Sido Muncul Tebar Dividen Rp300 Miliar di Tengah Tekanan Kinerja, Cek Jadwal dan Fakta Menariknya!
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kembali menjadi sorotan pasar modal. Emiten produsen jamu dan farmasi ini memastikan akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp300 miliar untuk tahun buku 2026. Keputusan tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan telah disetujui oleh direksi serta dewan komisaris perseroan pada 21 Oktober 2026. Langkah Sido Muncul ini menjadi perhatian investor karena dibagikan saat kinerja keuangan perseroan tengah mengalami tekanan.
Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp10 per saham. Dengan asumsi jumlah saham beredar sebanyak 30 miliar lembar, total dividen interim yang akan disalurkan mencapai Rp300 miliar. Jadwal pembayaran dividen interim ini direncanakan pada 20 November 2026. Berdasarkan harga saham SIDO sebesar Rp342 pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026), imbal hasil dividen (dividend yield) interim ini mencapai sekitar 2,92 persen.
Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, melalui Sekretaris Perusahaan Budiyanto, menyampaikan bahwa pembagian dividen interim ini merupakan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan per 30 Juni 2026, yang antara lain mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp333,65 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp1,14 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp2,99 triliun.
Meski demikian, kinerja Sido Muncul sepanjang semester I-2026 menunjukkan penurunan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,46 triliun, turun 19,80 persen dibandingkan Rp1,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan terutama terjadi pada segmen jamu herbal dan suplemen yang mencatatkan penjualan Rp638,85 miliar pada Januari–Juni 2026, lebih rendah dibandingkan Rp1,07 triliun pada semester I-2025. Sejalan dengan itu, laba bersih SIDO yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 44,43 persen secara tahunan menjadi Rp333,65 miliar, dari sebelumnya Rp600,46 miliar.
Di sisi lain, saham SIDO pada Jumat, 23 Oktober 2026, melemah 1,14 persen menjadi Rp346 per saham. Harga saham dibuka stagnan di Rp350, dengan level tertinggi Rp350 dan terendah Rp344. Total frekuensi perdagangan tercatat 3.311 kali dengan volume 162.294 saham dan nilai transaksi harian Rp5,6 miliar. Sebelumnya, pada akhir April 2026, Irwan Hidayat tercatat membeli 500.000 saham SIDO dengan harga Rp505 per saham, sehingga kepemilikannya menjadi 4.279.400 saham atau setara 0,014 persen.
Selain aktif di pasar modal, Sido Muncul juga menunjukkan kepedulian sosial. Bersama Rumah Sakit KSH Rembang, perseroan menggelar operasi katarak gratis dalam rangka HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-76 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Sebanyak 50 pasien mengikuti kegiatan tersebut, tidak hanya dari Kabupaten Rembang tetapi juga dari luar daerah. Direktur Utama KSH Rembang, dr. Benny Purwanto, mengapresiasi dukungan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) dan PT Sido Muncul. Irwan Hidayat melalui sambutan virtual mengaku senang dapat berkontribusi bagi masyarakat dan berharap kegiatan ini semakin mengenalkan KSH Rembang.
Berikut jadwal pembagian dividen interim SIDO tahun buku 2026:
- Pengumuman dividen interim: 23 Oktober 2026
- Pencatatan dan perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividend): 3 November 2026
- Pencatatan dan perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividend): 4 November 2026
- Tanggal pencatatan (recording date): 5 November 2026
- Pembayaran dividen: 20 November 2026
Dengan pembagian dividen interim ini, Sido Muncul tetap berupaya menjaga daya tarik bagi investor di tengah tantangan industri jamu dan farmasi. Meskipun pendapatan dan laba menurun, perseroan masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk membagikan dividen. Ke depannya, pasar akan mencermati apakah perseroan mampu membalikkan kinerja pada semester II-2026, seiring dengan strategi pemasaran dan inovasi produk yang terus dilakukan.
