Sixers Keok Pertama Kali: Tanpa Embiid dan Edgecombe, LeBron Cs Takluk dari Pistons
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Philadelphia 76ers harus menelan kekalahan pertamanya di musim reguler NBA 2026-2027. Bertandang ke markas Detroit Pistons, sixers menyerah dengan skor 93-106 pada laga yang digelar Minggu malam waktu setempat (26/10/2026). Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan sempurna mereka setelah sebelumnya meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk comeback dramatis 29 poin atas Cleveland Cavaliers.
Laga di Little Caesars Arena tersebut menjadi malam yang sulit bagi tuan rumah tamu. Pelatih Nick Nurse terpaksa mengistirahatkan Joel Embiid yang baru saja mencetak triple-double kontra Milwaukee Bucks sehari sebelumnya, sementara VJ Edgecombe absen akibat cedera otot perut. Dengan hanya delapan pemain yang tersedia, rotasi sixers sangat terbatas dan langsung terlihat kewalahan sejak kuarter pertama.
LeBron Turun sebagai Pivot, Pistons Meledak di Awal
Menariknya, dengan absennya Embiid, LeBron James yang kini berusia 41 tahun dimainkan sebagai pivot. Keputusan ini sempat memberi warna tersendiri, terutama ketika LeBron mencetak tiga layup beruntun sebagai bagian dari laju 9-0 yang memangkas defisit menjadi 44-56 saat turun minum. Bahkan, sang “King” sempat menutup babak pertama dengan buzzer beater yang membuat publik tuan rumah tertegun.
Namun, dominasi awal Pistons sudah terlanjur membangun momentum. Cade Cunningham memimpin dengan 26 poin, delapan rebound, dan delapan asisten, sementara Duncan Robinson tampil gemilang lewat 21 poin termasuk 5 dari 9 tembakan tripoin. John Collins menambahkan 16 poin dan 11 rebound, sedangkan Daniss Jenkins menyumbang 18 poin dari bangku cadangan. Detroit bahkan sempat unggul hingga 21 poin di paruh pertama dan tak pernah tertinggal sepanjang pertandingan.
Masalah Rebound dan Efektivitas Jadi Biang Kerok
Kekalahan sixers tak lepas dari masalah klasik: rebound. Detroit mendominasi papan rebound dengan perbandingan 54-37, termasuk 15 rebound ofensif yang dikonversi menjadi 24 poin peluang kedua. Tanpa Embiid dan Edgecombe, lini depan Philadelphia keropos dan kesulitan mengimbangi agresivitas Collins serta Paul Reed di area terlarang.
Dari sisi efisiensi, Tyrese Maxey memang tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan 29 angka, 18 di antaranya lahir di kuarter keempat. LeBron menambahkan 18 poin, sedangkan Jaylen Brown hanya mampu menyumbang 16 poin dengan akurasi buruk, lima dari 20 tembakan. Buruknya persentase tembakan ini membuat sixers sulit mengejar ketertinggalan meski sempat mendekat hingga selisih lima poin.
Bagi Pistons, kemenangan ini menjaga rekor sempurna mereka menjadi 3-0 dan menjadikan Detroit satu-satunya tim di Wilayah Timur yang belum terkalahkan. Meski kehilangan Jalen Duren yang absen minimal dua pekan akibat cedera hamstring dan Ausar Thompson, kedalaman skuad asuhan pelatih ini terbukti mampu menutupi kekurangan.
Beban Menajemen Beban Kerja Mulai Terasa
Kekalahan ini seolah menegaskan bahwa lawan terberat sixers musim ini bukanlah Knicks, Celtics, atau tim mana pun di lapangan, melainkan manajemen beban kerja dan cedera. Selain Embiid dan LeBron yang rutin diistirahatkan, Dean Wade (cedera pergelangan kaki), Adem Bona (cedera kaki), Jabari Walker (nyeri kaki kiri), dan Ariel Hukporti (pecah Achilles) turut menambah daftar absen.
Kondisi ini memaksa Nurse mendistribusikan menit bermain ekstra. Maxey yang musim lalu memimpin liga dengan rata-rata 39 menit per gim kembali mencatat angka serupa, padahal sang pelatih berharap bisa menghemat tenaganya. Jaylen Brown yang baru menginjak usia 30 tahun juga dituntut tampil konsisten, sementara pemain muda seperti Labaron Philon Jr. dan Kentavious Caldwell-Pope harus siap mengambil peran lebih besar.
Kesimpulan
Kekalahan perdana sixers atas Pistons menjadi pengingat bahwa kekuatan skuad super mereka tetap bergantung pada kondisi fisik para bintangnya. Dengan jadwal padat dan rentetan cedera, rotasi menjadi ujian tersendiri bagi Nick Nurse. Di sisi lain, Detroit membuktikan diri sebagai kekuatan serius di Timur dengan rekor sempurna. Bagi Philadelphia, laga melawan Knicks berikutnya akan menjadi pembuktian apakah kedalaman skuad mereka mampu menahan gempuran musim panjang, atau justru menjadi titik rentan yang terus dieksploitasi lawan.
