Argentina Pesta Gol 7-0 di Tengah Drama Perjalanan Burkina Faso dan Kontroversi Laga Perpisahan Messi

Foto: Istimewa

Argentina Pesta Gol 7-0 di Tengah Drama Perjalanan Burkina Faso dan Kontroversi Laga Perpisahan Messi

Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Tim nasional sepak bola Argentina kembali menunjukkan dominasinya di atas lapangan. Dalam laga persahabatan internasional yang digelar di Stadion Monumental, Buenos Aires, Minggu (4/10/2026), Albiceleste membantai Burkina Faso dengan skor telak 7-0. Kemenangan besar ini tidak lepas dari drama perjalanan yang dialami tim tamu, yang baru tiba di Argentina sekitar lima jam sebelum kick-off.

Burkina Faso awalnya merencanakan penerbangan privat dari Maroko. Namun, pesawat carteran mengalami masalah teknis mendadak, memaksa para pemain dan staf menjalani perjalanan darat dan udara alternatif selama total 11 jam. Sesampainya di Buenos Aires, mereka praktis tidak punya waktu istirahat yang cukup. Sejumlah pemain senior memilih mundur karena kelelahan ekstrem, sehingga Les Etalons terpaksa mengandalkan pemain muda minim pengalaman.

Meski demikian, tim nasional sepak bola Argentina tidak mengendurkan serangan. Sejak menit awal, pasukan Lionel Scaloni mendominasi pertandingan. Enam pemain berbeda mencetak gol: Lautaro Martinez, Gianluca Prestianni, Nico Paz, Julian Alvarez, Franco Mastantuono, dan Giuliano Simeone. Satu gol tambahan lahir dari bunuh diri pemain Burkina Faso, Moumoune Diallo.

Statistik pertandingan menegaskan keunggulan tim nasional sepak bola Argentina. Mereka menguasai bola hingga 75 persen, berbanding 25 persen milik Burkina Faso. Argentina melepaskan 30 tembakan, 17 di antaranya tepat sasaran, sementara Burkina Faso hanya menghasilkan tiga percobaan dengan satu mengarah ke gawang.

Pelatih Lionel Scaloni memberikan apresiasi tinggi kepada Burkina Faso yang tetap tampil meski dalam kondisi sulit. “Apa yang telah dilakukan tim nasional Burkina Faso benar-benar patut diapresiasi. Hal itu mengangkat nilai sepak bola,” ujarnya selepas pertandingan. Agen pertandingan FIFA, Jairo Pachon, juga memuji respons cepat federasi dan pemerintah Burkina Faso yang berupaya mencari solusi darurat.

Di sisi lain, kontroversi menyelimuti laga perpisahan Lionel Messi. Messi dijadwalkan tampil terakhir kali bersama tim nasional sepak bola Argentina melawan Benin pada Selasa, 6 Oktober 2026. Laga ini menjadi momen emosional setelah Messi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada 31 Agustus 2026. AFA menyebut pertandingan ini sebagai perpisahan yang layak bagi pemain terbaik dunia.

Namun, Federasi Benin mengeluhkan kondisi perjalanan dan akomodasi. Mereka harus menempuh penerbangan komersial kelas ekonomi, di mana seorang staf video pingsan. Hotel yang disediakan juga dinilai buruk: tidak ada ruang angkat beban, air panas di satu lantai mati, dan sauna rusak. Benin mempertanyakan ke mana uang yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan tim. Isu ini mencuat di tengah sorotan terhadap pengelolaan AFA yang memilih lawan dari federasi Afrika kecil dengan bayaran minim demi memaksimalkan pemasukan.

Kontroversi juga sempat muncul pada laga sebelumnya. Burkina Faso awalnya menolak berangkat ke Buenos Aires karena penerbangan reguler kelas ekonomi yang dibayar Argentina. Federasi Burkina Faso kemudian mengirim tim U-23 sebagai pengganti. Meski demikian, pertandingan tetap berjalan dan Argentina menang besar.

Laga melawan Benin nanti dipastikan menjadi penutup karier internasional Messi setelah 21 tahun memperkuat tim nasional sepak bola Argentina. Selama periode itu, ia mencetak 125 gol dan membawa Argentina ke tiga final Piala Dunia, termasuk kemenangan pada 2022. Beberapa rekan satu timnya dari skuad juara dunia dijadwalkan hadir, meski Paulo Dybala dan Nahuel Molina absen karena tidak mendapat izin dari AS Roma.

Dengan segala dinamika yang terjadi, pertandingan Argentina vs Burkina Faso menjadi cerminan bagaimana sepak bola tidak hanya soal skill, tetapi juga logistik, manajemen, dan rasa hormat antarnegara. Kemenangan 7-0 mungkin terasa manis bagi tuan rumah, tetapi bayang-bayang ketidakadilan bagi tim tamu meninggalkan catatan tersendiri. Sementara itu, dunia menantikan momen perpisahan Messi, yang diharapkan berjalan lancar tanpa kontroversi baru.