Tyrese Maxey Bintang Baru Sixers: 26 Poin, Buzzer Beater, dan Perang Kata dengan Stephen A. Smith
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Penampilan tyrese maxey kembali menjadi sorotan utama di pentas NBA musim 2026-27. Sang point guard Philadelphia 76ers itu tampil impresif dengan mencetak 26 poin, empat rebound, empat assist, dan empat tembakan tiga angka dalam kemenangan 127-116 atas Milwaukee Bucks pada Sabtu malam waktu setempat. Lebih dari itu, tyrese maxey menutup kuarter pertama dan ketiga dengan buzzer beater, salah satunya dilepas dari tengah lapangan, sebuah momen yang langsung memantik decak kagum penonton di Philadelphia.
Konsistensi menjadi kata kunci bagi pemain berusia 25 tahun tersebut. Sepanjang tiga pertandingan awal musim ini, tyrese maxey selalu menorehkan minimal 26 poin dengan rata-rata percobaan tembakan 19 kali atau lebih per gim. Produktivitas itu menegaskan posisinya sebagai opsi serangan utama Sixers, terlebih ketika LeBron James absen pada laga melawan Bucks dan Joel Embiid dijadwalkan istirahat saat menghadapi Detroit Pistons pada Minggu.
Kemenangan Ketiga Sixers dan Peran Para Pemain Pendukung
Kemenangan atas Bucks membawa Sixers ke rekor sempurna 3-0. Di balik gemilangnya performa tyrese maxey, tim asuhan pelatih ini juga menuai kontribusi penting dari para pemain peran. VJ Edgecombe menjadi sorotan lewat rebound ofensif krusial di kuarter keempat yang menyelamatkan sebuah possession dan berujung pada tembakan tiga angka Jaylen Brown. Aksi itu disebut sebagai salah satu momen penyelamat gim setelah Sixers nyaris kehilangan keunggulan.
Selain Edgecombe, nama Kentavious Caldwell-Pope dan Dean Wade turut disebut sebagai sosok yang memahami peran masing-masing. Caldwell-Pope, veteran 13 tahun di NBA, memberi dampak dua arah yang besar sejak awal masa baktinya, sementara Wade—pemain dengan kontrak hampir 40 juta dolar yang jarang mendapat play khusus—tetap konsisten mengisi celah yang dibutuhkan tim.
Perayaan Ulang Tahun Jaylen Brown dan Sindiran untuk Jayson Tatum
Laga melawan Bucks bertepatan dengan ulang tahun ke-30 Jaylen Brown. Suasana perayaan sempat diwarnai momen ringan ketika rookie Labaron Philon Jr. menyanyikan lagu ulang tahun dengan nada fals yang oleh Brown disebut “benar-benar buruk”. Namun, perhatian media justru tersedot pada pernyataan Brown soal hubungannya dengan mantan rekan setimnya di Boston Celtics, Jayson Tatum.
Setelah Celtics menukar Brown ke Sixers, keduanya sempat terlibat ketegangan verbal yang berawal dari komentar Tatum bahwa kepindahan Brown mengejutkannya. Brown membalas dengan emoji “cap” di Instagram, isyarat bahwa ia menilai pernyataan Tatum tidak jujur. Menanggapi hal itu, Brown menegaskan tidak ada permusuhan di antara mereka, meski ia memilih diksi yang khas.
“Tidak ada beef. Tapi mungkin sedikit lamb chops dan gravy,” ujar Brown, yang mengulang frasa tersebut hingga tiga kali. Ia memuji Tatum sebagai pemain hebat dan berasal dari keluarga yang baik, namun menambahkan sindiran halus soal tim humas Tatum. “Dia punya tim PR yang hebat. Tidak ada beef, tapi mungkin sedikit lamb chops dan gravy. Dia harus selalu siap,” lanjutnya.
Tyrese Maxey Bantah Klaim Stephen A. Smith
Di sisi lain, tyrese maxey menjadi pusat perbincangan lain setelah ia membantah keras klaim analis ESPN, Stephen A. Smith. Dalam program First Take, Smith menyebut Maxey pernah mendatangi rumah mantan pelatih Sixers, Doc Rivers, dengan kondisi hampir menangis karena frustrasi terhadap kurangnya usaha James Harden pada playoff 2023. Klaim itu muncul sehari setelah Maxey dan Harden terlibat adu dorong dan cekcok di kuarter keempat saat Sixers menang 114-106 atas Cleveland Cavaliers.
Melalui akun X pribadinya, tyrese maxey membantah tegas narasi tersebut. “Ini dia lagi. Saya bahkan belum pernah ke rumah Doc,” tulisnya disertai emoji tertawa. Bantahan itu menutup spekulasi yang sempat memanaskan perbincangan publik soal hubungannya dengan Harden, yang kini memperkuat Cavaliers.
Meski sempat diwarnai drama di luar lapangan, performa tyrese maxey di lapangan tetap menjadi fondasi permainan Sixers. Pada laga pembuka melawan New York Knicks, ia memimpin dengan 28 poin, empat rebound, lima assist, tiga steal, dan tiga blok saat merusak malam pembagian cincin juara Knicks. Kemudian, dalam comeback bersejarah dari ketertinggalan 29 poin melawan Cavaliers, tyrese maxey menyumbang 32 poin, enam assist, dan dua steal, sekaligus tampil disiplin dalam bertahan melawan Harden.
Proyeksi dan Tantangan ke Depan
Dengan statusnya sebagai anggota tim ketiga All-NBA, ekspektasi terhadap tyrese maxey musim ini memang tinggi. Kehadiran sejumlah pemain baru di sekitar Embiid dan LeBron James membuat beban playmaking-nya sedikit berkurang, tetapi justru membuka ruang lebih besar bagi sang guard untuk mencetak angka. Jadwal padat, termasuk pertandingan back-to-back, disebut menjadi momentum ideal bagi Maxey untuk terus menumpuk statistik.
Bagi Philadelphia, kombinasi performa apik Maxey, kontribusi para pemain peran, serta dinamika internal tim yang sempat menghangat akibat pernyataan Brown terhadap Tatum, menjadi ujian tersendiri. Namun, selama tyrese maxey mampu menjaga konsistensi dan fokus, Sixers memiliki fondasi kuat untuk bersaing di wilayah Timur.
Kesimpulannya, pekan ini menjadi cerminan betapa besar pengaruh Tyrese Maxey, baik sebagai mesin serangan Sixers maupun sebagai figur yang berani bersuara ketika namanya dikaitkan dengan isu yang tidak benar. Di tengah hiruk-pikuk drama antarpemain dan komentar media, penampilan di lapangan tetap menjadi jawaban paling meyakinkan dari sang point guard.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: NBC Sports, Philadelphia Inquirer, New York Post, NBA TV
