corinthians, waktu semakin sempit untuk bangkit dari keterpurukan.