Sturm Graz Gagal Menang, Pelatih Ingolitsch Terancam Sanksi Berat Usai Sebut Wasit 'Skandal'
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | SK Sturm Graz harus puas berbagi angka saat menjamu SV Oberbank Ried dalam lanjutan Bundesliga Austria di Stadion Liebenau, Graz, Minggu (25/10/2026). Laga yang berlangsung dramatis itu berakhir 2-2, namun sorotan utama justru tertuju pada pelatih Sturm Graz, Fabio Ingolitsch, yang mendapat kartu merah usai pertandingan karena melontarkan kritik keras terhadap wasit Safak Barmaksiz.
Sturm Graz sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang pertama pada menit keempat melalui Oumar Diakite yang masih bisa digagalkan kiper Ried, Andreas Leitner. Gol yang dinanti akhirnya datang pada menit ke-31 lewat aksi Simon Seidl yang memanfaatkan kemelut setelah tendangan sudut. Seidl dengan cerdik melewati satu pemain bertahan dan melepaskan tembakan ke tiang jauh, membawa Sturm Graz unggul 1-0.
Namun, situasi berubah drastis menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45, Arjan Malic menerima kartu merah langsung setelah dianggap melakukan tindakan kekerasan berupa sikut terhadap pemain Ried, Jaedin Rhodes. Keputusan itu menuai protes dari kubu Sturm Graz yang menilai insiden tersebut tidak layak mendapat kartu merah. Belum hilang rasa kecewa, Sturm Graz kembali dihukum pada menit keempat injury time babak pertama. Hödl dianggap melakukan handball di kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Pomer yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, Ried yang bermain dengan keunggulan jumlah pemain berbalik menguasai permainan. Pada menit ke-55, Isaac Kiese Thelin mencetak gol melalui sundulan kepala, membawa Ried unggul 2-1. Kiper Sturm Graz, Ammar Helac, harus bekerja keras menggagalkan beberapa peluang emas Ried agar skor tidak semakin melebar. Meski bermain dengan sepuluh orang, Sturm Graz tidak menyerah. Perjuangan mereka membuahkan hasil pada menit ke-92. Berawal dari kerja sama Hödl dan Halwachs di sisi kanan, bola dikirim ke tengah dan disambut Beganovic yang mencetak gol penyama kedudukan memanfaatkan pantulan mistar gawang. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.
Kekecewaan terlihat jelas pada diri pelatih Fabio Ingolitsch. Usai pertandingan, ia langsung menghampiri wasit dan menyebut performa pengadil lapangan sebagai “skandal”. “Saya langsung mendatangi wasit setelah pertandingan, tentu saja dengan emosi yang memuncak, dan saya katakan bahwa penampilannya hari ini adalah sebuah skandal,” ujar Ingolitsch. “Saya tidak menghinanya, saya hanya ingin menyampaikan perasaan saya. Saya juga sudah masuk ke ruang ganti bersama direktur olahraga dan meminta maaf,” tambahnya.
Kartu merah yang diterima Ingolitsch diperkirakan akan berujung pada hukuman larangan mendampingi tim. Besaran sanksi akan ditentukan oleh komisi disiplin yang biasanya bersidang pada hari Senin, namun karena bertepatan dengan hari libur nasional, keputusan bisa mundur ke hari Selasa. Terkait kartu merah Malic, Ingolitsch mempertanyakan kerasnya keputusan wasit. “Dia tahu itu tindakan yang tidak perlu. Tapi pertanyaannya: apakah itu benar-benar tindakan kekerasan atau wasit terlalu lunak?” ujarnya.
Di sisi lain, pencetak gol penyama kedudukan, Simon Seidl, mengaku bersyukur atas hasil imbang ini. “Pada akhirnya kami bisa bersyukur dengan satu poin ini. Saya berada di posisi yang tepat, di mana seorang striker harus berdiri,” kata Seidl. Sementara itu, gelandang Sturm Graz, Belmin Beganovic, yang juga mencetak gol, menyayangkan kartu merah Malic. “Itu tindakan yang benar-benar bodoh,” tegasnya.
Hasil ini membuat Sturm Graz tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Bundesliga Austria dengan 18 poin dari 10 pertandingan, terpaut sembilan poin dari pemuncak klasemen Rapid Wien. Meski demikian, Sturm Graz masih memiliki peluang untuk bangkit. Jadwal padat menanti, dengan laga babak 16 besar Piala ÖFB melawan Lustenau pada Kamis mendatang, sebelum bertandang ke markas Wolfsberger AC pada akhir pekan.
Kekhawatiran juga menyelimuti lini depan Sturm Graz setelah Oumar Diakite ditarik keluar karena cedera. Namun, pelatih Ingolitsch belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi pemain asal Mali tersebut. Yang pasti, insiden kartu merah dan kritik terbuka terhadap wasit menjadi catatan hitam dalam pekan yang seharusnya menjadi momen kebangkitan Sturm Graz setelah kemenangan gemilang 6-1 atas Grazer AK dan kemenangan 1-0 atas Olympique Marseille di Europa League.
Dengan situasi yang memanas, Sturm Graz harus segera fokus kembali jika ingin menjaga asa bersaing di papan atas. Sanksi terhadap Ingolitsch bisa menjadi pukulan telak, mengingat peran sentralnya dalam meracik strategi tim. Sementara itu, Ried menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan, meski bermain di kandang lawan. Hasil imbang ini menjadi peringatan bagi Sturm Graz bahwa konsistensi dan disiplin di lapangan adalah kunci untuk meraih hasil maksimal.
