Kekalahan Club América di Tengah Pesta Homenaje Memo Ochoa: Pachuca Rusak Momen Bersejarah di Estadio Azteca
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Malam yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi club america berubah menjadi kekecewaan mendalam. Di tengah pesta penghormatan bagi legenda hidup Guillermo ‘Memo’ Ochoa, klub america justru harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Pachuca pada laga lanjutan Jornada 14 Apertura 2026 Liga MX di Estadio Banorte (Estadio Azteca), Minggu malam waktu setempat.
Pertandingan yang digelar pada 25 Oktober 2026 ini menjadi saksi bagaimana sebuah perayaan besar dapat ternoda oleh hasil di lapangan. Pendukung club america yang memadati stadion dengan penuh semangat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ochoa harus tertunduk lesu ketika wasit Maximiliano Quintero Hernández meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Jalannya Pertandingan: Kejutan dari Tuzos
Sejak menit awal, Pachuca tampil mengejutkan. Pada menit ke-11 babak pertama, Alan ‘Pantera’ Bautista berhasil membobol gawang Luis Malagón melalui aksi individu yang ciamik. Gol tersebut langsung membungkam ribuan suporter tuan rumah yang hadir.
Namun, semangat kebangkitan club america terlihat di awal babak kedua. Tepat pada menit ke-46, kapten tim Henry Martín mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan umpan silang Erick ‘Chiquito’ Sánchez. Gol tersebut merupakan gol kedelapan Martín di Apertura 2026 dan menjadi bukti kembalinya sang ‘Bomba Yucateca’ ke performa terbaiknya setelah hampir dua tahun bergelut dengan cedera.
Sayangnya, kegembiraan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-73, Oussama Idrissi — mantan pemain yang sempat bersitegang dengan pelatih Guillermo Almada ketika masih di Pachuca — melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Malagón. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Pachuca dan bertahan hingga akhir laga.
Reaksi Guillermo Almada
Kekecewaan pelatih club america, Guillermo Almada, terlihat jelas di bangku cadangan. Rekaman video yang viral di media sosial menunjukkan Almada melontarkan protes keras kepada staf pelatihnya, tampak kesal dengan kelonggaran lini pertahanan yang membiarkan Idrissi berdiri bebas sebelum melepaskan tembakan mematikan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Almada tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut laga melawan Pachuca sebagai pertandingan yang paling tidak ia sukai selama menangani club america. Meski demikian, ia menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi untuk memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.
Homenaje untuk Memo Ochoa
Sebelum pertandingan dimulai, suasana haru menyelimuti Estadio Azteca. Manajemen club america melalui pemilik klub Emilio Azcárraga Jean menyiapkan kejutan istimewa dengan mengubah nama stadion menjadi ‘Estadio Banorte Memo Ochoa’ untuk hari itu saja. Sebuah mural besar bergambar wajah Ochoa diresmikan di pintu masuk utama, dan tulisan ‘Por S13mpre’ terpampang di berbagai sudut stadion.
Ochoa, yang datang bersama keluarganya, tampak tak kuasa menahan tangis ketika tifo raksasa bergambar dirinya dibentangkan di tribun penonton. Kiper berusia 41 tahun itu memutuskan gantung sarung tangan setelah menyelesaikan partisipasinya di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Meksiko, turnamen keenamnya sepanjang karier.
Meski demikian, pihak manajemen melalui siaran TUDN menegaskan bahwa perubahan nama stadion bersifat simbolis dan hanya berlaku untuk hari tersebut. Nama sponsor Banorte akan tetap melekat pada stadion kebanggaan warga ibu kota Meksiko itu.
Dampak pada Klasemen
Kekalahan ini tidak menggeser posisi club america dari puncak klasemen dengan koleksi 27 poin. Sementara itu, Pachuca yang dilatih Benjamín Mora mengoleksi 16 poin dan naik ke peringkat ke-13. Kiper Pachuca, Carlos Moreno, tampil gemilang dengan delapan penyelamatan krusial yang membuatnya layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
Pada jornada berikutnya, club america akan menjamu Tijuana di kandang sendiri, sementara Pachuca akan menjamu Tigres. Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi skuad asuhan Almada bahwa gelar juara tidak akan datang dengan mudah meski mereka masih memimpin klasemen.
Bagi para penggemar club america, malam itu akan dikenang sebagai momen pahit yang bercampur dengan keharuan. Sebuah perayaan untuk legenda, namun berakhir dengan kekecewaan di atas lapangan. Sepak bola memang tak pernah lepas dari drama, dan malam di Estadio Azteca menjadi bukti nyata bahwa kejayaan dan keterpurukan bisa datang dalam waktu yang hampir bersamaan.
