LeBron James Cetak Sejarah Baru di Philadelphia, Doncic Justru Curi Panggung dengan 52 Poin
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Bintang veteran LeBron James kembali menjadi sorotan dalam panggung NBA musim 2026-27, namun kali ini dengan cerita yang penuh liku. Setelah delapan tahun membela Los Angeles Lakers dan mengantar klub itu meraih gelar juara 2020 di bubble Orlando, LeBron James memutuskan meninggalkan Los Angeles dan memulai babak baru bersama Philadelphia 76ers. Kepindahan ini menandai era baru bagi Lakers yang kini dipimpin Luka Doncic, sekaligus tantangan segar bagi LeBron James di usianya yang tak lagi muda.
Pada laga kontra Detroit Pistons, Minggu (25/10/2026), LeBron James untuk pertama kalinya merasakan kekalahan bersama Sixers dengan skor 93-106. Meski mencatatkan 18 poin, dua rebound, dan lima asisten, kontribusinya belum mampu menyelamatkan Philadelphia yang tampil tanpa Joel Embiid. Sixers hanya menorehkan akurasi tembakan lapangan 40 persen, sementara rekrutan anyar Jaylen Brown tampil mengecewakan dengan 16 poin dari lima tembakan sukses dalam 20 percobaan. Cade Cunningham menjadi motor Detroit dengan 26 poin, delapan rebound, dan delapan asisten.
Yang menarik, krisis cedera di lini depan memaksa pelatih Nick Nurse menurunkan LeBron James sebagai center sejak menit awal. Ini merupakan kali ke-15 sepanjang kariernya ia bermain sebagai pemain posisi lima, setelah 14 kali melakukannya bersama Lakers pada musim 2021-22. Absennya Embiid karena pengelolaan fasciitis plantar kaki kanan, ditambah cedera Jabari Walker, Dominick Barlow, dan Tacko Fall, membuat James harus mengisi posisi yang bukan spesialisasinya.
“Saya di sini bukan untuk menjalani peran sebagai center dalam jangka panjang. Kami punya Embiid di posisi itu,” tegas LeBron James usai pertandingan. Ia bahkan mengutip sahabatnya, Taurean Prince, untuk menyoroti masalah rebound yang membuat Sixers kalah 54-37 dari Pistons. “Bola dilempar ke atas dan harus ditangkap dengan dua tangan,” ujarnya menirukan gaya bicara Prince.
Di sisi lain, panggung justru milik Luka Doncic. Eks bintang Dallas Mavericks itu mencetak 52 poin saat Lakers mengalahkan Utah Jazz 132-123 di Salt Lake City. Doncic menorehkan 17 dari 30 tembakan lapangan, termasuk 8 dari 18 tripoin, serta 10 dari 11 tembakan bebas, ditambah delapan rebound dan sepuluh asisten dalam 38 menit. Dengan performa itu, ia melampaui LeBron James sebagai pemain keenam dengan laga terbanyak mencetak lebih dari 40 poin sepanjang sejarah franchise Lakers, mengoleksi 19 pertandingan dan hanya terpaut empat laga dari George Mikan di posisi kelima.
Doncic juga mencatat rekor sebagai pemain tercepat yang mencapai 3.000 poin bersama Lakers, melampaui LeBron James dan Shaquille O’Neal, tepat pada penampilan ke-95. Austin Reaves menjadi pendukung setia dengan 29 poin, dan duet keduanya menyumbang 81 dari 132 poin tim. Kemenangan ini membawa Lakers memimpin 3-0 di awal musim untuk kedua kalinya dalam sepuluh tahun terakhir.
Sementara itu, juara bertahan New York Knicks masih terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun, terbaru 102-111 dari Orlando Magic meski Jalen Brunson mencetak 28 poin dan OG Anunoby serta Karl-Anthony Towns masing-masing 22 poin. Jalen Williams dari Oklahoma City Thunder juga mengalami cedera serius yang membuatnya ditarik dengan tandu.
Di luar lapangan, LeBron James dan istrinya, Savannah, membuka pintu rumah mewah mereka di Los Angeles dalam tur yang dibagikan Vogue. Rumah itu menyimpan empat trofi juara NBA, koleksi sepatu lebih dari 100 pasang, serta sofa krem L-shape yang menjadi saksi berbagai diskusi keluarga. Pasangan yang baru merayakan anniversary ke-13 pernikahan itu tinggal bersama anak-anak mereka di kediaman bergaya modern dengan fasad ivory dan jendela besar.
Perjalanan LeBron James bersama Sixers memang baru dimulai, dan dinamika di Philadelphia akan menjadi ujian tersendiri bagi sang legenda. Di sisi lain, kebangkitan Doncic di Lakers menegaskan bahwa regenerasi bintang NBA tengah berlangsung cepat. Bagi penggemar basket, musim ini menjanjikan duel menarik antara pengalaman panjang LeBron James dan ambisi generasi baru yang siap merebut takhta.
